PENGERTIAN KESENIAN EROPA

88 views

Kesenian Eropa mempunyai pengaruh besar di dunia. Pengaruh ini mulai terasa sesudah Abad Pertengahan ketika negara-negara di Eropa Ba­rat menjadi adikuasa di dunia. Pengaruh terbesar te­rasa di Kanada dan Amerika Serikat akibat banyak­nya imigran Eropa.

Yunani menghasilkan seniman yang paling menon­jol pada jaman kuno. Pengaruhnya terhadap kesenian Eropa berlangsung selama lebih dari 2.000 tahun. Bi­dang yang digelutinya meliputi seni sastra, arsitektur, dan seni patung. Kuil-kuil Yunani dan gedung nega­ra, yang dihiasi dengan tiang-tiang besar, termasuk bangunan yang paling indah di dunia. Mereka juga merupakan orang pertama yang mengembangkan ke­susastraan dan drama seperti yang kita kenal sekarang. Patung-patungnya memperlihatkan figur yang indah, terbuat dari tembaga atau marmer.

Selain Yunani, Roma pun menghasilkan banyak ke- senian kuno. Sumbangan terpentingnya berkaitan de­ngan bidang arsitektur dan seni patung yang bersifat realistis. Arsitek Roma menggunakan beton yang me­mungkinkan mereka membangun gedung yang lebih besar daripada yang dibangun Yunani.

Kesenian Abad Pertengahan mendapat pengaruh besar dari Gereja Katolik Roma. Pengaruh lainnya berasal dari kesenian Bizantium dan kesenian Islam yang masuk lewat Spanyol. Seni masa ini mengambil banyak tema dari agama. Sekitar tahun 1200-an, seni Gotik menyebar di Eropa. Seni ini banyak terlihat di bidang arsitektur.

Kesenian Renaisans berawal dari tahun 1300-an dan menyebar ke seluruh Eropa tahun 1400 dan 1500-an. Seni Renaisans terutama dipengaruhi filsafat Yunani dan Romawi Kuno. Seniman menghasilkan karya se­ni yang lebih realistis daripada yang dihasilkan pada Abad Pertengahan. Tema agama masih tetap diguna­kan tetapi mereka lebih menyukai hal-hal yang ter­dapat dalam kehidupan sehari-hari. Para pelukis menghasilkan potret diri dan gambar pemandangan, sementara pematung membentuk bagian tubuh ma­nusia dengan ketepatan yang jauh lebih tinggi dari­pada sebelumnya.

Dalam abad ke-17, pertumbuhan nasionalisme dan pertentangan antara Protestan dan Katolik melahir­kan sebuah aliran seni yang disebut barok. Karya se­ninya dimaksud untuk menyentuh perasaan.

Semenjak tahun 1700-an, pertumbuhan cepat indus­tri dan kota membawa perubahan besar dalam masya­rakat Eropa dan menimbulkan banyak masalah. Se niman mulai menghindari tema agama dan lebih tertarik akan persoalan manusia dalam dunia modern. Pada awal 1800-an, muncul aliran romantisme menentang pembakuan pola hidup masyarakat. Me reka juga menentang ketidakadilan sosial dan tiran’ politik pada waktu itu. Seniman pada ber hubungan dengan alam, dunia fantasi, dan cerita dengan latar tempat-tempat yang jauh, untuk mela­rikan diri dari dunianya sendiri. Mereka lebih mene­kankan emosi dan imajinasi dalam karyanya.

Sebuah aliran baru yang disebut realisme muncul pada 1850-an. Para senimannya mencoba memotret kehidupan sebagaimana adanya. Realisme berkem­bang karena kecenderungan untuk melaporkan sua- tu masalah secara terinci seiring dengan berkembang­nya ilmu pengetahuan.

Semenjak tahun 1900-an, praktis muncul gaya se­ni baru setiap beberapa tahun. Pelukis dan pematung tidak peduli lagi apakah hasil karyanya dapat di­mengerti atau tidak. Yang terpenting ialah agar pera­saan, ide, dan keinginan dapat terwujudkan dalam ka­rya itu. Pematung mulai menggunakan bahan baru seperti aluminium dan plastik. Mereka tidak lagi ter­tarik akan figur manusia tetapi akan mesin dan benda- benda lain. Di bidang arsitektur, sekolah desain Bauhaus di Jerman menghasilkan gaya yang sederhana, fungsional, dan tidak ornamental. Bauhaus ini mem­pengaruhi banyak aspek seni modern, seperti rancang­an bangunan dan perabot rumah. Juga balet, tari, sastra, musik, drama mempunyai banyak perbedaan mencolok dengan gaya terdahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *