PENGERTIAN KELUARGA KELAS-PEKERJA LAWAN KELUARGA KELAS-MENENGAH – Dalam semua masyarakat industri modern pola-pola keluarga sangat berbedabeda sesuai dengan kelas sosial. Beberapa perbedaan yang agak mencolok dijumpai, misalnya, di antara keluarga kelas-pekerja dan kelas menengah di Amerika Serikat kontemporer (Rubin, 1976; Collins, 1985b).

Pada kelas-pekerja, perkawinan biasanya terjadi pada Usia nzuda, barangkali sekitar 17 atau 18 untuk wanita dan sedikit lebih tua pada pria. Sebaliknya, pada kelas-menengah perkawinan sering ditangguhkan sampai sekitar duapuluhan untuk pria maupun wanita. Pola-pola itu pada dasarnya mencerminkan perbedaan kesempatan sosial dan ekonomibagipemuda kelas-pekerja dan kelas-menengah. Suatu alasan utama ditangguhkannya perkawinan di kalangan pemuda kelas-menengah ialah karena mengikuti kuliah. Seperti dikemukakan oleh Collins, kebanyakan pemudakelas-pekerja tidak melanjutkan kuliah sehingga tidak mempunyai motif tertentu untuk menunda perkawinan. Lagi pula, pemuda yang berasal dari kelas-pekerja biasanya berkeinginan untuk mengemansipasi diri mereka dari orang tua mereka.

Juga terdapat perbedaan yang kuat antara kelas-pekerja dmi kelas-menengah dalam gaya interaksi keluarga dan sosiabilitas. Pada kelas-pekerja terdapat lebih banyak segregasi seksual aktivitas keluarga. Kaum pria pada umumnya lebih menyukai kehadiran pria lain dan sering bersosialisasi dengan mereka di bar-bar dan tempat-tempat berkumpul lainnya. Kaum wanita mengorganisasi keglatan-kegiatan mereka di sekitar lingkungan rumah, di mana mereka menghabiskan kebanyakan waktunya bersosialisasi dengan teman-teman dan kenalan-kenalan wanita. Pada urruimnya, kelas-pekerja lebih berorientasi kepada keluarga. Keluarga-keluarga kelas-pekerja jarang mengundang orang lain untuk makan malam bersama, sementara bagi kelasmenengah acara makan malam adalah suatu cara bergembira yang utama. Keluarga kelas-pek.erja sering merasa lebih terisolasi dari dunia luar, dan mereka cenderung untuk membatasi sosiabilitas mereka pada anggota-Emggota keluarga (termasuk kerabat luas) jauh lebih besar bila dibandingkan dengan kelas-menengah. Keluarga kelas-pekerja pada umumnya lebih hirarkhis dalam struktur. Hubungan antara suami dan istri, ora.ng tua dan anak-anak sangat kurang demokratis pada kelas-pekerja bila dibandingkan dengan kelas-menengah. Keluarga kelas-pekerja cenderung sangat didominasi oleh suami, yang mem-buat keputusan-keputusan keluarga yang utama. Ia pada umunu-iya mengha-rapkan istrinya untuk mengasuh anak-anak dan mengelola urusan rumah tangga, meskipun ia bekerja di luar rumah. Para orang tua kelas-pekerja cenderung menggunakan gaya hukuman yang berbeda bila dibandingkri dengan para orang tua kelas-menengah dan mempunyai harapan yEu-ig berbeda bagi perilaku anak-anak mereka. Para orang tua kelas-pekerja mengharapkan kepatuhan yang ketat dari anak-anak mereka dan rnengikuti norma-norma dan nilai-nilai budaya yang dominan. Hukuman atas pelanggaran sering adalah hukuman fisik. Para orang tua kelasmeneng ah, di pihak lain, pada umumnya menilai individualitas dan kebebasan pada anak-anak mereka lebih besar bila dibandingkan dengan kelas-pekerja. Mereka cenderung menggunakan bentuk-bentuk hukuman psikologis, bukannya hukuman fisik (memanipulasi rasa malu, dan sebagainya). Perbedaan kelas itu sebagian besar adalah refleksi dari perbedaan pola-pola kerja. Para orang tua kelas-pekerja menghabiskan masa hidup mereka dengan menerinia perintah dan mensosialisasi anak-anak mereka imtuk melakukan hal yang sama. Di pihak lain;orang tua kelas-menengah, melakukai.-ipekerjaan-pekerja-an di mana kebebasan dan kreativitas adalah sifat-sifat yang lebih essensial. Mereka tentunya ingin memberi jenis-jenis sifat yang dinilai paling .tinggi dalam dunia kerja kelas-Menengah.

Filed under : Bikers Pintar,