PENGERTIAN KARAKTERISTIK GANGGUAN AUTISTIK – Sejak pertama kali diketahui, gangguan autistik telah memiliki aura yang agak mistis. Sindrom tersebut diidentifikasi pada tahun 1943 oleh seorang psikiater di Harvard, Leo Kanner, yang suatu saat dalam pelaksanaan pekerjaan klinisnya mengamati bahwa sebelas anak yang mengalami gangguan menunjukkan perilaku yang tidak ditemukan pada anak-anak dengan retardasi mental atau skilzofrenia. Ia menamai sindrom tersebut autisme infantil dini karena ia mengamati bahwa “sejak awal terdapat suatu kesendirian autistik ekstrem yang, kapan pun memungkinkan, tidak memedulikan, mengabaikan, menutup diri dari segala hal yang berasal dari luar dirinya”.

Kanner menganggap kesendirian autistik merupakan simtom fundamental. Ia juga menemukan bahwa sejak awal kehidupan mereka kesebelas anak tersebut tidak mampu berhubungan dengan orang lain secara wajar. Mereka memiliki keterbatasan yang parah dalam bahasa dan memiliki keinginan obsesif yang kuat agar segala sesuatu yang berkauan dengan mereka tetap persis sama. Terlepas dari deskripsi awal oleh Kanner dan yang lain, gangguan tersebut tidak dimasukkan dalam

diagnostik resmi hingga terbitnya DSM-III pada tahun 1980. Penerimaan resmi diagnosis autisme tertunda karena kebi-ngungan yang terjadi dalam klasifikasi gangguan serius yang berawal di masa kanak-kanak. DSM-II menggunakan diagnosis skizofrenia di masa kanak-kanak untuk kondisi tersebut, menganggap bahwa autisme hanyalah bentuk skizofrenia pada orang dewasa dengan onset dini, namun bukti yang ada mengindikasikan bahwa skizofrenia dengan onset kanak-kanak dan autisme merupakan dua gangguan yang berbeda. Meskipun penarikan diri dari kehidupan sosial dan afek yang tidak sesuai yang terlihat pada anak-anak autistik tampaknya sama dengan simtom-simtom negatif skizofrenia, anak-anak autistik tidak mengalami halusinasi dan delusi dan, di atas semuanya, tidak mengalami skizofrenia ketika dewasa. Lebih jauh lagi, orang-orang yang menderita autisme tidak memiliki prevalensi skizofrenia yang lebih tinggi dalam keluarga mereka, sebagaimana yang terjadi dalam keluarga anak-anak dan orang dewasa yang menderita skizofrenia. Berbagai karakteristik lain yang berhubungan dengan autisme, namun tidak dengan skizofrenia, termasuk rasio laki-laki-perempuan yang lebih tinggi (lebih banyak anak laki-laki yang menderita autisme dibanding anak-anak perempuan), onset di masa bayi atau masa kanak-kanak awal, dan disertai retardasi mental dan kejang-kejang epileptik.

Gangguan autistik berawal di masa kanak-kanak awal dan dapat terlihat pada bulan-bulan awal usia anak. Gangguan ini jarang terjadi dalam populasi umum, pada 2 hingga 5 bayi dalam 10.000, atau 0,05 persen dari jumlah kelahiran. Untuk meletakkan ini dalam perspektif, ingat bahwa prevalensi skizofrenia diperkirakan sedikit di bawah 1 persen, hampir 20 kali lebih besar dari autisme. Berbagai studi menunjukkan bahwa jumlah anak laki-laki yang menderita autisme sekitar empat kali lebih besar dari anak-anak perempuan. Karena berbagai sebab yang masih belum diketahui, terjadi peningkatan yang sangat insiden autisme selama 25 tahun terakhir—sebagai contoh hampir sebesar 300% di California. Autisme terjadi di semua kelas sosioekonomi dan kelompok etnis dan ras.

Sebagian untuk mengklarifikasi perbedaan autisme dengan skizofrenia, DSM-III memperkenalkan (dan dipertahankan dalam DSM-III-R, DSM-IV, dan DSM-IV-TR) istilah gangguan perhembangan pervasif. Istilah ini menekankan bahwa autisme mencakup abnormalitas serius dalam proses perkembangan itu sendiri sehingga berbeda dengan berbagai gangguan jiwa yang berawal di masa dewasa. Dalam DSM-IV-TR gangguan autistik hanyalah salah satu dan beberapa gangguan perkembangan pervasif; yang lain adalah gangguan Rett, gangguan disintegratif pada masa anak, dan gangguan Asperger.

• Gangguan disintegratif di masa kanak-kanak terjadi pada anak-anak yang mengalami perkembangan normal pada dua tahun pertama usianya yang kemudian diikuti dengan hilangnya keterampilan sosial, bermain, bahasa, dan motorik secara signifikan. Abnormalitas dalam interaksi sosial dan komunikasi, dan munculnya perilaku stereotip sangat sama dengan yang terjadi pada autisme.

• Gangguan Asperger sering kali dianggap sebagai bentuk autisme ringan. Hubungan sosial kurang dan perilaku stereotip intens dan rigid, namun bahasa dan intelegensi tetap normal.

Filed under : Bikers Pintar,