psychopathic personality (kepribadian psikopatik)

Selama lebih dari dua setengah abad keadaan kepribadian psikopat oleh Psikiater diberi sebutan bermacam-macam, yaitu “hereditary moral insanity,” “constitutional psychopathic inferioroty” “Psichopathicpersonality,” “sociopath,” dan “anti social personality disorder”. Masing-masing nama ini memperlihatkan aetiologi yang berlainan. Aetiologi tersebut masih dapat diperdebatkan, bahkan.kondisinya sendiri sulit diuraikan dengan tepat.

Beberapa psikiater menganggap macam- macam gangguan tersebut sebagai kategori yang tidak dapat diandalkan, seperti kondisi “keranjang sampah ” yang tidak banyak memiliki ciri-ciri dari ganguan mental yang asli. Kritik-kritik terhadap label psikopat mengatakan bahwa penggunaan istilah ini justru mengaburkan. Ciri utama dari penderita psikopat adalah egosentrisitas dan kurang menghargai perasaan dan hak-hak orang lain, dan berpasangan dengan perilaku manipulatif atau antisosial yang, kadang-kadang, mengambil bentuk agresif dan bahkan kejam. Karakteristik utama ini tidak hanya diwujudkan dalam kejahatan tertentu, dan individu tidak menampakkan penyakit mental, pola-pola destruktif dari aktivitas psikopat dilakukan berulang kali dan biasanya berakibat pada tragedi sosial dan perorangan baik bagi psikopat itu sendiri maupun bagi orang lain.

Kriteria modern yang terkenal untuk gangguan kepribadian psikopat dikembangkan oleh Cleckley (1982). Pendekatan Cleckley menekankan ciri-ciri tetap dari psikopat seperti ketidakjujuran dan ketidaktulusan, penilaian yang buruk dan kegagalan dalam belajar dari pengalaman, egosentrisitas patologis dan ketidakmampuan untuk mencintai, dan termotivasi oleh perilaku antisosial. Psikiater yang berorientasi psikodinamik menjelaskan bahwa ciri-ciri ini dapat dikaitkan dengan perkembangan superego patologis, kekosongan batin dan kebutuhan kompensasi. Pendekatan diagnostik non-aetiologi yang lebih “obyektif” direkomendasikan oleh Asosiasi Psikiatri Amerika (DSM-II1) yang menekankan pada konstelasi perilaku antisosial yang telah berlangsung lama sejak masa kanak-kanak, dan perilaku kerja orang dewasa yang buruk, kekerasan sosial dan norma interpersonal serta keinginan.

Meratanya penderita psikopat dalam populasi normal dan kriminal tidak diketahui. Selama berabad-abad, aetiologi dihubungkan dengan predis-posisi genetik atau masalah mendasar lainnya dan, belakangan ini, dengan perampasan emosi di masa kanak-kanak melalui perawatan yang tidak konsisten dan sadis. Teori biologis dihubungkan dengan dugaan adanya ketidakdewasaan otak dari psikopat, kerusakan sistem syaraf otonom yang menghambat pembelajaran normal sosial, atau kerusakan hormonal. Dalam beberapa kasus, sindrom psikopatik bisa tampak setelah terjadi luka di otak. Walau bagaimanapun, aetiologi psikopat masih tidak jelas dan kontroversial.

Tidak banyak yang diketahui tentang perawatan. Namun, sejarah dari gangguan ini meliputi berkurangnya ciri diagnostik tertentu dan perilaku psikopatik seiring dengan bertambahnya usia. Sesudah usia 40 tahun, psikopat dikatakan “habis terbakar”. Pendekatan perawatan yang terbaru (biasanya tidak berhasil) adalah “terapi lingkungan” untuk meningkatkan identifikasi psikopat dengan penyesuaian diri yang lebih baik, dan lebih bersosialisasi dengan teman. Dari prepektif psikologi atau perilaku, pendekatan perawatan yang konsisten dalam setting terbatas lebih dianjurkan. Kerja psikoterapi individu yang diarahkan untuk mengungkapkan dan memecahkan konflik batin biasanya tidak berhasil. Psikopat bukan seorang neurotik atau psikotik. Sifat dan perluasan penyesuaian sosial masa lalu (bukan status mental) sangat baik dalam memprediksi penyesuaian masa depan dari psikopat.

Tantangan ahli psikopat, termasuk penggolongan gangguan mental yang tepat dengan kriteria sosial yang agak kurang jelas, mungkin akan berlangsung lama.

Incoming search terms:

  • psikopatik

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • psikopatik