PENGERTIAN KERJA DALAM MASYARAKAT PRA-INDUSTRI – Tinjauan yang seksama terhadap proses kerja dalam masyarakat pra-industri memberikan konfirmasi kuat bagi pikiran Marx karena sifat pekerjaan dalam masyarakat-masyarakat seperti itu tak menyebabkan alienasi. Ingat kembali pembahasan mengenai sifat dasar aktivitas kerja di kalangan masyarakat pemburu-peramu, hortikultura dan penggembala. Sungguh sulit membayangkan pekerja dalam masyarakat seperti itu mengalami alienasi, karena sifat dari hampir semua pekerjaan sangat sederhana dan tak terspesialisasi sehingga tingkat keterlibatan diri sartgat tingg’i. Atau lihat sekali lagi tentang sifat pekerjaan pada masyarakat agraris. Dengan mengecualikan perbudakan, terlalu kecil kemungkinan timbulnya alienasi di sini. Komentar Keith Thomas berikut sangat mendukung absennya alienasi dalam pekerjaan di masyarakat pra-industri (1964:51-53): Kontras yang paling mencolok dari kebiasaan kerja di dunia industri modern terlihat pada masyarakat primitif yang diakrabi oleh para ahli pra-sejarah dan antropologi. Di dalam masyarakat ini perbedaan antara kerja dan santai adalah satu hal yang sulit dilukiskan. Kehidupan dalam dunia semacam itu memberikan pola yang tidak tetap yang membuat batas antara kerja dan bukan kerja sangat kacau…. Dalam masyarakat seperti ini tak ada batasan jelas; apa yang dikira santai, ternyata merupakan kegiatan ekonomi, seperti berburu atau pergi ke pasar, yang mengandung aspek rekreatif yang mencolok, misalnya dengan bernyanyi atau bercerita pada saat bekerja…. Terakhir, kerja tak diatur jam, tapi menurut keperluan.

Menurut saya ada banyak hal dalam kehidupan petani Eropa barat pada abad pertengahan yang meneruskan ciri-ciri primitif ini. Hubungan yang erat antara siklus pertanian dan tahun peribadatan, meliputi berdoa dan prosesi, menunjukkan bahwa hubungan antara teknik dan ritual masih sangat erat, misalnya dengan diselenggarakannya upacara di kalangan kelompok pengrajin dengan menyumpah dan melantik mereka. Kerja masih diselang seling, karena dalam masyarakat pertanian dicirikan oleh pesta gereja dan, sehubungan dengan iklim, semua industri pada abad pertengahan sebetulnya bersifat musiman….

Kegiatan rekreasi pada abad pertengahan menimbulkan kebingungan bagi masyarakat primitif untuk memastikan dimana pekerjaan berakhir dan kapan waktu santai mulai.

Filed under : Bikers Pintar,