PENGERTIAN KELOMPOK LOKAL DAN KELOMPOK KETURUNAN ADALAH – Dua ciri sistem kekerabatan yang paling penting adalah: aturan tempat tinggal (residence) dan aturan keturunan (descent). Semua masyarakat menggunakan kriteria itu untuk mengorganisasi individu-individu ke dalam berbagai tipe kelompok kekerabatan. Aturan-aturan tempat tinggal menentukan siapa yang harus tinggal dengan siapa sesudah kawin. Aturan-aturan itu menetapkan kelompok-kelompok lokal, atau kelompok anggota kerabat yang bekerja sama dalam melakukan kegiatan-kegiatan rumah tangga dan cli luar rumah tangga (extradomestic). . Dalam sistem tempat tinggal ini, para suami membawa istri mereka ke rumah untuk tinggal bersama dalam rumah tangga ayah si suami . Matrilokalitas adalahjauh kurang umum, yang meliputi hanya 13 persen dari praktek tempat tinggal dari sampel sebanyak 857 kebudayaan. Dengan matrilokalitas, para istri membawa suami mereka ke rumah untuk tinggal bersama dalam rumah tangga keluarga luas. Yang lebih jarang tetapi menarik adalah praktek avunkulokalitas. Dalam sis tem ini, tempat tinggal adalah dengan saudara pria ibu si suami. Sementara praktek ini tampaknya agak ganjil pada pandangan sepintas lalu, sesungguhnya dapat diperlihatkan memang masuk akal apabila kondisi-kondisinya terungkapkan. Beberapa masyarakat tidak membatasi tempat tinggal marital secara khusus ke kelompok-kelompok kerabat istri ataukah suami. Jadi timbullah praktek bilokalitas, suatu sistem di mana pasangan nikah itu berganti-ganti tinggal di antara kelompok kerabat suami dan istri. Ambilokalitas teijadi bila pasangan nikah itu mempunyai pilihan tinggal dalam kelompok suami ataukah istri. Suatu praktek tempat tinggal yang jarang tapi menarik ialah natolokalitas. Menurut pengaturan ini, suami dan istri tidak tinggal bersama, tetapi tetap tinggal di rumah tangga kelahirannya (yakni, rumah tangga tempat kelahiran mereka). Akhirnya ada sistem-sistem tempat tinggal yang paling familiar bagi anggota-anggota masyarakat industri Barat: neolokalitas. Dalam sistem ini, pasangan nikah membentuk suatu rumah tangga sendiri yang bebas. Sementara tempat tinggal neolokalitas kadang-kadang dijumpai dalam masyarakat pra-industri, tapi paling sering dijumpai pada masyarakat tipe industri.

Berlawanan dengan aturan tempat tinggal, aturan-aturan keturunan menetapkan jaringan luas individu-individu yang bertalian secara genealogis, di mana banyak dari mereka sering tidak tinggal bersama. Sementara kelompok-kelompok lokal terdiri dari yang tinggal bersaina, kelompok-keturunan meliputi semua individu yang mempertahankan ikatanikatan genealogis bersama, tanpa mempedulikan.apakah mereka tinggal bersama. Perbedaan di antara kelompok-kelompok lokal dan kelompok-kelompok keturunan ialah pembedaan di antara tempat tinggal bersama dan rasa identitas bersama sense of connnon identity).

Sernentara semua masyarakat mempunyai aturan-aturan keturunan, sifat kelompok atau kategori kekerabatan yang dibentuk oleh aturan-aturan itu berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya. Dalam mayoritas masyarakat dunia, aturan-aturan keturunan digabungkan dengan sistem kekerabatan yang bertumpu pada suatu fokus-leluhur (ancestor-focus) (Fox, 1967). Situasi ini menciptakan apa yang kita istilahkan dengan persekutuan kelompok keturunan (corporate descent groups). Kelompok-kelompok itu ialah kelompok-kelompok individu yang jejak keturunannya berasal dari nenek-moyang yang sama (nyata atau mistik) yang dipercayai sebagaipendiri kelompok itu. Keang-gotaan dalam suatu persekutuan kelompok keturunan menetapkan bagi

vidu-individu hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang ada dalam hubungan dengan anggota-anggota lain dalam kelompok itu. Persekutuan kelompok keturunan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut (W. Stephens, 1963):

1. Persekutuan (corporateness). Kelompok itu mempunyai suatu kesatuan dalam artibahwa keseluruhan kelompok dapatbertindak sebagai individu sah atas.nama setiap anggotanya.

2. Nama. Karena kelompok itu mempunyai suatu persatuan, maka adalah wajar mempunyai suatu nama untuk menandakan identitasnya. Nama persekutuan kelompok keturunan itu sering diambil dari tumbuh-tumbuhan, hewan, atau fenomena alam lainnya.

3. Eksogand. Kebanyakan persekutuan kelompok keturunan melarang adanya perkawinan antar anggota di dalam kelompok, jadi mendorong mereka untuk memilih pasangan dari kalangan kelompok keturunan

4, Aturan agamabersama. Anggota-anggota suatu persekutuan kelompok keturunan sering mewujudkan simbol identitas mereka melalui ritual dan upacara bersama.

5. Penlilikait harta benda persekutuan. Para anggota suatu persekutuan kelompok ketunman pada umumnya mempunyai hak kolektif atas tanah dan harta lainnya. Individu-individu dengan demikian dapatmemiliki tanah hanya sebagai anggota kelompok. Ini barangkali merupakan ciri yang paling penting dari suatu persekutuan kelompok keturunan.

6. Kewajiban saling nannbalitu. Para anggota suatu persekutuan kelompok keturunan sering dipanggil untuk saling memberi bantuan pada saat-saat dibutuhkan.

Filed under : Bikers Pintar,