PENGERTIAN KEBUDAYAAN, SUB-KULTUR DAN BUDAYA TANDINGAN

50 views

PENGERTIAN KEBUDAYAAN, SUB-KULTUR DAN BUDAYA TANDINGAN – Istilah kebudayaan (culture) biasanya digunakan untuk menyebut seluruh cara hidup suatu masyarakat yang dipandang sebagai sebuah keutuhan. Namun, dalam sistem sosio-kultural masyarakat yang sangat kompleks, seperti masyarakat industrial Barat, penting untuk mengakui sifat pola-pola budaya yang beragam yang ada dalam masyarakat tersebut. Untuk alasan ini, para sosiolog mengembangkan konsep sub-kultur dan budaya tandingan.

Sub-kultur adalah budaya yang lebih kecil yang ada dalam kerangka kebudayaan yang lebih besar. Anggota sub-kultur mengikuti pola budaya khas yang dalam beberapa hal berbeda dengan budaya yang ada dalam kerangka budayanya yang lebih besar, namun pada saat yang sama umumnya menerima dan mengikuti pola budaya yang lebih besar. Para mahasiswa Amerika, misalnya, membentuk sebuah sub-kultur dalam arti bahwa mereka bertindak dan berpikir dengan cara yang berbeda dalam beberapa hal dari kebudayaan Amerika sebagai sebuah keseluruhan. Kelompok-kelompok etnis yang beragam dalam masyarakat industrial yang kompleks — kelompokkelompok yang dibedakan atas dasar asal budaya dan suku bangsa — memperlihatkan pola-pola subkultur yang berbeda karena mereka mengikuti cara berpikir dan bertindak yang agak unik. Para profesor, dokter, penambang minyak dan atlet profesional juga membentuk perbedaan-perbedaan subkultur tertentu, perbedaan-perbedaan ini muncul karena perbedaan pekerjaan. Banyak sub-kultur yang lain terdapat dalam masyarakat yang kompleks, tentu saja, dengan dipengaruhi berb agai faktor, seperti ras, agama, wilayah dan kelas sosial yang berfungsi sebagai kriteria penting untuk pembedaan sub-kultural.

Sebagaimana sub-kultur, budaya tandingan memiliki pola budaya berbeda yang ada dalam kebudayaan yang lebih luas. Namun, berbeda dengan subkultur, anggota budaya tandingan biasanya tidak mengikuti pola budaya yang dominan. Sebagai gantinya, budaya tandingan cenderung didasarkan atas perlawanan terhadap, atau penolakan terhadap pola yang dominan tersebut. Sebagian budaya tandingan pada dasarnya bersifat revolusioner sehingga mereka dianggap sebagai usaha melakukan perubahan fundamental dalam kebudayaan yang dominan. Namun, kebanyakan budaya tandingan tidak diilhami oleh maksud-maksud revolusioner semacam itu, sebaliknya , mereka pada umumnya merupakan lingkaran terorganisasi yang menarik diri dari arus utama kehidupan budaya. Dalam kategori ini dapat dimasukkan kelompok-kelompok seperti “beatnik” pada tahun 1950-an dan “hippies” pada tahun 1960-an. Salah satu budaya tandingan yang paling baru muncul di masyarakat barat adalah kelompok “berambut punk” pada tahun 1980-an.

1. Evolusi biologis adalah proses di mana organisme memperoleh bahan-bahan genetik yang memungkinkannya untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan tertentu. Evolusi terjadi melalui efek selektif lingkungan terhadap mutasi-mutasi gen. Kebanyakan mutasi berefek negatif terhadap organisme dan secara selektif dieliminir melalui kematian dan sterilisasi organisme yang mengandungnya. Namun, mutasi-mutasi yang men&ntungkan secara selektif dilindungi karena organisme yang mengandungnya secara diferensial lebih mampu bertahan hidup. Ketidaksamaan organisme yang lebih mampu bertahan hidup dengan yang tidak mampu bertahan hidup dikenal sebagai seleksi alam.

2.Manusia pertama dikenal dengan australopithecine. Mereka berkembang lebih dari tiga juta tahun yang lalu di Afrika bagian selatan dan timur. Homo Erectus adalah species manusia berikutnya. Makhluk ini lebih besar dan lebih kasar dari australopithecine, dan mempunyai kapasitas tengkorak yang lebih besar (dan dengan demikian lebih cerdas) dan ditemukan dalam rentang lingkungan yang lebih luas. Kirakira 110.000 tahun yang lalu berkembang Neandertals. Hominid ini telah mencapai tingkat kecerdasan yang secara essensial sejajar dengan manusia modern, dan telah mengembangkan banyak cara penggunaan alat dan kebudayaan. Manusia modern — homo sapiens sapiens muncul sekitar 35.000 tahun yang lalu.

3.Perkembangan paling penting dalam evolusi manusia adalah transisi menjadi postur berdiri tegak dan berjalan di atas dua kaki, dapat menggunakan alat, dan peningkatan yang banyak sekali dalam ukuran besar dan kompleksitas otaknya.

4.Prestasi besar lain dalam evolusi manusia adalah perkembangan komunikasi simbolik dan bahasa. Sementara makhluk lain berkomunikasi dengan menggunakan tanda-tanda, manusia berkomunikasi dengan menggunakan simbol-simbol, atau suara dan gerak isyarat yang bersifat arbitrer, dipelajari dan disebarkan secara sosial. Sistem simbol yang kompleks membentuk bahasa, banyak ilmuwan sosial yang berspekulasi tentang asal-usul bahasa dalam evolusi manusia, tetapi terdapat perbedaan yang masih luas tentang kapan dan bagaimana bahasa berkembang dari sistem tanda yang lebih awal.

5.Signifikansi utama bahasa bagi manusia adalah bahwa bahasa memungkin-kanberkembangnyabudaya. Walaupun sebagian makhluk hidup lainnya telah memiliki bentuk-bentuk awal kebudayaan yang disebut dengan protoculture, hanya manusia yang mempunyai kebudayaan yang sesungguhnya, atau sistem peralatan yang kompleks, pengetahuan, dan mempelajari serta mengikuti pola-pola berpikir dan bertindak yang kompleks. Banyak species makhluk hidup bermasyarakat, tetapi hanya manusia yang hidup dalam sistem sosio-kultural atau masyarakat yang terorganisir secara kultural.

6.Kebudayaan adalah prestasi manusia yang mempunyai signifikansi adaptif yang sangat besar. Ia memungkinkan manusia memecahkan sejumlah besar jumlah dan ragam masalah hidup. Kebudayaan sekarang telah menggantikan biologi sebagai alat utama adaptasi manusia. 7.Transmisi kebudayaan dari satu generasi ke generasi lain dikenal dengan proses sosialisasi. Sosialisasi adalah bagian fundamental dari seluruh pengalaman manusia, namun sosiolog makro dapat menjelaskan sedikit tentang struktur masyarakat yang lebih besar dan transformasi masyarakat berjangka panjang dengan memanfaatkan konsep ini. Sosialisasi sebenarnya adalah penghubung antara berbagai generasi, dan disamping dapat menerangkan sesuatu, sosialisasi sendiri harus dijelaskan. Sosialisasi adalah transmisi kebudayaan yang telah ada, dan yang paling ingin diketahui oleh sosiolog makro adalah bagaimana dan kenapa jenis kebudayaan tertentu muncul pada pertama kalinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *