social networks (jaringan sosial)

Jaringan sosial adalah sebuah pola koneksi dalam hubungan sosial individu, kelompok dan berbagai bentuk kolektif lain. Hubungan ini bisa berupa hubungan interpersonal atau bisa juga bersifat ekonomi, politik atau hubungan sosial yang lain. Analisis jaringan sosial adalah sebuah metode matematis untuk mendeskripsikan struktur-struktur yang dihasilkan oleh jaringan sosial. Sementara analisis itu memainkan peran penting dalam pengembangan teori tentang jaringan sosial, analisis jaringan sosial itu sendiri adalah sebuah metode bukan sebuah teori.

Analisis jaringan sosial berasal dari bentuk non-teknis dalam psikologi sosial dan antropo-logi. tetapi saat ini telah berkembang ke dalam wilayah aplikasi matematika tingkat mahir. Sejak tahun 1930-an banyak ilmuwan mulai memikirkan secara serius metafora “jaring” (web) atau “kain” (fabric) dalam kehidupan sosial sebagai cara pemahaman tentang struktur sosial. Dari metafora tekstil ini, yang diarahkan pada pemahaman hubungan yang saling terjalin dan saling mengunci dari mana tindakan sosial diorgani-sasikan, muncul metafora jaringan sosial. Radcliffe Brown dalam antropologi dan Jacob Moreno dalam psikologi sosial mulai menggunakan metafora ini, di tangan Moreno metafora ini berubah menjadi sebuah disiplin baru sosiometri dan, dari sini, berkembang menjadi dinamika- dinamika kelompok. Morenolah yang memperkenalkan ide menyajikan jaringan sosial sebagai sebuah diagram (yaitu sosiogram) di mana titik-titiknya (yang mewakili orang) dihubungkan oleh garis-garis (yang menggambarkan hubungan sosial).

Ide Radcliffe Brown ditangkap oleh W. Lloyd Warner dalam risetnya tentang komunitas Amerika dan, khususnya, dalam kajian eksperimental yang dilaksanakan bersama dengan Elton Mayo dari pembangkit tenaga listrik Hawthorne di Chicago. Dalam percobaan Hawthorne, hubungan sosial informal dari kelompok-kelompok kerja, sekali lagi, dipetakan dalam bentuk diagramatis. Dalam kajian komunitas Warner, ide-ide seperti “klik” (clique) menampakkan diri untuk pertama kalinya sebagai cara pemahaman dari pemben-tukan pengelompokan yang kohesif dalam jaringan sosial.

Sampai pada tahun 1950-an, tidak ada metodologi jaringan sosial lain, dan berbagai ide yang ada hanya metaforis dan programatis. Awalnya adalah formalisasi dari metafora jaringan dalam karya George Homans (1951), yang berusaha mensintesis hasil-hasil riset antropologis dan kelompok kecil, yang belakangan menampilkan kembali ide-ide ini dalam kerangka teori pertukaran (exchange theory). Di tangan para antropolog sosial Inggris muncul terobosan yang paling hebat. John Barnes, Elizabeth Bott dan Clyde Mitchell semuanya bersatu, dalam derajat yang bervariasi, dengan departemen Max Gluckman di Manchester University dan sangat dipengaruhi oleh Siegfried Nadel. Karya Nadel(1957) memberi dukungan pada karya-karya terdahulu dari Barnes, Bott dan Mitchell Barnes (1954) secara eksplisit mempergunakan ide jaringan dalam menyampaikan fieldwork-nya di pedesaan nelayan di Norwegia, Bott (1957) menganalisis jaringan kekerabatan dan persahabatan dari pasangan-pasangan yang telah menikah di London, dan Mitchell (1969) melakukan serta mengawasi riset pada jaringan sosial perkotaan di Afrika Tengah. Dalam karya Mitchell, ide seperti “densitas”, “durabilitas” dan “keterjangkauan” (reachability) dipergunakan untuk menganalisis struktur jaringan sosial dalam istilah yang formal.

Terobosan besar dalam analisis jaringan sosial terjadi di AS pada tahun 1960-an, ketika sejumlah sosiolog yang bersatu dengan Harrison White di Harvard mulai mempergunakan matematika tingkat tinggi dan teknik-teknik komputasi untuk menguji jaringan sosial. Banyak dari kajian ini memberi perhatian pada interlocking directorship dalam bisnis, tetapi kajian mereka merentang di antara bidang-bidang seperti penyelidikan kerja hingga penyelidikan aborsi ilegal (Wellman dan Berkowitz 1988). Perkembangan teknologi komputer dan ketersediaan komputer memungkinkan teknik-teknik jaringan formal dipakai secara luas di berbagai area, dan sekarang ini sudah tersedia sejumlah paket standar. Meskipun terjadi penyebaran teknik-teknik kuantitatif dan formal kebanyakan riset kualitatif pada jaringan sosial masih tetap dilakukan.

Landasan bagi kebanyakan ide dalam analisis jaringan adalah teori matematika tentang grafik, meskipun ide-ide dari topologi aljabar dan skala multidimensional juga dipakai. Hal yang mendasar dari metode ini adalah ide jaringan sosial sebagai titik-titik yang membentuknya dihubungkan oleh garis, dan pola-pola garis yang menghubungkan titik-titik itu dapat digambarkan dalam matriks yang siap dimasukkan dalam proses matematika. Ukuran-ukuran utama yang digunakan adalah densitas, sentralitas, unsur-unsur, klik-klik (cliques), blok-blok, dan berbagai ide jarak sosial. Teknik dan ukuran yang mendasar dibahas secara penuh dalam karya Scott (1991).

Incoming search terms:

  • jaringan sosial
  • pengertian jaringan sosial
  • jaringan sosial adalah
  • pengertian jaringan dalam kelompok sosial
  • apakah yang dimaksud jaringan dalam kelompok sosial
  • apa yang dimaksud jaringan dalam kelompok sosial
  • pengertian jejaring sosial
  • jaringan dalam kelompok sosial
  • apa itu jaringan sosial
  • apa yang dimaksud dengan jaringan dalam kelompok sosial

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • jaringan sosial
  • pengertian jaringan sosial
  • jaringan sosial adalah
  • pengertian jaringan dalam kelompok sosial
  • apakah yang dimaksud jaringan dalam kelompok sosial
  • apa yang dimaksud jaringan dalam kelompok sosial
  • pengertian jejaring sosial
  • jaringan dalam kelompok sosial
  • apa itu jaringan sosial
  • apa yang dimaksud dengan jaringan dalam kelompok sosial