PENGERTIAN KETURUNAN MATRILINEAL YAITU – Sistem keturunan matrilineal berbeda dengan patrilineal. Sistem ini hanya terdapat kira-kira 14 persen masyarakat di dunia, dan karena itu langka. Tipe sistem keturunan ini mempunyai beberapa ciri yang menarik, dan bukan sekedar mencerminkan lawan dari patrilini (Fox, 1967).

Keturunan matrilinealmenelusuri ikatan kekerabatannya melalui wanita. Seorang laki-laki mengakui keturunannya melalui ibunya, ibu dari ibunya, ibu dari ibu ibunya, dan seterusnya. Setiap orang adalah anggota dari suatu kelompok yang terdiri dari ibunya (dan ibu dari ibunya dan seterusnya), saudarasaudara wanitanya, saudara-saudara laki-laki dan saudara-saudara wanita dan saudara-saudara laki-laki ibunya. Akan tetapi, ayah seseorang tidak pernah merupakan anggota dari kelompok,matrilinealnya sendiri. Jadi, anak seorang wanita akan termasuk dalam kelompok matrilinealnya, tetapi anak seorang pria ticlak termasuk dalam kelompoknya. Jelas bahwa suami dan istri tidak memiliki bersama kelompok matrilineal yang sama. Tidak seperti beberapa masyarakat patrilineal, individu-individu dalam masyarakat matrilineal tidak pernah mengalihkan keanggotaan kelompok keturunannya setelah nikah. Seseorang lahir dan tetap berada selama masih hidup di dalam kelompok keturunan matrilineal yang sama. Sekali lagi, di sini tidak dianjurkan untuk berusaha menelusuri semua sanak keluarga yang potensial dalam suatu sistem matrilineal. Prinsip di mana keturunan matrilineal bertumpu ialah bahwa ikatan-ikatan kekerabatan dasar berjalan melalui garis wanita; jadi kaum wanitalah, bukan laki-laki, yang merupakan penerus kelompok matrilineal.

Masyarakat matrilineal, dalam berbagai hal, berbeda dari masyarakat yang berdasarkan Memang, kelompok matrilineal menjumpai suatu masalah yang sangat khusus: meskipun Illatr111111 menelusuri keturunan melalui wanita, namun kelompok ini membiarkan laki-laki mengawasi masalah-masalah kelompok keturunan. Akan tetapi, sementara laki-laki dalam masyarakat patrilinealmengontrol kelompok-kelompok mereka sebagai ayab dan suami, laki-laki dalam masyarakat matrilineal melakukan kontrol sebagai saudara laki-laki dan sebagai paman. Seorang laki-laki dalam masyarakat matrilineal sesungguhnya mempunyai dua peranan sosial utama. Di satu pihak, ia menjadi suami seorang wanita di dalam garis matrilineal yang lain; di pihak laill, ia berfungsi sebagai seorang saudara laki-laki di dalam garis matrilinealnya sendiri (yakni, dari saudara perempuan dan dari ibunya). Di dalam garis matrilinealnya sendiri peranan seorang laki-laki sebagai saudara laki-laki mempunyai arti sosial yang lebih besar, karena ia mempunyai suatu ikatan khusus dengan mak-anak saudara wanitanya, khususnya putra-putranya. la mempunyai suatu tanggung jawab yang berat untuk melatih putraputra saudara perempuannya, dan warisan akan diteruskan melalui dia (sebagai seorang paman) kepada kemanakannya.

Kenyataan ini menimbulkan dua jenis “keayahan” yang mendasar di dalam masyarakat “keayahan biologis” dan “keayahan sosiologis”. Seorang laki-laki menjadi ayah biologis dari putra-putranya sendiri (yang termasuk dalam garis matrilineal ibunya) dan seorang ayah sosiologis (sebagai paman maternal) terhadap anak-anak dari saudara perempuannya (keponakan maternalnya) dalam garis matrilinealnya sendiri. Hal illi menimbulkan ketegangan dalam masyarakat matrilineal yang tidak terdapat dalam masyarakati)atrilini. Dalam masyarakat seorang laki-laki hanya menjadi ayah biologis saja bagi anak-anaknya sendiri di dalam garis patrilinealnya, tetapi seorang laki-laki di dalam matrilini akan menjadi “ayah” dan juga seorang “paman matemal”. Paman-paman maternal mempunyai tanggung jawab utama untuk mengasuh anak lelaki, tapi ayah biologis sering melanggar hak-hak paman-paman matemal itu dalam usaha untuk mendapatkan tanggung jawab atas anak-anak mereka sendiri.

Karena masyarakat matrilineal menelusuri keturunan melalui wanita tetapi membiarkan laki-laki menguasai masalah-masalah rumah tangga, maka mereka menghadapi beberapa masalah khusus yang tidak terdapat pada keturunan patrilineal. Karena patrililli dan matrilini bukan sekedar bertolak belakang, ada baiknya untuk meringkaskan perbedaan-perbedaan yang prinyipil (Zelditch, 1984; Schneider, 1961): 

1. Dalam patrilini, wanita dapat disisihkan dari keanggotaan dalarn kelompok keturunan kelahiran mereka dan sepenuhrtya terserap ke dalain kelompok keturunan suami mereka. Tapi dalam matrilini, tidak terjadi penyisihan demikian, dan laki-laki maupun wanita tetap menjadi anggota dari kelompok keturunan kelahiran mereka selama hidup.

2. Dalam patrilini peranan suami dan ayah sangat penting. Tapi dalam matrilini paranan demikian ti4k diperlukan untuk mempertahankan kelompok itu.

3. Pembentukan ikatan suami istri yang kuat tidak diperlukan dengan keturunan matrilineal. Akan tetapi, dalam keturunan patrilineal ikatan-ikatan demikian memang patut dan diperlukan.

4. Dalam sistem patrilineal tidak diperlukan mekanisme khusus untuk mengurusi kerabat karena perkawinan antar kerabat. Tapi dalam sistem matrilineal soal uzi menjadi ancaman langsung terhadap kelompok keturunan, dan diperlukan mekanisme khusus untuk memecahkan persoalan demikian itu.

5. Dalam masyarakat matrilineal, ikatan-ikatan yang dapat berkem-bang antara anak dan ayah biologis cenderung langsung bersaing dengan ikatan-ikatan antara anak dan saudara lelaki ibunya (paman matemalnya). Dalam masyarakat patrilineal tidak terdapat masalah demikian.

Filed under : Bikers Pintar,