PENGERTIAN KETIDAKWARASAN DAN PENYAKIT MENTAL

51 views

PENGERTIAN KETIDAKWARASAN DAN PENYAKIT MENTAL – Secara umum, pembelaan ketidakwarasan memerlukan penerapan prinsip-prinsip abstrak pada beberapa situasi kehidupan yang spesifik. Seperti halnya dalam semua aspek hukum, berbagai istilah dapat didefinisikan dengan sejumlah cara oleh tertuduh, pengacara yang membela, penuntut, hakim, dan juri dan kesaksian dapat disampaikan dalam beragam gaya, tergantung keahlian si penginterogasi dan kecerdasan saksi. Lebih jauh lagi, karena pembelaan tidak bersalah dengan alasan ketidakwarasan didasari oleh kondisi mental tertuduh pada saat melakukan tindak kriminal terkait, diperlukan penilaian retrospektif, sering kali spekulatif oleh para pengacara (jaksa dan pembela), hakim, juri, dan psikiater. Dan ketidaksepakatan antara psikiater dan psikolog di pihak pembela dan penuntut menjadi suatu hukum.

Sebuah poin akhir perlu ditekankan. Terdapat perbedaan penting antara ketidak-warasan dan penyakit atau kelemahan mental. Seseorang dapat didiagnosis sakit mental, namun tetap dianggap bertanggung jawab atas tindak kriminal yang dilakukan. Ketidakwarasan adalah konsep hukum, bukan konsep psikiatrik atau psikologis. Perbedaan ini menjadi jelas dalam pendakwaan terhadap Jeffrey Dahmer di Milwaukee, Wisconsin, pada tanggal 15 Februari 1992. Ia dituduh dan mengakui telah melakukan pembantaian, kanibalisme, dan menyetubuhi 15 mayat anak dan remaja laki-laki. Dahmer mengajukan pembelaan bersalah, namun sakit mental dan kewarasannya menjadi satu-satunya fokus dalam suatu sidang luar biasa di mana para juri mendengarkan kesaksian yang saling bertentangan dari para ahli kesehatan mental tentang kondisi pikiran tertuduh ketika melakukan tindakan pembunuhan berantai yang telah diakuinya tersebut. Mereka harus memutuskan apakah tertuduh menderita suatu penyakit mental yang membuatnya tidak dapat membedakan antara yang benar dan yang salah atau membuatnya tidak mampu mengendalikan tindakannya (perhatikan digabungkannya panduan ALI, M’Naghten, dan impuls yang tidak dapat dicegah). Meskipun tidak terjadi ketidaksepakatan bahwa ia sakit mental, dan dapat didiagnosis menderita semacam bentuk parafilia, Dahmer dinilai waras dan dengan demikian bertanggung jawab secara hukum atas pembunuhan keji tersebut. Ia dijatuhi hukuman penjara 15 kali seumur hidup secara berturut-turut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *