Advertisement

PENGERTIAN KOLOID – Mempunyai arti umum: sediaan berupa partikel-partikel halus suatu bahan yang tersebar (terdispersi) dalam bahan lain. Suatu sistem koloid terletak antara larutan dan suspensi. Partikel yang terdispersi dapat berupa satu molekul sangat besar (makromolekul) atau sekelompok molekul biasa. Ukuran partikel beberapa 10~9-10~6 meter. Bahan terdispersi bisa gas, cairan, atau zat padat, sedangkan medium pendispersi bisa gas, cairan, atau zat padat juga (tetapi gas dalam gas tidak dikenal). Dalam ke­hidupan sehari-hari jarang orang bekerja dengan cair­an murni.

Di samping larutan sejati, kebanyakan sistem ada­lah sistem koloid. Misalnya: keramik, kosmetik, de­tergen dan sabun, makanan, cat, kertas, pestisida, dan plastik. Asap adalah koloid, yaitu partikel karbon yang tersebar di udara. Kabut adalah butiran halus air di udara. Susu adalah butiran halus lemak cair yang tersebar di dalam air yang juga mengandung laktosa dan protein.

Advertisement

Sistem koloid yang lazim ialah partikel padat da­lam medium cair; sistem ini sering disebut sol dan bila mediumnya air disebut hidrosol. Aerosol adalah sis­tem koloid dengan medium udara atau gas.

Tiga kelompok utama koloid padat dalam cairan: (1) liofilik (menyukai pelarut, misalnya ‘larutan’ agar atau gelatin), (2) liofobik (membenci pelarut, misal­nya air sungai yang keruh), dan (3) koloid asosiasi.

Dalam koloid liofilik, partikel yang terdispersi me­narik molekul pelarut. Koloid itu stabil. Banyak cair­an tubuh hewan dan tumbuhan adalah koloid jenis ini. Untuk koloid liofil ini dikenal istilah selai (Jelly) dan gel, bergantung pada perbandingan kedua fase dan kuatnya molekul pelarut terikat pada partikel koloid. Selai adalah massa kenyal tembus cahaya seperti pada larutan agar yang dingin dan cukup pekat. Pada gel, endapan bergumpal tetapi sistem keseluruhan masih bisa mengalir.

Selai dan gel merupakan peralihan antara sistem koloid padat dalam cair dan cair dalam padat. Namun biasanya orang berpedoman bahwa fase pendispersi adalah fase yang lebih banyak. Jadi agar, meskipun tampak padat, masih disebut padat dalam cair, karena agarnya hanya beberapa persen; sebaliknya keju ada­lah cair dalam padat.

Maka istilah sol menjadi lebih sering digunakan untuk koloid liofob. Sistem ini tidak stabil, fase terdispersinya mudah mengendap. Untuk menstabil­kan sering ditambahkan bahan liofil seperti gelatin.

Dalam koloid liofobik partikel tedispersi tidak ter­lalu menarik molekul pelarut sehingga tidak stabil dan cenderung menggumpal. Penggumpalan akan ter­tunda karena partikel-partikel itu tolak menolak kare­na muatan listriknya sama tandanya. Dalam koloid asosiasi molekul zat terdispersi mempunyai ujung yang menyukai air dan ekor yang menyukai minyak. Bila didispersikan dalam air, zat ini akan berkerumun membentuk apa yang disebut misel.

Kepala akan terarah ke luar dan ekor terarah ke da­lam misel ini. Bila ada minyak, minyak ini akan ter­kurung dalam misel, sehingga diperoleh suspensi atau lebih tepat emulsi. Inilah contoh kerja sabun atau de­tergen dalam membersihkan bahan mirip minyak.

Nama koloid berasal dari Graham, yang pada tahun 1861 membagi semua zat dalam dua kelompok menu­rut kemampuannya menembus suatu membran kertas saring. Zat yang dengan mudah dapat menembus membran mudah dikristalisasi, sehingga disebut “kristaloid”. Zat yang tidak dapat menembus mem­bran, seperti gelatin, adonan tepung, dan lem, diang­gap tidak dapat dikristalisasi dan disebut “koloid”, da­ri bahasa Yunani yang berarti lem. Walaupun terdapat beberapa zat yang dahulu dianggap tidak dapat dikris­talisasi dan sekarang telah dapat dikristalisasikan, hingga kini nama koloid masih tetap dipakai.

Dalam biologi koloid liofilik lebih penting. Koloid jenis ini dapat membentuk “gel” yang setengah padat seperti gelatin, yang dalam keadaan encer akan bersi­fat cair atau disebut juga “sol”, tetapi jika dalam kea­daan kental akan bersifat seperti “jelly” (agar-agar). Pada koloid liofobik, partikel zatnya tidak diliputi medium dispersi. Contoh koloid liofobik antara lain koloid metal, seperti emas, perak, dan platina.

Partikel koloid dapat dipaksa keluar dari medium­nya dengan melakukan penyaringan ultra, yaitu pe­nyaringan dengan saringan yang halus dan pemberian tekanan. Cara lain untuk memaksa partikel koloid ke­luar dari mediumnya ialah ultrasentrifugasi, sehingga partikel tersebut mengendap.

Incoming search terms:

  • pengertian cairan koloid
  • definisi koloid
  • pengertian cairan kristaloid dan koloid
  • koloid dalam biologi
  • pengertian koloid dalam biologi
  • apa yang dimaksud dengan koloid asosiasi
  • pengertian koloid liofilik
  • makalah tentang cairan kristaloid dan koloid
  • bahasa koloid beserta artinya
  • sediaan koloid

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian cairan koloid
  • definisi koloid
  • pengertian cairan kristaloid dan koloid
  • koloid dalam biologi
  • pengertian koloid dalam biologi
  • apa yang dimaksud dengan koloid asosiasi
  • pengertian koloid liofilik
  • makalah tentang cairan kristaloid dan koloid
  • bahasa koloid beserta artinya
  • sediaan koloid