Advertisement

symbolic interactionism (interaksionisme simbolik)

Interaksionisme simbolik adalah titel yang diberikan kepada ide-ide sekelompok sosiolog dan psikolog sosial yang berpusat di Universitas Chicago. Ketika kelompok ini berkembang pada tahun 1920-an, 1930-andan 1940-an. anggotanya tersebar ke seluruh universitas di Amerika Utara,

Advertisement

dengan menyandang nama interaksionisme. Generasi kritis yang paling awal yaitu George Mead, William James, Charles Cooley, William Thomas dan Robert Park kemudian digantikan oleh, pertama, oleh Herbert Blumerdan Everett Hughes, dan kemudian oleh generasi ketiga dan keempat oleh orang-orang seperti Erving Goffman, Howard Becker, Anselm Strauss dan Eliot Freidson.

Interaksionisme itu sendiri berhubungan dengan metode yang sengaja dibuat tidak sistematis dan kabur untuk menafsirkan bagaimana orang melakukan sesuatu bersama-sama, sebuah metode yang berasal dari karya teoretis dan praktis yang dilakukan oleh Mazhab (sosiologi) Chicago. Tetapi karena bersifat tidak sistematis, ada sejumlah variasi dari interaksionisme. Tidak ada ortodoksi, dan karenanya setiap penjelasan umum selalu bersifat agak parsial.

Secara teoretis, interaksionisme dibentuk oleh pragmatisme. Kerangkanya dibentuk oleh serangkaian perspektif khusus tentang kemungkinan pengetahuan dan batas-batas penelitian. Interaksionisme tidak hanya menggambarkan karakter dari kehidupan sosial tetapi juga mengemukakan bagaimana karakter ini seharusnya dipelajari: masalah definisi dan metode adalah satu dan dinyatakan bahwa sosiolog dan orang-orang yang diamati mengikuti prosedur yang sama. Masyarakat dan sosiologi adalah produk dari proses pengetahuan khusus, dan proses inilah yang harus dipahami sebelum sosiologi dapat maju. Pengetahuan itu sendiri digambarkan bukan milik pikiran yang melakukan survey semata atau bukan milik dunia saja Pada satu tingkat, interaksionis berpendapat bahwa adalah keliru jika membayangkan bahwa interpretasi orang terhadap suatu peristiwa dan sesuatu hal adalah bebas: interpretasi dibatasi oleh kemampuan dari peristiwa tesebut untuk “menjawab kembali. Pada tingkat yang lain, dinyatakan bahwa pengetahuan bukan cermin sederhana dari obyek-obyeknya: orang secara aktif mencipta, membentuk dan memilih respon mereka terhadap hal-hal disekitamya. Kemudian pengetahuan dihadirkan sebagai proses aktif di mana orang, pemahamannya, dan fenomena terikat bersama di dalam apa yang dinamakan sebagai “knowing known transaction.” Transaksi ini bersifat menjelaskan, masih baru dan berkembang, tergantung situasi, dan memberikan struktur dialektika ke pada semua aktivitas. Para interaksionis berpendapat bahwa pengetahuan praktis tidak muncul di dalam keterasingan. Sebaliknya, pengetahuan tersebut berhubungan dengan masalah dan tujuan tertentu, yakni masalah-masalah yang membentuk pertanyaan-pertanyaan perspektif khusus yang menjelaskan beberapa segi dunia. Penjelasan ini pada gilirannya akan mengungkapkan ide-ide baru yang dapat kembali mengubah permasalahan dan tujuan, menghasilkan pergeseran persoalan dan gagasan yang lain. Dan akan bergerak ke arah kemunduran yang tidak terbatas yang akan berhenti hanya apabila telah sampai pada keletihan, kebosanan, atau kepuasan praktis. Telah terbukti bahwa tidak ada akhir logis untuk penelitian dan aktivitas. Semua pengetahuan ditakdirkan bersifat sementara, ada kemungkinan dirumuskan kembali dengan jawaban atau dengan hanya satu pertanyaan saja. Semua pengetahuan adalah sintesis, yang baru dan seringkah tidak bersifat antisipatif, tentang apa yang baru saja terjadi. Lagi pula, semua pengetahuan terikat di dalam konteks dan perkembangan sejarahnya sendiri. Ada batasan bagi generalisasi dan abstraksi.

