Advertisement

PENGERTIAN KLASIFIKASI BAHASA – Suatu pengelompokan ter­hadap bahasa dunia berdasarkan persamaan ciri ter­tentu yang dimiliki sejumlah bahasa. Bila dasar pengelompokan atau klasifikasi dilakukan secara ber­beda, hasilnya pun akan berbeda. Tidaklah menjadi masalah, dasar manakah yang digunakan, tetapi sekali ditentukan hendaknya dasar itu digunakan sebagai pola.

Pada umumnya bahasa di dunia diklasifikasikan dengan tiga cara, yaitu (1) klasifikasi genetis, penge­lompokan berdasarkan hubungan genealogis antara bahasa yang dianggap berasal dari bahasa proto yang sama; (2) klasifikasi tipologis, pengelompokan berda­sarkan ciri struktur bahasa; (3) klasifikasi areal, pe­ngelompokan berdasarkan kedudukan geografis baha­sa-bahasa tersebut. Ketiga klasifikasi ini tidak dapat diperbandingkan, karena ciri dasar yang digunakan tidak sama.

Advertisement

Bila beberapa bahasa mempunyai kemiripan yang tinggi, bahasa-bahasa tersebut dikatakan anggota satu keluarga bahasa dan berasal dari satu bahasa yang le­bih tua. Kemiripan paling tinggi didapat dari kemirip­an kosa kata, sistem bunyi, bentuk, dan tata kalimat. Di bawah ini terdapat sejumlah data beberapa bahasa yang mempunyai makna sama.

Berdasarkan data ini dapat dikatakan bahwa bahasa Inggris, Belanda, dan Jerman adalah anggota dari satu keluarga bahasa; sedang bahasa Perancis sekeluarga dengan bahasa Italia, dan Spanyol. Hubungan itu di­peroleh dari pengamatan atas perbedaan dan kesama­an yang sistematis.

Klasifikasi genetis sebenarnya menunjukkan hubungan kekerabatan secara historis. Dikatakan bah­wa sekelompok bahasa yang berkembang dari sumber yang sama merupakan suatu keluarga bahasa.

Berdasarkan ciri ini, bahasa-bahasa di dunia dibagi atas: (1) keluarga bahasa Indo-Eropa; (2) keluarga bahasa Afro-Asia; (3) keluarga bahasa Sino-Tibet; (4) keluarga bahasa Altaika; (5) keluarga bahasa Dravi- da; (6) keluarga bahasa Austro-Asiatic; (7) keluarga bahasa Fino-Ugrika; (8) keluarga bahasa Chari Nil; (9) keluarga bahasa Melayu Polinesia; (10) keluarga bahasa Kaukasus; (11) keluarga bahasa Indian.

Klasifikasi genetis lebih mudah diterapkan pada bahasa yang mempunyai peninggalan tertulis sejak beribu tahun yang lalu. Mengenai bahasa-bahasa yang ditemukan akhir-akhir ini, sulitlah menelusuri hubungan genealogisnya dengan bahasa lainnya.

Sejak timbulnya linguistik historis komparatif, sudah terdapat keinginan untuk mengadakan penge­lompokan berdasarkan jenis bahasa, dan unsur yang timbul berulang-ulang dalam suatu bahasa, antara lain berupa fonem, morfem, kata, frase, kalimat. Klasifi­kasi tipologis mengelompokkan bahasa ke dalam pola yang sesuai dengan ciri strukturnya dan diterapkan pada semua tataran bahasa, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik.

Klasifikasi tipologis tataran morfologi paling ter­kenal adalah klasifikasi terhadap kelompok bahasa analitis atau isolatif, kelompok bahasa aglutinatif, dan kelompok bahasa sintetis atau inflektif. Bahasa isola­tif adalah bahasa yang semua katanya tak teranalisis dan dikatakan tidak mengenal bentuk terikat, misal­nya bahasa Cina dan bahasa Vietnam. Bahasa agluti­natif adalah bahasa yang perubahan bentuk katanya dilakukan dengan menggunakan afiks dan setiap afiks dengan jelas mendukung satu makna atau fungsi, misalnya bahasa Turki dan Jepang. Bahasa inflektif adalah bahasa yang tidak mempunyai korespondensi antara unsur kata dan kategori gramatikal tertentu, misalnya bahasa Latin, Yunani dan sebagian besar ba­hasa Iiido-Hropa.

Pada dasarnya tidak ada cara tertentu yang harus digunakan untuk mengelompokkan bahasa secara tipologis, misalnya berdasarkan ciri fonemis yang kaya atau miskin, banyaknya konsonan, urutan kata tetap atau bebas, atau pun adanya prefiks atau sufiks. Klasifikasi ini dapat dilakukan pada semua tataran ba­hasa dan pada setiap tataran dapat dipilih pola tertentu untuk dijadikan dasar klasifikasi.

Klasifikasi areal didasarkan atas pengaruh timbal balik antara bahasa dengan tidak memperhatikan apa­kah ada hubungan kekerabatan (genetis) atau tidak. Bahasa-bahasa dikelompokkan atas dasar keber­adaannya dalam# wilayah geografi yang sama. Data penting dalam pengelompokan ini adalah adanya ben­tuk pinjaman, baik pinjaman bentuk maupun pinjam­an arti, yang terjadi akibat kontak sejarah. Akibat

letak geografis dan hubungan timbal balik, muncul t dua jenis klasifikasi areal, yaitu yang bersifat geogra­fis murni dan yang bersifat geografis dengan kesama­an tipologis. Perbedaan antara keduanya tidaklah jelas, karena bahasa yang erat hubungan geografisnya tidak jarang menunjukkan ciri tipologi yang mirip atau sama. Namun dua bahasa yang letak geografis­nya berdekatan dapat juga berkembang menjadi dua bahasa yang tidak saling memahami, karena terpisah sungai atau gunung.

Incoming search terms:

  • klasifikasi bahasa
  • pengertian klasifikasi
  • makalah klasifikasi bahasa
  • Pengertian klasifikasi bahasa
  • klasifikasi tipologis
  • arti klasifikasi
  • klasifikasi areal
  • klasifikasi genetis
  • pengertian klasifikasikan
  • makna klasifikasi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • klasifikasi bahasa
  • pengertian klasifikasi
  • makalah klasifikasi bahasa
  • Pengertian klasifikasi bahasa
  • klasifikasi tipologis
  • arti klasifikasi
  • klasifikasi areal
  • klasifikasi genetis
  • pengertian klasifikasikan
  • makna klasifikasi