regimes (kawasan)

Kawasan adalah suatu area di permukaan bumi yang relatif homogen dan berbeda dengan sekelilingnya berdasarkan beberapa kriteria tertentu. Definisi dan deskripsi tentang kawasan menjadi perhatian utama para ahli demografi pada pertengahan abad ke-20, yang menginterpretasikan peran mereka di dalam pembagian kerja akademis yang menyebabkan pembedaan wilayah yang mencirikan permukaan bumi. Dengan demikian selama beberapa dekade geografi kawasan menjadi inti disiplin ini: “geografi kawasan adalah bagian yang vital dan tidak terpisahkan dari pokok bahasan tersebut:…. bagi para pembaca umumnya selalu merupakan geografi par excellence” (Wooldridge dan East 1958: 141).

Praktek geografi kawasan melibatkan upaya menyeleksi kriteria yang menjadi dasar bagi delimitasi kawasan, menerapkan kriteria tersebut dalam bidang ini, dan kemudian mendeskripsikan kelompok dalam setiap kawasan. Pendeskripsian ini mencakup upaya mensintesis hasil-hasil penyelidikan sistematis dari berbagai fenomena yang membentuk berbagai kandungan kawasan, dan Wooldridge (1956: 53) menyatakan bahwa tugas ahli geografi adalah menyatukan “berbagai untaian yang saling terpisah dari kajian-kajian sistematis dan aspek-aspek geografis dari disipin-disiplin lain ke dalam suatu kesatuan yang koheren dan terfokus, untuk melihat sifat-sifat dan perkembangannya, fisik dan kepribadian sebagai unsur sangat berhubungan dan interdependen di kawasan-kawasan tertentu”. Definisi geografi sebagai disiplin yang melakukan sintesis ini tergantung pada berbagai disiplin lain dalam mendapatkan data-data mentah.

Kriteria bagi definisi kawasan ini, dan bentuk yang mewadahi sintesis disiplin ini dalam deskrip¬si kawasan, membangkitkan perdebatan yang sengit. Bagi sebagian besar penulis, lingkungan fisik adalah kunci menuju pemahaman kawasan, dan banyak definisi dan deskripsi kawasan didasari pemikiran determinisme lingkungan, yaitu bahwa aktivitas manusia sangat dikondisikan, jika bukan ditentukan, oleh konteks fisiknya. Beberapa penulis membedakan antara “kawasan alamiah”, di mana yang menjadi kriteria pembatasnya adalah karakteristik itu semata, dan “kawasan geografis”, yang karakternya mencerminkan respons manusia terhadap lingkungan. Sebagian penulis lain malah berpandangan lebih jauh, dan mengumpamakan kawasan sebagai sebuah organisme.

Geografi kawasan dibangun di atas konsep kawasan sebagai sebuah unit spasial yang homogen: sebagai inti dari disiplin, konsep ini tampil sebagai kajian tentang bagaimana bagian-bagian bumi begitu beragam akibat distribusi yang tidak merata dari fenomena alam dan manusianya (termasuk interaksi antara keduanya). Berbagai jenis kumpulan fenomena berada dalam berbagai wilayah, menciptakan kawasan-kawasan, sehingga kajian kawasan menyoroti pembentukan kumpulan-kumpulan tersebut dan menguraikan ciri- ciri khas berbagai bagian dunia.

Kawasan pada gilirannya dipandang sebagai sebuah entitas sarana pedagogis yang penting, dan banyak karya geografi menggambarkan variasi spasial melalui deskripsi-deskripsi kawasan: termasuk dalam kategori ini adalah buku-buku teks penting yang membahas wilayah-wilayah berskala benua atau sub-benua. Sementara karya yang lain mengkritik kajian ini karena “berusaha meletakkan perbatasan yang sebenarnya tidak eksis di seputar wilayah yang tidak penting” (Kimble 1951: 159).

Pandangan di atas diterima cukup luas pada akhir tahun 1950-an, dan dominasi geografi kawasan atas praktek geografi mulai mendapat tantangan dari mereka yang tertarik pada pan-dangan alternatif terhadap disiplin ini sebagai ilmu spasial. Geografi kawasan dikecam karena telah disalahpahami dan dipraktekkan secara salah sehingga reputasinya pun tenggelam dengan cepat kendati konsep kawasan tetap dipertahankan dalam fungsi baru untuk memberi batasan pada wilayah-wilayah homogen untuk praktek analisis spasial.

Meski saat ini amat jarang dipakai sebagai aktivitas riset, geografi kawasan tetap mendapat dukungan dari kelompok yang mengidentifikasi peran pedagogis untuk deskripsi kawasan sebagai cara-cara mentransmisikan pengetahuan tentang diferensiasi kewilayahan, yang tugasnya lebih bersifat ” populer dan edukasional daripada praktis atau profesional sempit” (Paterson 1974: 21).; malahan, seorang ahli geografi AS yang terkenal mengklaim bahwa geografi kawasan adalah “bentuk tertinggi dari derajat seni seorang ahli geografi”, yang melibatkan produksi “deskripsi evokatif yang memberi jalan bagi pemahaman dan apresiasi terhadap berbagai tempat” (Hart 1982: 2).

Fokus yang makin tertuju pada tempat (lokal, lokalitas, kawasan) di dalam karya geografis telah menggaungkan semacam panggilan bagi studi kawasan. Kawasan dalam konteks ini adalah lingkungan yang berubah yang di dalamnya hubungan sosial ditempa dan ditempa-ulang, dan individu-individu disosialisasikan dan diresosialisasikan, artinya, kawasan adalah tatanan-tatanan lokal tempat proses global diputar.

Incoming search terms:

  • pengertian kawasan
  • kawasan adalah
  • pengertian kawasan menurut para ahli
  • definisi kawasan
  • arti kawasan
  • apa yang dimaksud dengan kawasan
  • apa yang dimaksud kawasan
  • apa itu kawasan
  • pengertian kawasan adalah

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian kawasan
  • kawasan adalah
  • pengertian kawasan menurut para ahli
  • definisi kawasan
  • arti kawasan
  • apa yang dimaksud dengan kawasan
  • apa yang dimaksud kawasan
  • apa itu kawasan
  • pengertian kawasan adalah