Advertisement

PENGERTIAN KARMA – Secara harfiah berarti perbuatan, tindakan, atau kegiatan. Dalam agama Budha, karma berarti perbuatan yang disertai kehendak (cetano) serta fak­tor batin lainnya. Karma meliputi semua perbuatan, baik yang dilakukan tubuh, ucapan maupun pikiran. Perbuatan seperti itu akan menghasilkan buah atau akibat perbuatan (vipaka atau phala) dan kelahiran kembali. Dengan demikian karma tidak sama dengan akibat perbuatan atau nasib seseorang atau sekelom­pok orang atau bahkan suatu bangsa. Sering muncul penafsiran bahwa suatu karma dapat diwariskan kepa­da orang lain. Dalam agama Budha pandangan demi­kian tidak berlaku. Dikatakan bahwa pemilik karma adalah para makhluk; mereka mewariskan karma ma­sing-masing; karma menjadi rahim bagi kelahiran mereka, karma menjadi teman dan tempat berlindung. Apa pun karma yang diperbuat, baik atau buruk, me­rekalah pewarisnya.

Dipandang dari sudut lain, perlu diperhatikan bah­wa dalam agama Budha karma bukanlah penentu ber­bagai hal dalam kehidupan manusia. Teori kejadian bersyarat (Paticca Samuppada) menunjukkan bahwa karma hanya salah satu kondisi yang mensyaratkan munculnya suatu kejadian. Karena itu untuk mema­hami doktrin karma secara tepat diperlukan pema­haman konsepsi ketanpaintian dan kejadian bersyarat yang baik.

Advertisement

Sementara itu, untuk kepentingan analisis dan pe­mahaman, ada usaha mengklasifikasikan berbagai je­nis karma yang terjadi. Ada empat klasifikasi karma yang disebutkan dalam berbagai literatur agama Bu­dha, dikelompokkan berdasarkan waktu masaknya, fungsinya, prioritas masaknya, dan tempat masaknya. Menurut waktu masaknya, karma dapat berbuah da­lam kehidupan sekarang, dalam kelahiran berikutnya, dan menanti untuk berbuah dalam kelahiran yang akan datang. Tetapi, bila selama itu ketiga jenis karma ini tidak memiliki pendukung atau terlalu lemah atau tidak mempunyai kesempatan menjadi masak, karma tidak akan menghasilkan apa-apa. Karma demikian disebut ahosi-karma atau karma tidak berakibat.

Menurut fungsinya, karma dibedakan menjadi kar­ma berfungsi regeneratif atau produktif, karma bersi­fat mendukung masaknya karma lain atau memelihara buah karma lain, karma bersifat menekan masaknya karma lain, dan karma berfungsi menghancurkan kar­ma lain yang lebih lemah dan memunculkan akibat sendiri. Karma reproduktif mengakibatkan muncul­nya lima agregat kehidupan pada kelahiran kembali atau selama berlangsung suatu kehidupan.

Prioritas masaknya karma ditentukan oleh kehadir­an karma berat, karma kebiasaan, karma mendekati kematian, dan karma simpanan. Karma berat dan kar­ma kebiasaan akan berbuah lebihcepat daripada kar­ma ringan dan yang jarang dilakul^n. Karma yang mendekati kematian seseorang, antara lain diakibat­kan oleh karma sebelumnya atau pertanda kelahiran berikutnya menghasilkan kelahiran kembali. Bila ke­tiga jenis karma ini tidak hadir jpada saat menjelang  kematian seseorang, karma simpanan akan meng­hasilkan kelahiran kembali.

Tempat kelahiran berikutnya bergantung pada per­imbangan jenis karma baik (kusala-karma) atau karma buruk (akusala-karma) yang pernah dilakukan Karma baik mendorong kelahiran kembali di alam manusia atau alam yang lebih luhur, sedangkan karnr buruk mendorong kelahiran kembali di alam-ai^! rendah, seperti alam binatang, setan, dll.

Karma buruk dipandang bermula pada tiga kondisi yaitu ketamakan (lobha), kebencian (dosa), dan dangan sesat (moha). Sebaliknya, karma baik bermuf pada sifat tak mementingkan diri, cinta-kasih, danbj jaksana. Kondisi ini sering disebut akar atau, daW bahasa Pali, mula.

 

 

PENGERTIAN KARMA – Dari kata Sanskerta kri yang berarti berbuat, bertindak, atau bekerja, adalah doktrin keria agama Hindu. Setiap kerja akan membuahkan hasil-hasil kerja atau karma disebut karmaphala. Kerja buruk membuahkan hasil buruk; kerja mulia membuahi kan hasil mulia. Tanpa kerja kehidupan sehari-sehari tidak dapat terlaksana, karena itu bekerjalah tanpa menghitung hasilnya. Demikian doktrin kerja yang diajarkan dalam kitab suci Bhagawadgita.

Bhagawadgita menjelaskan bahwa kerja diabdikan demi kerja itu sendiri berdasarkan kemampuan, Bidang tugas dan profesi, yang pada hakikatnya adalah persembahan kepada Hyang Widhi, Tuhan Yang Ma­ha Esa. Dialah yang memperhitungkan hasilnya seba­gai karmaphala.

 

Incoming search terms:

  • pengertian karma
  • definisi KARMA
  • arti karma
  • defenisi karma
  • karma adalah
  • karma apa yang diperbuat
  • penertian karma
  • pengertian kharma
  • pengertiankarma

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian karma
  • definisi KARMA
  • arti karma
  • defenisi karma
  • karma adalah
  • karma apa yang diperbuat
  • penertian karma
  • pengertian kharma
  • pengertiankarma