Advertisement

Kabinet yang dibentuk dalam keadaan darurat. Keadaan darurat ini dapat terjadi karena negara dalam keadaan kacau sehingga eksistensi negara terancam, misalnya ketika ibu kota Republik Indonesia diduduki oleh Belanda sekitar akhir tahun 1948 sampai dengan pertengahan tahun 1949. Pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda mulai mengadakan serangan ke Yogyakarta, ibu kota Rl pada masa itu. Serangan dan pendudukan atas Ibu Kota itu mengakibatkan pemerintah tidak dapat menjalankan kewajibannya lagi. Untuk menjaga eksistensi negara RI, Presiden RI Sukarno mengusahakan agar Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI, membentuk Pemerintah Republik Indonesia di Sumatra. Ketika Presiden beserta Wakilnya ditangkap Belanda, Mr. Sjafruddin Prawiranegara membentuk Kabinet Darurat di Sumatra, pada tanggal 19 Desember 1948—13 Juli 1949, dengan susunan sebagai berikut:
– Ketua merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan mewakili urusan Luar Negeri: Mr. Sjafruddin Prawiranegara
– Menteri Luar Negeri: Mr. A.A. Maramis Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan, mewakili urusan Dalam Negeri dan Agama: Mr. Teuku Mohd. Hasan
– Menteri Keuangan dan mewakili Kehakiman: Mr. Lukman Hakim
– Menteri Perburuhan dan Sosial, pembangunan dan Pembangunan, serta Keamanan: Mr. Sutan Rasjid Menteri Pekerjaan Umum dan mewakili Kesehatan: Ir. Sitompul
– Menteri Perhubungan dan mewakili Kemakmuran: Ir. Indratjaja
Pada tanggal 16 Mei 1949, Pemerintah Darurat membentuk Komisariat Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Jawa, yang terdiri atas:
Menteri Kehakiman: Mr. Susanto Tirtoprodjo Menteri P.M.R.: I.J. Kasimo Menteri Agama: K.H. Masjkur Urusan Dalam Negeri: R.P. Suroso

Incoming search terms:

  • kabinet darurat
  • kabinet darurat indonesia

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kabinet darurat
  • kabinet darurat indonesia