PENGERTIAN INTERPRETASI TEORITIS SISTEM PENDIDIKAN AMERIKA ADALAH 1 Persyaratan pendidikan dari pekerjaan-pekerjaan dalam masyarakat

industri terus meningkat sebagai akibat adanya perubahan teknologi. Ada dua aspeknya

a. Proporsi pekerjaan yang memerlukan keterampilan yang rendah berkurang sementara proporsi yang memerlukan keterampilan tinggi bertambah.

b. Pekerjaan-pekerjaan yang sama terus meningkat persyaratan kete-rampilannya.

2. Pendidikan formal memberi latihan yang diperlukan kepada orang-orang untuk mendapat pekerjaan yang berketerampilan lebih tinggi.

3. Sebagai akibat dari yang disebut di atas, persyaratan pendidikan tmtuk bekerja terus meningkat, dan semakin banyak orang yang dituntut untuk menghabiskan waktu yang lebih lama di sekolah.

Collins (1979) menandaskan bahwa bukti yang ada sangat bertentangan dengan interpretasi pendidikan dan perubahan pendidikan ini. Mengenai proposisi 1.a – bahwa persyaratan pendidikan bertambah karena adanya penttrunan dalam proporsi pekerjaan yang memerlukan keterampilan yang rendah dan meningkatnya proporsi yang memerlukan keterampilan yang tinggi – dikemukakannya bahwa proses demikianhanya memenuhi sejumlah kecil peningkatan pendidikan. Sebagai contoh, suatu studi yang terkenal telah menemukan bahwa hanya 15 persen dari peningkatan pendidikan selama abad xx yang dapat dikaitkan dengan pergeseran dalam struktur pekerjaan (Folger dan Nam, 1964). Proposisi 1.b. dart 2 – bahwa persyaratan pendidikan naik karena pekerjaan-pekerjaan yang sama meningkatkan persyaratan keterampilannya, dan bahwa pendidikan formal memberi keterampilan kerja yang diperlukan – juga dipandang bertentangan oleh bukti yang ada. Collins menguji proposisi-proposisi itu dengan bertanya, “Apakah para pekerja yang berpendidikan lebih baik itu lebih produktif daripada para pekerja yang kurang berpendidikan?” dan “Apakah keterampilan vokasional dipelajari di sekolah atau di mana-mana?” Jawaban untuk pertanyaan pertama adalah “tidak”; untuk yang kedua, “di mana-mana” (elsewherd. Mengenai pertanyaan pertama, dikemukakannya suatu studi yang utama (Berg, 1971) yang memperlihatkan bahwa para pekerja yang berpendidikan lebih baik ternyata tidak lebih produktif dari mereka yang berpendidikan kurang, dan dalam beberapa kasus malah kurang produktif. Dalam hubungan dengan pertanyaan kedua, ia mengajukan bukti yang menunjukkan bahwa para siswa sedikit saja atau tidak mempelajari keterampilan yang relevan secara vokasional di sekolah, danbahwa kebanyakan keterampilan demikian dapat diperoleh denganmudah dan cepat pada pekerjaan. Colluzs menampilkan suatu kasus yang meyakinkan yang menentang teori fungsionalis. Ia mengajukm teorinya sendiri tentang ekspansi pendidikan, teori yang merupakan suatu tipe khusus teori konflik. Namun, sebelum menguji teorinya perlu kiranya untuk pertama-tama melihat suatu jenis teori konflik yang lain.

Filed under : Bikers Pintar,