Advertisement

Adanya ketidaksesuaian antara sikap dan perilaku sudah diketahui oleh para pakar sejak lama. Hartshorne & May (1928), misalnya, menemukan bahwa kecurangan dalam hubungan dengan situasi tertentu (misalnya, ulangan), belum tentu berkorelasi dengan kecurangan dalam hubungan dengan situasi yang lain (misalnya, berbohong kepada kawan di luar kelas).

La Piere (1934) melakukan penelitian pada tahun 1930-an yang terkenal sampai sekarang. Pada waktu itu, dengan ditemani seorang teman keturunan Cina, ia berkeliling Amerika Serikat, mendatangi 251 restoran, hotel, dan tempat-tempat umum lainnya. Di semua temp at itu, ia hanya satu kali ditolak. 6 bulan kemudian, ia mengirim surat kepada semua tempat yang sudah ia kunjungi tersebut dengan satu pertanyaan, “Apakah Anda mau menerima tamu dari ras Cina?” Dari 128 yang membalas, 90% menjawab, “Tidak!”. Jelaslah bahwa sikap para pemilik hotel, restoran, dan tempat umum itu tidak konsister. dengan perilaku mereka.

Advertisement

Pada penelitian lain, Dudycha (1936) ingin menguji apakah orang yang mempunyai sikap positif terhadap ketepatan waktu, akan selalu tepat waktu dalam berbagai situasi. Ia mengukur ketepatan waktu dari sejumlah mahasiswa di berbagai kesempatan, misalnya kuliah, pertemuan di ruang kemahasiswaan di kampus, janji-janji dalam kegiatan lain di luar kuliah, acara keagamaan dan rqkreasi. Dari sejumlah situasi itu, korelasi pada tingkat sedang hanya terdapat antara kegiatan di ruang kemahasiswaan dan rekreasi. Sisanya korelasinya sangat rendah, rata-rata hanya 0,19.

Minard (1952) yang mengadakan penelitian di tambang batu bara, menemukan bahwa hubungan antarras (kulit hitam dan kulit putih) sangat baik di lokasi pertambangan, tetapi di pemukiman dan dalam kehidupan sosial sehari-hari 60% dari kulit putih tetap melakukan praktik segregasi (memisahkan dan menjauhkan diri dari kulit hitam).

Di Indonesia, penelitian terhadap sejumlah mahasiswa, membuktikan bahwa hubungan antara nilai religius dan keserbabolehan ual lebih kuatbagi mereka yang menganut nilainilai religius secara intrinsik (tidak terpengaruh oleh faktor luar). Sementara bagi yang nilai religiusnya lebih ekstrinsik (dipengaruhi faktor-faktor luar), hubungannya lebih lemah (Wardhana, 1993).

Dalam hal perilaku membuang sampah juga diketahui bahwa sikap terhadap membuang sampah di kalangan sejumlah responden di Jakarta berkorelasi positif dengan taraf pendidikan (makin tinggi tingkat pendidikan makin positif sikapnya pada membuang sampah secara benar). Akan tetapi, dalam praktiknya, tidak ada perbedaan antara yang berpendidikan dan yang kurang berpendidikan dalam hal perilaku membuang sampah. Kedua golongan itu samasama membuang sampah secara sembarangan (Surahmad, 1982).

Penelitian yang dilakukan oleh bagian psikologi sosial, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia di kalangan sejumlah ibu dengan anak balita di Jakarta, menunjukkan bahwa sikap mereka terhadap pengobatan dengan oralit bagi anak-anak mereka yang menderita muntahberak adalah positif. Akan tetapi, pada saat kejadian yang sesungguhnya, justru ibu-ibu itu tidak melakukan pengobatan dengan oralit, tetapi mengusahakan pengobatan tradisional (Sarwono dkk., 1989 dan 1990).

Karena banyak penelitian membuktikan bahwa sikap tidak meramalkan perilaku, pendapat bahwa dalam psikologi tidak perlu digunakan konsep sikap (sebagai faktor internal atau laten), tetapi langsung saja diteliti perilakunya (Wicker, 1969). Pendirian yang pada umumnya dianut oleh kaum ini juga berlaku untuk sifat. Menurut mereka sifat kepribadian juga tidak dapat memprakirakan perilaku. Oleh karena itu, tidak ada gunanya menggunakan tes-tes proyeksi, teknik psikoanalisis dan psikoterapi. Dikhawatirkan psikoterapi bukannya menyelesaikan masalah, melainkan hanya mengalihkan masalah yang satu ke masalah yang lain. Yang paling benar adalah melihat reaksi-reaksi individu langsung di lapangan (dalam kehidupan sehari-hari) dan memperkirakan perilaku yang akan timbul berdasarkan pengamatan langsung tersebut (Mischel, 1968).

Incoming search terms:

  • kesesuaian sikap dan tingkah laku
  • pengertian kesesuaian

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kesesuaian sikap dan tingkah laku
  • pengertian kesesuaian