Yang paling menonjol di antara masalah-masalah yang dihadapi oleh individu adalah karakter yang mereka punyai. Orang tidak selalu dapat memahami diri mereka sendiri, masa lalunya, dan masa depannya. Fakta tentang diri diungkapkan dengan setiap tindakan baru dan fakta-fakta itu tidak dapat selalu diprediksi dan diasimilasikan. Tetapi adalah penting untuk mengetahui siapa seseorang dan akan menjadi apa seseorang itu. Tanpa pengetahuan itu maka tidak akan ada perkiraan tentang bagaimana tindakan seseorang akan mempengaruhi orang lain dan bagaimana orang lain akan mempengaruhi seseorang. Memahami diri sendiri adalah sesuatu yang diperlukan. Sama seperti orang-orang mengamati dunia di sekitar mereka, demikian pula orang-orang mengamati diri mereka sendiri, menyusun serangkaian perkiraan tentang identitas. Proses eksplorasi diri ini mengantarkan subyek ke dalam sebuah penelitian tentang “Aku,” dan sebuah “aku” yang diteliti; “aku” menjadi obyektifikasi dan inferensi yang dibuat oleh diri sendiri dan oleh orang lain. Efek simbolik dari respon semacam itu dapat menjadi relatif anonim, terdepersonalisasi dan terstandarisasi, yang merupakan basis representasi abstrak yang disebut dengan” generalized others.” Keseluruhan proses itu sendiri diatur dan dijembatani oleh bahasa, dan sebagian besar dari bentuk konstituennya disamakan dengan percakapan. Interaksionis telah memberikan perhatian besar kepada kata-kata sebagai cara menggambarkan, menstabilkan dan mengobyektifkan pengalaman pribadi. Dengan kata-kata inilah seseorang dapat menyampaikan persepektif tentang dirinya, tentang orang lain dan tentang obyek-obyek di dalam lingkungannya kepada masyarakat.

Kendaraan utama dari tindakan sosial adalah “isyarat signifikan,” sebuah ekspresi atau penampilan yang menggabungkan jawaban dengan respon yang mungkin diberikan oleh orang lain. Dalam antisipasinya terhadap perilaku jawaban orang lain isyarat signifikan menyatukan orang bersama-sama. dan membuat garis aturan dapat bertemu dan menyatu. Masyarakat itu sendiri cenderung dilihat sebagai mozaik dari skenario dan drama di mana orang-orang membuat indikasi bagi dirinya sendiri dan orang lain, meres- pon indikasi tersebut, menyatukan tindakan mereka, dan membentuk identitas dan struktur sosial. Tugas para interaksionis adalah meng-gambarkan aktivitas tersebut dan penggambaran ini juga dianggap bersifat baru dan berada di dalam konteksnya. Penelitian selalu bersifat tentatif, terbuka dan bersifat menerangkan, memberikan beragam strategi kepada etnografi dan observasi partisipan. Adalah tugas ahli para sosiologi untuk masuk ke dalam situasi sosial dari subyek mereka, mengamati tingkah laku mereka, memahami kegiatan dan karya simbolik yang mengiringinya, dan kemudian keluar dari lingkungan itu untuk melaporkan apa yang telah disaksikan. Deskripsi tingkah laku tersebut seringkali dikembangkan menjadi gambaran berbagai dunia sosial yang lebih besar, dan referensi dibuat untuk pola-pola yang kelihatannya menyatukan dunia tersebut. Muncul minat dalam proses pengaturan tersebut seperti karir, konflik dan pembagian kerja. Setiap hasil analisis dapat diuji dengan apakah hasil itu masuk akal atau tidak, atau dengan kemampuannya memberikan peta perilaku, dan dengan kritik yang diberikan oleh subyek mereka sendiri.

Para interaksionis berpendapat bahwa tempat sosiologi adalah dalam penelitian, bukan di dalam risalah skematik tentang masyarakat, epistemologi dan metodologi. Semua argumen, termasuk interaksionisme, harus berakar di dalam penjelasan problem tertentu di dalam konteks yang khusus. Usaha untuk membuatnya universal atau memisahkannya dari pengalaman nyata. Daerah interakaorus konvensional adalah dunia kecii dari iabatar. institusi, atau kelompok sosial. Interaksionisme sendiri sangat menonjol di dalam sektor-sektor dari sosiologi yang menempati dasrah yang substansial, misalnya kedokteran. pendidikan, penyimpangan, dan karir. Pendekatan tersebut terutama dikaitkan dengan para sarjana Amerika yang berhubungan erat secara langsung atau tidak langsung dengan Universitas Chicago. Dampaknya yang terbesar mungkin terjadi pada tahun 1960-an dan 1970-an ketika pendekatan ini mengubah bentuk dari sosiologi penyimpangan, di mana tokoh yang terpenting di dalam had ini adalah Becker dan Goofman.

Incoming search terms:

  • pengertian interaksionisme simbolik
  • Pengertian interaksionisme
  • pengertian interaksionis simbol
  • pengertian intraksionisme
  • pertanyaan interaksionis simbolik
  • pertanyaan tentang definisi simbolik

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian interaksionisme simbolik
  • Pengertian interaksionisme
  • pengertian interaksionis simbol
  • pengertian intraksionisme
  • pertanyaan interaksionis simbolik
  • pertanyaan tentang definisi simbolik