Advertisement

Jasa telekomunikasi dikenal di Indonesia dengan adanya sistem teknologi informasi yang menggunakan simbol-simbol suara seperti morse (kentungan, telegram), kemudian berkembang dengan menggunakan simbol-simbol tulisan seperti surat menyurat (biasa, kilat, kilat khusus, cepat terbatas atau patas), selanjutnya berkembang dengan penggunaan bentuk-bentuk telepon statis yang berisi pesan-pesan dengan perbincangan dan juga telepon seluler yang dapat dibawabawa serta dapat menyampaikan pesan secara lisan maupun tulisan yang dikenal dengan istilah layanan pesan singkat (sms singkatan dari short massage service) dan bahkan dapat menyampaikan gambar kondisi individu yang sedang melakukan interaksi (teleconference)

Komunikasi merupakan bagian hidup manusia dalam berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain, bahkan komunikasi adalah kebutuhan dasar manusia dalam hal kebutuhan sosial. Kebutuhan sosial ini pada dasarnya merupakan kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan manusia lainnya dan menjadi hal yang mendasar selain kebutuhan biologis (seperti makan, minum, buang air, berketurunan, dan sebagainya) dan kebutuhan psikologis (seperti perasaan aman, tenteram, adil, sejahtera, dan sebagainya). Salah satu bentuk dari komunikasi adalah hubungan jarak jauh antardaerah yang sering disebut sebagai telekomunikasi. Telekomunikasi yang selama ini dilakukan antara lain berfungsi untuk menjalankan kegiatan usaha atau bisnis;

Advertisement

Berbagai bentuk telekomunikasi dilakukan oleh manusia dalam rangka memudahkan komunikasi jarak jauh agar dapat dijalankan dengan lancar, cepat, dan mudah, sehingga dengan kemampuannya, interaksi antarindividu dapat berjalan dengan baik meskipun dibatasi oleh jarak. Kemampuan ini sangat diperlukan oleh suatu perusahaan agar usaha bisnisnya berjalan baik. Ketepatan waktu dan keakuratan sebuah janji dalam sebuah bisnis memang sangat dibutuhkan sebagai jaminan kepercayaan terhadap orang atau korporat lainnya.

Kegiatan telekomunikasi terus berkembang melalui berbagai media terutama telekomunikasi perteleponan, yang semula hanya menggunakan alat yang dikenal dengan sebutan telepon tetap (fixed telephone), sekarang terus berkembang ke jenis telepon bergerak (mobile telephone) atau lebih dikenal sebagai telepon genggam (handphone) atau telepon seluler (cellphone). Tahun demi tahun perkembangan produksi telepon seluler semakin pesat karena salah satu kelebihannya adalah dapat dibawa kemana-mana dan sangat praktis penggunaannya.

Pada saat ini telepon seluler telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang dianggap penting dan menjadi kebutuhan dasar bagi semua kalangan yang ada dalam masyarakat di daerah perkotaan dengan pola hidup jasa, mulai dari kalangan eksekutif, pedagang, karyawan dan karyawati, bahkan sampai pada anak-anak usia sekolah dan ibu-ibu rumah tangga. Gejala ini semakin meluas dan bahkan banyak yang diposisikannya sebagai bagian dari atribut seseorang. Jika telepon genggam seseorang hilang atau terlupa, maka besarkemungkinannya orang tersebut seakan-akan menjadi tidak berdaya dan cenderung lupa untuk segalanya. Hal ini menggambarkan bahwa dari sudut kepentingan, telepon genggam sudah menjadi bagian dari diri seorang individu sebagai anggota dari masyarakat perkotaan.

Telepon genggam tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga cenderung berfungsi sebagai atribut suatu status sosial. Seseorang yang memakai telepon genggam bermerek, bertipe dan bermodel tertentu, kini dapat menunjukkan kedudukan orang itu pada strata tertentu dalam pelapisan sosial masyarakat. Serupa halnya dengan penggunaan dan atau pemilikan mobil bermerek tertentu yang mengisyaratkan orang tersebut berasal dari kelas tertentu dalam masyarakat. Kondisi ini seakan menjadi tolok-ukur bagi kesuksesan seseorang dalam mengarungi kehidupannya di sebuah kehidupan bermasyarakat.

Gambaran semacam ini sekarang tidak hanya dapat dijumpai di kotakota, tetapi juga sudah menjangkau di pelosok-pelosok desa. Bahkan banyak di antara anggota masyarakat perkotaan memiliki telepon genggam lebih dari satu, masing-masing berfungsi untuk berhubungan dengan bermacam-macam orang atau kelompok orang seperti dengan keluarga, teman dekat, pegawai kantor dan sebagainya.

