PENGERTIAN KAPITALISME INDUSTRI SEJAK AKHIR ABAD XIX – Pada seperempat terakhir abad xix, ekonomi-dunia kapitalis didominasi oleh empat masyarakat pusat: Amerika Serikat, Inggris raya, Jerman, dan Perancis (Chirot, 1986). Keempat masyarakat ini merupakan masyarakat yang paling terindustrialisasi (industrialized) dan paling mengkota (urbanized) di dunia. Pada 1900 secara kolektif mereka menghasilkan kira-kira tiga perempat dari semua arang-barang buatan di dunia, walaupun hanya berpenduduk sekitar seperdelapan dari seluruh penduduk dunia (Chirot, 1977). Menurut Daniel Chirot (1986), keanggotaan pusat kapitalis juga dikuasai oleh lima masyarakat lainnya: Belanda, Belgia, Swiss, Swedia, dan Denmark. Kelima masyarakat ini sebetulnya secara ekonomis dibayang-bayangi oleh empat pusat kekuatan pokok itu. Wilayah semi pinggiran pada saat ini terdiri dari Spanyol, Austria-Hungaria, Italy, Rusia, dan Jepang (Chirot, 1986). Wilayah pinggiran terdiri dari Portugal, Cina, Kerajaan Ottoman, negara 2 Eropa Timur, dan semua atau hampir semua Amerika Latin, Asia, dan Afrika. Dunia kapitalisme setelah abad xx mempunyai sejumlah ciri-ciri sangat penting yang tidak dapat dipandang remeh. Salah satunya ialah turunnya pamor Inggris secara relatif dalam ekonomi-dunia dan kenaikan relatif beberapa bangsa lain, terutama Amerika Serikat. Beaud (1983) menulis bahwa peran Inggris dalam produksi dunia industri jatuh dari 32 persen di 1870 menjadi 14 persen menjelang perang dunia I, dan mencapai 9 persen pada 1930. Pada saat yang sama peran Amerika Serikat dalam produksi dunia meningkat. Pada 1870 Amerika Serikat menghasilkan 23 persen barang-barang dunia, menjelang perang dunia I menghasilkan 38 persen; dan menanjak hingga 42 persen pada tahun 1942. Pada awal abad xx Amerika Serikat sama sekali telah menggantikan Inggris sebagai pusat kekuatan terpenting dunia.

Ciri penting lain dari dunia kapitalisme saat ini ialah mulai masuknya satu fase baru ke dalam perkembangan kapitalis, yakni apa yang telah sering diistilahkan dengan kapitalisme monopoli. Di bawah kapitalisme monopoli, ciri persaingan kapitalisme menjadi sangat berkurang seiring dengan pertumbuhan persekutuan kapitalis dalam ukuran dan pemusatan modal. Persekutuan besar mulai mendominasi pasar dan menggusur para produsen kecil dengan menjatuhkan mereka secara ekonomis. Biasanya persekutuan beberapa raksasa mendominasi pasar untuk aneka industri. Beaud menyimpulkan adanya kecenderungan terpusatnya modal dalam tangan segelintir persekutuan pada masa ini (1983: 136-137): Dimana-mana, ukuran rata-rata kemantapan bisnis dan perserikatan industri meningkat …. Pada masa krisis, penggabungan mengambil tempat yang meng-untungkan perusahaan yang paling kuat;isehingga selama periode 1880-1918 di Inggris, 655 perusahaan “menghilang” menjadi 74 perusahaan gabungan.

