Advertisement

Kehidupan Ken rok dan keturunannya juga diceritakan dalam Pararaton, yaitu dalam Ikasadha (Sukasadha) di Pulau Bali pada tahun Saka 1535 atau 1613 Masehi. Menurut kitab ini, Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya dengan gelar Prabu Kertarajasa pada tahun 1216. Sebelum bernama Majapahit, tempat itu disebut Trik atau Tarik, sebuah hutan belantara, yang kemudian dijadikan dusun bernama Majapahit oleh Raden Wijaya. Peristiwa ini terjadi setelah tahun Saka 1197 atau 1275 Masehi, yaitu setelah negeri Tumapel ditaklukkan oleh Aji Jayakatong, raja di Dhaha, Kediri, yang bertakhta dari tahun 1198 sampai setahun setelah kedatangan balatentara Cina di bawah pimpinan Kublai Khan, teman Marcopolo, ke Pulau Jawa pada tahun 1215 Saka atau 1293 Masehi. Balatentara itu diperintahkan menyerang Pulau Jawa untuk membalas perlakuan Raja Tumapel yang memalukan Kublai Khan pada tahun 1197 Saka atau 1257 Masehi.

Dapat juga diperkirakan bahwa pada jaman Pacina (jaman kedatangan balatentara Cina), Majapahit memang sudah ada, tetapi tidak ada bukti tentang kedatangan balatentara Cina di negeri itu. Walaupun Majapahit diperkirakan sangat termasyhur, tidak ada cerita dalam Pararaton. Sampai sekarang tidak ada peninggalan berupa tulisan-tulisan di batu atau bukti lainnya. Hal ini berbeda dengan negeri Mataram di jaman kuno yang ditemukan buktinya yang meyakinkan /lari tahun 875 Saka, sehingga jelas bahwa di A lam abad ke-9 Saka di Pulau Jawa benar-benar ada sebuah negeri bernama Mataram.

Advertisement

Di antara raja-raja Majapahit (kecuali Raden Wijaya atau Kerta Rajasa yang membangun Majapahit yang dalam Pararaton disebutkan sebagai raja ang paliHg termasyhur adalah Prabu Hay am Wuruk ; u Sri Rajasa Nagara, putra Prabu Putri Jayawis- pUvvardhani, yang dibantu oleh patih Gajah Mada. Kemasyhuran sang raja bersama patihnya dimasukkan dalam kitabnya yang selesai dikerjakan tahun Saka 1287 atau 1365 Masehi, Negarakertagama. VVilayah Majapahit disebutkan mulai dari Aru di Sumatra sampai Malaka, Borneo, dan Sumbawa. Kerajaan pasundan takluk kepada Majapahit pada tahun 1979 Sa! .. sedangkan Palembang takluk setelah patih Gajah Mada meninggal dunia.

Sepeninggal Hayam Wuruk, Majapahit semakin surut sampai datang masa kehancurannya. Sebabnya adalah pembagian Majapahit menjadi dua bagian, yaitu: tanah kerajaan di sebelah barat, Majapahit dan Tumapel, di bawah Hyang Wisesa, putra menantu Hayam Wuruk; kerajaan di sebelah timur, Blamba- ngan, di bawah Bhre Wirabumi, putra Raja Hayam Wuruk. Namun pada saat terjadinya perang antara Majapahit dan Blambangan, tahun 1325 sampai 1329 Saka, F: mbangan diperintah lagi oleh Majapahit. Kemunduran Kerajaan Majapahit adalah juga karena masuknya agama Islam serta desakan orang Islam dalam menyebarkan agamanya.

Berdasarkan cerita Pararaton, puncak keluhuran serta keagungan Kerajaan Majapahit terjadi pada masa bertakhtany a: (1) Raden Wijaya atau Sri Kertarajasa, yang disebut juga Brawijaya; (2) R. Kalagemet yang bergelar Bathara Jayanegara; (3) Bhre Kahuripan, Raja Putri Jayawisnuwardhani; (4) Hayam Wuruk atau Sri Rajasanagara, yang juga bernama Sang Hyang ikasingsuka, sampai kematiannya tahun 1311 Saka. Menurut Pararaton, kehancuran Majapahit terjadi pada sekitar tahun 1403 Saka atau 1481 Masehi, sedangkan Raden Wijaya mulai bertakhta sebagai raja Majapahit pada tahun 1216 Saka. Dengan demikian, berdasarkan Pararaton, Kerajaan Majapahit berdiri selama 187 tahun atau hampir dua abad.

Di dalam Pararaton disebutkan juga adanya upacara di negeri Peni yang terjadi pada tahun 1311 – 1351 Saka. Cerita ini menerangkan adanya sebuah daerah di Borneo (Kalimantan) yang bernama Puri. Di masa pemerintahan Rajasanagara, negeri Puri ini berkewajiban mempersembahkan upeti kepada Kerajaan Majapahit. Dalam Pararaton I juga terdapat cerita Raja Erlangga yang bergelar Airlangga, tetapi tidak mengenai pribadinya. Ia termasuk raja yang dihormati oleh raja-raja di Jawa Timur. Setelah dapat membawahi negeri-negeri di sebelah timur, barulah sang raja disebut Raja Jawadwipa pada tahun 957 Saka atau 1037 Masehi. Pararaton menerangkan juga bahwa RajaSanjaya yang merupakan putra Raja Sanna (yang juga bergelar Sannaha), memerintah seluruh tanah Jawa. Rt Ja Sanjaya dilukiskan sebagai raja tampan, hebat, gagah berani, yang memerintah dalam negeri yang sejahtera.

Advertisement