Advertisement

PENGERTIAN INFLASI – Gejala tingginya kenaikan tingkat harga barang dan jasa pada umumnya, yang terjadi terus- menerus. Kenaikan harga pada hanya satu dua jenis barang dan jasa, misalnya karena menurunnya pro- duksi barang dan jasa tersebut, belum dapat dikata­kan inflasi. Keadaan baru dapat dikatakan inflasi bila terjadi kenaikan harga pada banyak barang dan jasa, sehingga harga rata-rata barang yang dibeli masya­rakat menjadi meningkat. Tingginya kenaikan harga rata-rata ini biasanya dinyatakan dengan apa yang di­sebut laju inflasi, yang diukur berdasarkan indeks harga konsumen. Di Indonesia, indeks harga dihitung berdasarkan atas harga sejumlah barang dan jasa, yang terdiri atas kelompok makanan, perumahan, san­dang, dan aneka barang dan jasa, pada 17 kota. Se­bagai tahun dasar (=100) dipakai tahun 1978.

Pada umumnya disetujui bahwa ada dua penyebab pokok inflasi, yaitu kenaikan permintaan dan kenaik­an biaya. Inflasi yang disebabkan karena kenaikan permintaan disebut inflasi karena tarikan permintaan, sedangkan inflasi yang disebabkan karena kenaikan biaya disebut inflasi karena dorongan biaya. Inflasi karena tarikan permintaan umumnya dianggap posi­tif, karena memberikan keuntungan pada para peng­usaha, dan hal ini akan mendorong investasi baru, yang selanjutnya akan memperluas kesempatan kerja. Perluasan kesempatan kerja ini selanjutnya akan me­ningkatkan permintaan masyarakat, sehingga men­dorong harga meningkat lagi, demikian seterusnya. Proses ini, sampai batas-batas tertentu, akan meng­akibatkan pertumbuhan pesat perekonomian.

Advertisement

Sebaliknya, inflasi karena dorongan biaya diang­gap kurang positif bagi perekonomian nasional, ka­rena inflasi semacam ini akan mengakibatkan kerugi­an bagi para pengusaha, bahkan ada sebagian yang mungkin harus menutup perusahaannya. Akibatnya terjadi pengangguran, dan permintaan masyarakat menurun. Penurunan permintaan ini selanjutnya akan mengakibatkan meruginya lebih banyak lagi perusaha­an sehingga mungkin harus tutup. Demikianlah se­terusnya akan terjadi pengangguran yang lebih luas lagi. Akibatnya pertumbuhan perekonomian akan ter­hambat. Dalam kenyataannya, inflasi yang sering ter-, jadi adalah inflasi karena desakan biaya.

Inflasi akan mengganggu kehidupan ekonomi ma­syarakat, karena inflasi menurunkan daya beli uang. Padahal, pada masyarakat modern, uang merupakan ukuran nilai. Inflasi mempunyai akibat buruk, karena: (I) menghambat orang untuk menabung; (2) menye­babkan sektor pemerintah lebih berkembang diban­dingkan dengan sektor swasta; (3) merepotkan semua orang sehingga ada penghamburan sumber daya, mi­salnya karena konsumen harus berkeliling untuk mem­peroleh harga yang lebih murah; (4) inflasi cenderung mengalami proses spiral: makin lama makin parah. Oleh sebab itu, pemerintah negara mana pun selalu berusaha dengan berbagai cara untuk mengendalikan inflasi. Salah satu sasaran makro ekonomi, di sam­ping penciptaan tenaga kerja dan pertumbuhan, ada­lah stabilitas harga.

Advertisement