Lepas dari semua itu, terjadi pemusatan modal yang belum pernah terjadi sebelum ini, di bawah kendali seorang kapitalis atau keluarga; trust atau kelompok dengan sangat cepat mendominasi seluruh sektor industri dalam masyarakat, terutama di Amerika Serikat dan Jerman. Di Amerika Serikat pada tahun 1908, tujuh trust terbesar memiliki atau menguasai 1.638 perusahaan. Pada tahun 1900 persentase penguasaandiwakili oleh trust yang meliputi 50 persen produksi tekstil, 54 persen dari industri gelas, 60 persen dari industri buku dan kertas, 62 persen dari industri makanan, 72 persen dari industri logam non besi, 81 persen industri kimia, dan 84 persen industri besi dan baja. Di sini termasuk perusahaan-perusahaan semacam United States Steel Corporation yang didirikan oleh JP Morgan dan JD Rockefeller, yang pada tahun 1870 hanya menguasai 4 persen minyak Amerika tapi pada tahun 1879 menguasai 90 persen, dan pada 1904 menguasai 85 persen bisnis dalam negeri dan 90 persen bisnis ekspor. Di Jerman kerajaan industri Krupp mempekerjakan 7.000 pekerja pada tahun 1873, dan 78.000 pada tahun 1913; industri listrik AEG melalui proses pemusatan yang menakjubkan, pada tahun 1911 menguasai 175 hingga 200 perusahaan, dan mempekerjakan lebih dari 60.000 pekerja. Lahirnya kapitalisme monopoli juga dicirikan oleh kenaikan penanaman modal asing oleh bangsa kapitalis pusat. Investasi asing menjadi empat kali lipat di Inggris mulai sejak awal 1890an hingga awal 1910an. Di Jerman, investasi-investasi semacam ituberlipat dua antara 1883 dan 1893, dan berlipat dua lagi antara 1893 dan 1914. Di Prancis, terdapat tiga kali lipat antara 1880 dan 1914 (Beaud, 1983). Sekitar separuh dari investasi asing kekuatan pusat dibuat di luar Eropa dan Amerika Utara. Amerika Latin terhitung sekitar 19 persen, Asia sekitar 16 persen, Afrika sekitar 9 persen, dan Oseania sekitar 5 persen (Beaud, 1983).

Pada pertengahan abad xx, ekonomi dunia kapitalis telah melahirkan sebuah unit ekonomi yang baru yaitu perusahaan multinasional (Barnet dan Muller, 1974). Perusahaan multinasional yang sekarang merupakan entitas ekonomi pusat dalam dunia kapitalisme (Bornschier dan Chase-Dunn, 1985). Sebuah perusahaan multinasional adalah perusahaan yang mempunyai ca-bang-cabang produksi pada lebih dari satu negara. Jauh sebelum perusahaan semacam ini lahir, para kapitalis menjual produksi mereka dalam pasar dunia, tapi kelahiran perusahaan multinasional menandai munculnya produksi internasional. Kepentingan terbesar dari perusahaan multinasional dapat dilihat dari perbandingan penjualan mereka dengan hasil kotor nasional (GNP) beberapa negara kecil di Eropa (Heilbroner, 1972). Misalnya, pada akhir dasawarsa 1960 General Motors mempunyai tingkat penjualan melebihi GNP negara Belgia, Swiss, Denmark, Austria, Norwegia, Yunani, dan Portugis. Mirip dengannya, hasil penjualan Standard Oil di New Jersey melebihi GNP semua negara ini kecuali Belgia dan Swiss. Perusahaan multinasional hanya merupakan rangkaian akhir dari strategi yang digunakan para kapitalis dalam proses historis akumulasi modal. Dengan internasionalisasi produksi, pdra kapitalis mampu menyelesaikan hamb atan-hambatan tertentu yang mengganggu kegiatan akumulasi mereka. Salah satu hambatan itu ialah keberadaan tarif impor. Dengan menempatkan cabang perusahaan mereka di dalam negara asing, para kapitalis mampu menghasilkan dan menjual produk mereka secara langsung di dalam negara itu dan menghindari ongkos tarif masuk. Dalam sistem dunia kapitalis sekarang kekuatan pusat terbesar ialah Amerika Serikat, Jerman Barat, Prancis, dan Jepang. Walaupun Amerika Serikat masih memimpin kekuatan pusat, dominasinya tidak sebesar semula. Sebagian besar negara Eropa Barat, Kanada, dan Australia juga menjadi anggota pusat. Kekuatan semi pinggiran pada pokoknya meliputi negara-negara Eropa seperti Spanyol, Italia, dan Yunani; beberapa negara yang agak maju, seperti Argentina, Venezuela, Afrika Selatan, dan Taiwan; dan negaranegara OPEC kaya yang belum begitu maju di Afrika, Asia, dan Amerika Latin (lihat Gambar 8.2). (Bab berikut akan memperlihatkan suatu tinjauan yang seksama tentang negara kapitalis pinggiran dan semi pinggiran kontemporer, dengan suatu pandangan untuk menjelaskan ketertinggalan rendah mereka dalam perkembangan ekonomi).

Filed under : Bikers Pintar,