Advertisement

Adalah pengelompokan ratusan ribu macam tanah yang ada di bumi ini dalam suatu sistem. Tanah, dalam pengertian pertanian, adalah lapisan kerak bumi yang mendukung kehidupan tumbuhan. Sistem klasifikasi ini diperlukan untuk memahami tanah-tanah itu, melihat hubungan antara mereka, menemukan asas yang mengatur pembentukan dan perilaku tanah, dan menyimpulkan rekomendasi penggunaan tanah itu dalam pertanian.

Sebelum menentukan tipe tanah dalam suatu kawasan, haruslah diperhatikan lima faktor pembentukan. Gabungan kelima faktor ini akan mengakibatkan gabungan ciri tanah itu. Faktor itu adalah: (1) makhluk hidup (mikroba, tumbuhan, dan hewan); (2) iklim (suhu, kelembapan, angin, dan perubahan siang malam dari musim ke musim); (3) material batuan induk (komposisi kimiawi dan mineraiogis, serta kehalusan partikel); (4) relief (wajah tanah dan ke- lerengan); dan (5) waktu atau usia tanah. Satu faktor lagi, faktor keenam, adalah ulah manusia, yang dapat meningkatkan atau memperburuk kualitas tanah.

Advertisement

Klasifikasi ini mengenal satuan-satuan. Satuan yang terendah adalah tipe tanah. Semua tipe tanah yang serupa dalam hal profil, bentuk umum, dan bahan induk, dikelompokkan dalam deret tanah, meskipun tekstur mereka berlainan. Biasanya deret ini diberi nama menurut daerah tempat deret ini pertama kali ditemukan dalam kawasan atau benua itu. Deret- deret yang serupa dikelompokkan menjadi keluarga tanah. Keluarga tanah yang sejarah pembentukannya sama dikelompokkan dalam grup besar tanah. Grup besar ini digunakan untuk memetakan benua menurut tanahnya, dan memperbandingkan kawasan dalam benua itu. Dari ratusan ribu jenis tanah di bumi ini akhirnya dicapai pengelompokan dalam kira-kira 50 grup besar. Grup besar ini mempunyai nama menurut bahasa negeri-negeri yang mendefinisikannya, setelah mempelajari tanah-tanah itu dengan cermat.

Semua grup besar ini dikelompokkan dalam suborder, dan suborder ke dalam order. Grup-grup besar yang mempunyai zone yang luas disebut tanah-tanah zonal. Grup yang mempunyai karakteristik distingtif tetapi faktor lokalnya penting disebut tanah-tanah in- trazonal. Tanah-tanah azonal relatif muda dan hampir tidak berbeda dari material induk yang telah melapuk. Tanah-tanah zonal dikelompokkan dalam lima suborder, menurut tipe atau sistem pembentukannya. Suborder ini adalah: tanah tundra, tanah podsolik, tanah chernozemik, tanah gurun, tanah latosolik (berbatu-batu).

Tanah azonal mula-mula adalah tanah aluvial (terbentuk oleh aliran air). Setelah cukup tua dalam daerah itu, tanah aluvial akan memperoleh ciri genetik yang khas, dan tidak lagi disebut tanah aluvial. Tanah itu misalnya akan menjadi podsol, latosol merah, atau chernozem. Tanah azonal pada batuan keras disebut litosol, sedangkan tanah azonal pada batuan lunak disebut regosol. Demikian pula tanah-tanah intrazo- nal dipelajari dan dikelompokkan dengan cara serupa.

Incoming search terms:

  • tanah chermosem
  • tanah chernozem
  • tanah chernosem
  • pengertian klasifikasi tanah
  • tanah chernosem adalah
  • tanah chermosem adalah
  • apa itu tanah chermosem
  • Pgrtian klasifikasi tanah
  • pengertian tanah chernozem
  • jenis tanah chernosem

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • tanah chermosem
  • tanah chernozem
  • tanah chernosem
  • pengertian klasifikasi tanah
  • tanah chernosem adalah
  • tanah chermosem adalah
  • apa itu tanah chermosem
  • Pgrtian klasifikasi tanah
  • pengertian tanah chernozem
  • jenis tanah chernosem