Advertisement

PENGERTIAN JURNALISTIK PEMBANGUNAN – Suatu pemberita­an dan ulasan dalam pers yang mampu menggerak­kan masyarakat untuk berperan serta secara aktif, kreatif, dan konstruktif, dalam upaya pembangunan nasional guna memperbaiki tingkat dan kualitas ke­hidupan bangsa dan negara. Pengertian ini memper­luas rumusan klasik tentang kedudukan dan peranan pers. Surat kabar, majalah, radio, dan televisi, khu­susnya di negara-negara yang sedang berkembang, ti­dak lagi hanya melihat kegiatan pembangunan sebagai salah satu sasaran peliputan, tetapi menjadikannya tumpuan perhatian. Bahkan, pers pembangunan ha­rus dapat memberikan harapan kepada masyarakat akan masa depannya yang cerah, sehingga menum­buhkan dorongan baginya untuk meningkatkan pe­ran sertanya dalam pembangunan.

Konsep jurnalistik pembangunan konon mulai ber­kembang pada awal tahun 1970-an melalui kegiatan kajian yang disponsori oleh Press Foundation of Asia di Manila. Konsep dasar jurnalistik yang meliputi: siapa, apa, di mana, bilamana, mengapa, dan bagai­mana {who, what, where, when, why + how, atau 5W + IH), tetap berlaku. Tetapi, di samping itu, pers juga harus membangkitkan tanggapan positif dari pem­baca.

Advertisement

Seorang wartawan Asia, Alan Chalkley, dalam karya tulisnya yang berjudul A Manual of Develop­ment Journalism (Petunjuk tentang Jurnalistik Pem­bangunan) mengemukakan bahwa wartawan bertugas memberi informasi dengan menyampaikan fakta- fakta, menafsirkan fakta-fakta itu, memberi pengerti­an, kesadaran, serta rangsangan bertindak dalam per­soalan yang menyangkut pelaksanaan pembangunan. Penerapan konsep jurnalistik pembangunan dengan sendirinya berkaitan dengan konsep-konsep pembangunan yang ada. Selain konsep partisipasi rakyat, konsep-konsep itu meliputi pula modernisasi pertani­an, pembangunan yang berwawasan lingkungan, pe­merataan, keluarga berencana, dan sebagainya. Pem­beritaan dan ulasan pers pembangunan harus mengacu pada konsep-konsep pembangunan itu.

Pada tahun 1979, suatu seminar tentang jurnalistik pembangunan di Kuala Lumpur merumuskan sejum­lah pedoman bagi wartawan dalam menerapkan jur­nalistik pembangunan. Menurut hasil seminar itu, wartawan jurnalistik pembangunan harus menjadi agen perubahan untuk keadaan yang lebih baik; war­tawan harus mempraktikkan kebebasan pers dengan tanggung jawab; kejernihan, dan kesederhanaan ha­rus terpancar dalam penyajian berita; wartawan ha­rus memiliki pengetahuan tentang pembacanya, dan membantu rakyat memperoleh kehidupan yang lebih baik. Selanjutnya, seminar itu menyimpulkan bahwa penyajian suatu berita harus mengandung penjelasan, analisis, penafsiran, dan kritik guna membantu pem­baca memperoleh gambaran yang berimbang sehingga mereka dapat membuat kesimpulan yang wajar dan tepat. Mengenai pendapat umum, seminar menge­mukakan bahwa pers pembangunan harus membim­bingnya ke arah konstruktif. Dan, wartawan jurnalis­tik pembangunan menghormati hak memberi infor­masi dan menyampaikan komentar secara adil, serta menghormati hukum/undang-undang, dan menentang ketidakadilan.

Incoming search terms:

  • Jurnalisme pembangunan
  • jurnalistik pembangunan
  • jurnalis pembangunan
  • definisi jurnalistik pembangunan
  • jurnalistik pembangun
  • pengertian jurnalistik pembangunan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Jurnalisme pembangunan
  • jurnalistik pembangunan
  • jurnalis pembangunan
  • definisi jurnalistik pembangunan
  • jurnalistik pembangun
  • pengertian jurnalistik pembangunan