Advertisement

PENGERTIAN KOLOSEUM – Nama populer amfiteater yang diba­ngun oleh kaisar Vespasianus dan Titus di Roma. Ko- loseum dibangun di atas tanah bangunan Rumah Emas milik Nero, setelah ia wafat pada tahun 68. Se­telah selesai pembuatannya, bangunan ini dibuka un­tuk umum pada tahun 79. Teater terbuka yang terbesar pada jaman Roma kuno ini diberi nama Koloseum ka­rena ada patung”besar (colossus) milik Nero yang di­tempatkan di ruang masuknya oleh kaisar Hadrianus. Dalam banyak hal, Koloseum berarti lambang keke­jaman dan kebiadaban dalam peradaban Romawi. Na­mun, bangunan itu juga merupakan lambang keluhur­an bangsa Romawi di masa lampau. Tiada struktur lain yang pengerjaan arsitekturnya sehalus dan se- mendetail koloseum, yang mencirikan jiwa peradaban Romawi.

Bangunan itu berbentuk lonjong, menempati tanah seluas 2,5 hektar, dan mampu menampung sekitar 45.000 sampai 50.000 penonton. Ketika masih utuh, di tingkat paling bawah bangunan ini terdapat ruang­an yang tidak mudah dicapai, tempat menyimpan bi­natang-binatang buas. Tempat duduk penonton terda­pat di tiga lantai pertama, konstruksinya ditopang oleh suatu struktur busur. Tepat di atasnya adalah tempat untuk penonton yang berdiri. Tiga tingkat pertama ini dihiasi berturut-turut dengan kolom berlanggam Do­ric, ionic dan Corinthian. Di atas tingkat ke-3 terda­pat tembok berjendela. Arena koloseum yang lebar­nya 55 meter dan panjangnya 87 meter ini dapat digenangi air untuk arena pertarungan di dalam air; langit-langit buatannya dapat dinaikkan untuk melin­dungi penonton bila turun hujan. Ventilasinya cukup baik, begitu juga dengan pintu masuknya yang ber­jumlah 80 buah dan dapat digunakan untuk jalan ma­suk dan keluar penonton dalam jumlah besar.

Advertisement

Koloseum merupakan teater untuk permainan dan pameran binatang-binatang langka dan buas. Biasa­nya, binatang-binatang itu diadu satu sama lain, bah­kan dengan manusia. Peristiwa yang paling populer adalah pertarungan gladiator, yaitu diadunya manusia melawan manusia. Meskipun puing-puing Koloseum sempat dipakai sebagai batu galian oleh para arsitek dari Abad Pertengahan dan Renaisans, masih banyak bagian lainnya yang tertinggal sampai sekarang dan dapat membuktikan kebesarannya. Ummy Karman KOLOSTRUM, atau air susu jolong, berbeda dari susu normal karena kandungan protein dan mineral­nya sangat tinggi, sementara kandungan gula dan lemaknya rendah, jadi kandungan energinya juga le­bih rendah. Meskipun lebih kaya protein, kolostrum tidak mengandung kasein, protein yang lazim terdapat dalam susu normal. Kolostrum disekresikan dari payudara wanita mau­pun susu hewan betina pada saat tertentu saja, yaitu beberapa hari sebelum kelahiran bayi sampai bebera­pa minggu sesudahnya.

Advertisement