Populasi manusia.

Pengertian keragaman manusia adalah Jika para antropolog sosial fokus pada diversitas bentuk kultural manusia, para antropolog biologis melihat pada diver­sitas biologis. Salah satu implikasi dari struktur proses evolusi manusia adalah bahwa populasi manusia dapat dibagi menjadi unit-unit diskret, merepresentasi kan daerah geografis atau tahap evolusi. Diversitas manusia, terutama dalam ciri­ciri seperti warna kulit dan bentuk wajah, memperkuat pandangan tersebut, dan menjadi basis bagi analisis variasi manu­sia berdasarkan RACE (ras). Konsep sentral dalam studi diversitas biologis manusia di sepanjang abad ke-19 dan 20 adalah ras. Kebanyakan antropolog memandang bahwa ras manusia merepresentasikan perbedaan dalam manusia yang dimulai sejak zaman purba, dan karenanya ras bisa dilihat sebagai tahap perkembangan, dan ras biologis itu terkait dengan karakteris­tik sosial dan kultural. Ras menyediakan kategorisasi manusia secara horizontal (misalnya geografis) dan vertikal (misal­nya dalam kurun waktu). Maka, tujuan utamanya adalah mendokumentasikan proses historis ini melalui studi arkeologi dan sampel fosil. Ras juga dipakai sebagai dasar untuk menjelaskan perbedaan dalam pola-pola perkembangan. Di awal abad ke-20, antropologi sosial meminjam dasar­dasar biologi untuk memperluas gagasan tentang ras dan untuk menopang teori EUGENICS dan NATIONAL SOCIALISM.

Variasi geografis. Pengertian keragaman manusia adalah

Situasi ini berubah total setelah perang, dan bahkan sebelum perang ahli biologi seperti A. C. Haddon dan Julian Huxley telah sangat kritis terhadap pandangan tentang ras itu. Dalam antropologi yang sekarang, ras tidak lagi dianggap sebagai konsep analitis dan biologis yang berguna. Sebagian alasannya adalah munculnya re­aksi menentang penggunaan argumen bio­logi untuk menjustifikasi tindakan politik. Yang juga penting adalah perkembangan NEO-DARWINISM yang menunjukkan bahwa tidak ada basis biologis untuk memandang variasi dalam satu spesies sebagai tahap eyolusi atau kategori diskret. Lebih jauh, studi yang lebih langsung terhadap geneti­ka ketimbang variasi fisik telah menunjuk­kan bahwa variasi geografis amatlah kom­pleks dan karenanya menunjukkan bahwa ciri-ciri selektif seperti pigmentasi (warna kulit) bukan merupakan kriteria untuk mebedakan ras. Akibatnya, karya ter­baru dalam antropologi biologis inentm jukkan bahwa ras bukan konsep biologis yang berguna. Antropologi biologis bera­lih ke upaya menguraikan basis fungsional dan adaptif (penyakit, iklim, ekologi) dari variasi manusia.

Filed under : Bikers Pintar,