Advertisement

Jasa transportasi dalam perkembangan sejarahnya mengalami perubahan bentuk di bidang teknologi yang dipakai. Persaingan antarjasa transportasi lebih banyak didasarkan pada bentuk teknologi yang lebih maju dan efisien bagi pengguna jasa itu. Teknologi mengantarkan manusia pada suatu kemudahan dan efisiensi, khususnya waktu dan tenaga, sehingga jdalam konteks jasa transportasi, teknologi ini sangat memengaruhi pola pelayanan yang ada.

Sarana transportasi darat berkembang dari penggunaan hewan kuda, sapi atau kerbau sebagai penarik kereta serta pengangkut barang dan manusia, menuju kepada bentuk sarana transportasi bertenaga mesin seperti: berbagai jenis bus yang mampu mengangkut manusia dalam jumlah banyak, bermacam-macam kendaraan tambang untuk mengantar manusia dan barang menuju pelosok-pelosok jalan yang lebih kecil (oplet, bemo, angkot, sodako, pete-pete, taksi dan sebagainya), berbagai bentuk truk pengangkut barang (tertutup dan terbuka), dan kereta api pengangkut manusia dan barang. Selain itu, ada pula sarana transportasi untuk mengantar orang atau barang seperti becak dan ojek.

Advertisement

Ketika bangsa Belanda datang ke Nusantara, jaringan transportasi darat tidak selancar jalur pelayaran melalui laut dan sungai. Sebagai gambaran laporan dari utusan VOC ke Kerajaan Mataram di Jawa Tengah, menurut Ricklofs van Goens pada 1650-an perjalanan darat dari Semarang ke Mataram sangat sulit, meskipun waktu itu juga sudah ada jalan ke arah Tegal dan Gresik. Orang-orang menggunakan gerobak sapi atau naik kuda sebagai alat transportasi, termasuk juga orang-orang yang berjalan kaki dengan menggunakan pikulan. Seabad kemudian pada 1746 ketika Gubernur Jenderal van Imhoff berkunjung ke Mataram, jarak Semarang-Mataram adalah 5 hari berkereta kuda. Keadaan transportasi di Jawa tidak banyak berubah hingga Gubernur Jenderal H.W. Daendels membangun jalan raya besar (Grote Posweg) sejauh 1.000 km selama tahun 1808-1810, yang menghubungkan Anyer di ujung barat Jawa Barat dan Panarukan di ujung timur Jawa Timur.

Pembukaan jalan raya Daendels ini bukan hanya berakibat pada terbukanya isolasi daerah pedalaman dan berguna untuk strategi pertahanan Pulau Jawa saja, melainkan juga telah menyebabkan kondisi sosial dan ekonomi penduduk Jawa berubah cepat. Angkutan barang, manusia, dan pos menjadi lebih cepat. Jalan raya juga bermanfaat untuk para pedagang perantara yang memanfaatkan jalur jalan untuk kepentingan bisnisnya. Pada waktu itu jarak antara Batavia dan Surabaya dapat ditempuh selama 5 hari dengan kendaraan kereta kuda. Kecepatan transportasi di jalan raya berubah drastis ketika jaringan kereta api masuk ke sebagian wilayah Jawa dan luar Jawa sejak 1860-an. Transportasi dengan kereta api memiliki kecepatan yang berlipat ganda, sehingga jarak Batavia-Surabaya dapat ditempuh dalam waktu semalam saja. Selain itu volume barang dan penumpang yang mampu diangkut juga berlipat ganda dibandingkan kereta kuda.

Sementara itu, untuk kasus di Sumatra Barat, jaringan jalan raya antara Padang dan Medan diselesaikan pada 1900, kemudian pada 1916 dibangun jalan Bukittinggi sampai Pekanbaru, dan pada 1924 dibuka jalur darat dari Sumatra Barat ke Jambi.

Incoming search terms:

  • pengertian transportasi online
  • pengertian jasa transportasi
  • transportasi online adalah
  • definisi transportasi online
  • jasa transportasi adalah
  • contoh jasa transportasi
  • pengertian jasa angkutan
  • Apa yang dimaksud jasa transportasi
  • apa yang dimaksud dengan jasa transportasi
  • apa itu jasa transportasi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian transportasi online
  • pengertian jasa transportasi
  • transportasi online adalah
  • definisi transportasi online
  • jasa transportasi adalah
  • contoh jasa transportasi
  • pengertian jasa angkutan
  • Apa yang dimaksud jasa transportasi
  • apa yang dimaksud dengan jasa transportasi
  • apa itu jasa transportasi