Telepon genggam pun akhirnya menempati sebuah struktur penggunaan yang pokok dari kehidupan beraktivitas seseorang, sehingga secara berangsurangsur diperlukan aturan-aturan penggunaan telepon genggam dalam setiap pranata sosial masyarakat. Pada saat sekarang sudah mulai diberlakukan aturan tata tertib penggunaan telepon genggam dalam berbagai kesempatan, seperti mematikannya ketika berada di pesawat terbang, dalam acara khotbah, rapat, kuliah, dan sebagainya, meskipun di sana sini masih terdapat pelanggaran yang kurang berarti. Demikianlah dalam perkembangan pemakaian teknologi baru seperti telepon genggam, lahirlah peraturan dalam pranata sosial yang berlaku di masyarakat.

Secara berangsur-angsur, para pengguna di Indonesia dapat menggunakan telepon genggam sesuai dengan aturan, bahkan pada tempat dan kesempatan tertentu, mereka sudah dapat memahami aturan yang ada, dan menjadi bagian dari dirinya. Hal ini tampak dari terwujudnya tindakan sosial ketika pengguna telepon genggam hendak menggunakannya dalam situasi tertentu, yang dirasakan dapat mengganggu orang lain atau dirinya sendiri.

Industri telekomunikasi seluler akan terus berkembang pesat, bahkan pada saat sekarang jumlahnya sudah melampaui jumlah pelanggan telepon tetap (fixed line). Para operator telekomunikasi seluler yang kita kenal seperti Telkomsel, Indosat, Excelcomindo(XL), Telkom Flexi, Mobile-8 (Fren), Bakrie Telcom (Esia) dan Lippo Telecom (NTS) terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggannya dengan cara meningkatkan fasilitas-fasilitas yang diberikan. Industri

ini juga ternyata mempertimbangkan kondisi perkembangan sosial masyarakat yang selalu bergerak dinamis secara vertikal, atau akan mengikuti kecenderungan kehidupan sosial khususnya dalam pencapaian keberhasilan. Dapat diduga bahwa industri telekomunikasi telepon genggam akan semakin cepat berkembang dan sering meningkatkan kemampuan perangkat lunaknya.

Pada dasarnya keberhasilan industri telekomunikasi seluler tergantung pada infrastruktur yang dimilikinya guna memenuhi cakupan (coverage) atau jangkauan layanan. Suatu telepon genggam akan senantiasa dilengkapi dengan beberapa fasilitas agar dapat berfungsi secara cepat, akurat, dan makin luas jangkauannya. Oleh karena itu, pembangunan infrastrukturnya akan semakin banyak dan semakin luas persebarannya, bahkan pelayanannya akan semakin berkualitas. Infrastruktur tersebut ialah BTS (Base Tranceiver Station) yang dilengkapi dengan menara.

Salah satu industri penyewaan menara telekomunikasi pertama di Indonesia adalah perusahaan Indonesian tower. Perusahaan ini juga memberikan kontribusi bagi pengembangan usaha pariwisata di Indonesia, khususnya pariwisata budaya dengan cara memberikan masukan bagi pengembangan menara bersama (<colocation tower), yaitu satu menara yang dipakai secara bersama oleh beberapa operator,sehingga akan berkurang jumlah menara, gangguan pandangan (visual pollution) dan biaya operasional. Untuk mengurangi gangguan visual itu diperlukan menara yang bentuk dan gayanya disamarkan dengan keadaan lingkungan sehingga dapat menyatu secara harmonis dengan lingkungannya. Menara telekomunikasi tersamar (icamouflage tower) diperlukan, baikyang akan dibangun di dalam kota maupun di daerah pelestarian budaya dan pariwisata di luar kota, misalnya dalam bentuk pohon, menara masjid, menara gereja, dan sebagainya.

Incoming search terms:

  • pengertian perusahaan telekomunikasi
  • perusahaan telekomunikasi adalah
  • perusahaan jasa telekomunikasi
  • industri telekomunikasi adalah
  • contoh jasa telekomunikasi
  • maksud dari perusahaan telekomunikasi
  • jasa telekomunikasi
  • deskripsi tentang jasa komunikasi
  • definisi industri telekomunikasi
  • Contoh industri telekomunikasi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian perusahaan telekomunikasi
  • perusahaan telekomunikasi adalah
  • perusahaan jasa telekomunikasi
  • industri telekomunikasi adalah
  • contoh jasa telekomunikasi
  • maksud dari perusahaan telekomunikasi
  • jasa telekomunikasi
  • deskripsi tentang jasa komunikasi
  • definisi industri telekomunikasi
  • Contoh industri telekomunikasi