Advertisement

PENGERTIAN KAHARINGAN – Kepercayaan asli orang Dayak di Kalimantan, yang didasarkan pada pemujaan roh lelu­hur bercampur unsur-unsur dinamisme dan animisme. Suku bangsa Dayak percaya bahwa lingkungan alam di sekitar tempat tinggal mereka penuh dengan makh­luk-makhluk halus dan roh (ganan) yang berdiam di batu besar, pohon besar, sungai, dan benda tertentu lainnya. Ganan dapat dibagi atas dua golongan, yaitu yang baik dan yang jahat. Roh-roh ini dipercaya dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam hidupnya.

Selain ganan, ada pula suatu golongan makhluk ha­lus yang sangat penting dalam kehidupan orang Da­yak, yaitu liau (dalam bahasa Ngaju) atau roh nenek moyang. Jiwa orang yang meninggal biasanya masih tinggal di sekeliling tempat tinggal manusia, sebelum lambat laun kembali kepada dewa tertinggi (Ranying), yang berdiam di lewu liau (negeri arwah).

Advertisement

Kepercayaan terhadap liau dan ganan terwujud da­lam upacara-upacara keagamaan, seperti upacara ke­lahiran, upacara memotong rambut bayi, upacara membuka ladang, upacara kematian, dsb. Seperti pada suku bangsa lain yang masih sederhana, upacara kematian menurut kepercayaan Kaharingan merupakan hal yang sangat penting, sehingga dilaksanakan mela­lui beberapa tahap dan bersifat potlatch.

Apabila seorang Dayak meninggal, jenazahnya di­masukkan ke dalam raung (Ngaju), yaitupeti mati dari sebatang kayu berbentuk perahu lesung, kemudian dikuburkan. Kuburan ini merupakan kuburan semen­tara, karena beberapa tahun kemudian diadakan upa­cara yang paling penting, yaitu tiwah (dalam bahasa Ma’anyan ijambe). Tulang-belulang dan tengkorak orang yang meninggal digali kembali dan dipindah­kan ke tempat yang tetap berupa bangunan berukir in­dah dari kayu (keriring). Pada masyarakat Ma’anyan tulang-belulang itu dibakar dan kemudian ditem­patkan dalam bangunan yang disebut tambak. Upaca­ra ini melibatkan sejumlah keluarga luas dari bebera­pa kampung, sehingga memakan waktu seminggu atau lebih. Biaya untuk upacara ini biasanya sangat besar, seperti terlihat dari banyaknya kerbau yang di­jadikan kurban. Kerbau dikaitkan pada belontang (pa­tung kayu yang tingginya 3-5 meter) untuk disembe­lih dengan iringan tarian orang di sekelilingnya. Tujuan upacara tiwah adalah untuk mengantar roh yang meninggal ke lewu liau yang abadi.

Dalam berbagai upacara orang Dayak yang meme­gang peranan penting adalah balian, karena dialah yang memimpin upacara dan mampu berhubungan dengan roh-roh halus dan alam gaib. Balian memiliki pengetahuan luas tentang alam gaib dan hafal mantra- mantra yang berisi dongeng dan mitologi dan asal- usul orang Dayak. Mantra-mantra itu biasanya dinya­nyikan sambil menari selama berjam-jam tanpa henti. Selain sebagai pemimpin upacara, balian dapat pula bertindak sebagai shaman untuk mengobati penyakit dan sebagai tukang tenung yang dapat mencelakakan orang lain.

 

PENGERTIAN KAHARINGAN DAYAK – Kaharingan Dayak Maanyan Banua Lima Paju Empat dan Paju Sepuluh, wa­risan budaya spiritual turun-temurun di Kabupaten Tabalong dan Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan. Budaya ini telah lama muncul dan tidak diketahui sia­pa pendirinya. Penanggung jawabnya adalah pembe­kal dan wakil pembekal yang bertugas sebagai peng­hubung dengan pemerintah, dibantu penghulu khusus yang menjadi penghubung urusan spiritual. Selain itu ada penggerak yang terdiri atas dua orang dan bebe­rapa tatua (orang tua) kampung yang berpengalaman. Tatua kampung merupakan penasihat pembekal, penghulu khusus, dan penggerak.

Kaharingan bertujuan mencapai Jketenteraman lahir batin serta kesempurnaan hidup di’dunia dan akhirat. Ajaran diberikan secara lisan, berisikan pembinaan budi luhur, sikap menghormati orang lain dan meno­long sesama. Penghayatan dilakukan di Balai Adat dengan berbagai perlengkapan M(ntuk upacara pema­kaman, kelahiran, membuka hutan, menanam padi, dan usaha penyembuhan orang sakit. Lambang kaha­ringan berupa patung pangayom dan pemersatu yang terdiri atas tiga unsur, yaitu sikap suka memberi, sikap pemurah-pelindung serta pengayom, dan kasih sa­yang ibu. Di Kalimantan Tengah terdapat Kaharingan Dayak Luwangan Stangkai, Toyo, Kaharingan Dayak Maanyan Hyang Piumbang.

Incoming search terms:

  • pengertian kaharingan
  • bahasa dayak kaharingan
  • dayak kaharingan
  • Arti dayak
  • apa yang dimaksud dengan kaharingan
  • apa yang dimaksud kaharingan
  • arti kaharingan
  • kaharingan adalah
  • maksud dari kaharingan
  • arti dari kaharingan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian kaharingan
  • bahasa dayak kaharingan
  • dayak kaharingan
  • Arti dayak
  • apa yang dimaksud dengan kaharingan
  • apa yang dimaksud kaharingan
  • arti kaharingan
  • kaharingan adalah
  • maksud dari kaharingan
  • arti dari kaharingan