Advertisement

PENGERTIAN KOMPAS – Digunakan untuk menentukan arah. Alat ini lazim digunakan pada pesawat udara, kapal laut, bahkan peluru kendali. Pramuka dan para penjelajah alam juga berpedoman pada kompas dan peta untuk merintis jalan baru. Kompas sederhana tersusun atas jarum baja bermagnet yang melekat pada kartu kom­pas, lempeng plastik berbentuk cakram dengan tanda- tanda mata angin; cakram ini dipasang seimbang pada poros putar sehingga dapat bebas berputar. Cakram, yang merupakan penunjuk arah, umumnya dibagi sa­ma besar menjadi 360 derajat atau, pada yang lebih sederhana, menjadi delapan arah mata angin.

Kompas menunjukkan arah berdasarkan pengaruh medan magnet bumi. Kutub utara magnet bumi bera­da di dekat kutub utara bumi, sedangkan kutub selatan magnet bumi di dekat kutub selatan bumi. Sebagian besar kompas dapat menunjukkan arah bila berkedu­dukan horizontal. Karena mengandung magnet, jarum baja kompas yang dapat berputar bebas itu akan ber­gerak mengikuti keseimbangan dan menyesuaikan di­ri dengan medan magnei bumi, yakni bersesuaian de­ngan arah utara-selatan magnet bumi. Cakram akan berhenti berputar bila arah jarumnya telah sesuai de­ngan arah medan magnet bumi. Kompas magnet ini tidak akan bekerja dengan baik bila didekatkan pada benda-benda bermagnet atau medan magnet karena medan magnet bumi yang mempengaruhinya akan ru­sak oleh hadirnya benda-benda asing itu.

Advertisement

Pada kartu kompas, yang berupa cakram, arah utara (kadang-kadang juga arah selatan) selalu diberi warna mencolok agar mudah dikenali. Pada jenis kompas se­derhana, arah mata anginnya hanya dibagi menjadi delapan, meskipun ada yang sampai 32 arah. Arah utara bertepatan dengan 0 atau 360°; timur laut, 45°; timur, 90°; tenggara, 135°; selatan, 180°; barat daya, 225°; barat, 270°; dan barat laut, 315°.

Kompas magnetik merupakan salah satu alat navi­gasi tertua yang dikenal manusia. Asal-usul di­temukannya kompas tidak jelas hingga sekarang. Saat ini terdapat berbagai teori yang berlawanan tentang siapa penemu pertamanya. Ada yang mengatakan bahwa Hannibal sudah menggunakan kompas magnet ketika berlayar dari Italia pada tahun 203 SM. Teori lainnya mengatakan bahwa kompas telah ditemukan orang Cina sekitar tahun 2300 SM, lalu dibawa oleh Marco Polo ke Eropa pada abad ke-13. Pendapat lain mengatakan bahwa bangsa Cina mengenalkan kom­pas magnet pertama-tama kepada bangsa Arab, yang kemudian membawanya ke Italia. Di Italia juga terda­pat petunjuk bahwa bangsa Arab adalah penemu ide digunakannya kompas. Namun, sketsa tentang kom­pas pertama kali ditulis oleh biarawan Inggris, Ale­xander Neckam, pada sekitar tahun 1200-an. Kompas bercairan pun baru disebut-sebut pada tahun 1862, ke­tika bentuknya disempurnakan oleh E.S. Ritchie.

Macam-macam Kompas.

Kompas cakram adalah kompas yang batang jarumnya menjadi satu dengan kartu kompas. Jarum penunjuk yang bermagnet bera­da di dalam kartu kompas yang terbuat dari mika atau plastik tembus pandang. Kartu kompas, yang bergam­bar pembagian arah mata angin itu akan ikut berputar ketika jarum bergerak mencari arah utara.

Kompas jarum adalah jenis kompas magnet yang tersederhana. Jarum kompasnya yang bermagnet di­pasang secara horizontal pada pasak putar. Cara pe­masangannya memungkinkan jarum berputar bebas pada pasaknya. Karena bobot yang ringan, pada pene­patan arah utara, jarum membutuhkan waktu relatif lama untuk berhenti tepat pada arah utara-selatan. Kartu kompas dipasang di bawah jarum dan sejajar dengan permukaan tempat jarum berputar. Kartu kompas yang merupakan pembagi arah mata angin ini dipasang permanen, sehingga tak ikut bergerak.

Kompas bercairan, di antara jenis-jenis kompas magnet, merupakan kompas yang paling tepat dan pa­ling stabil dalam menentukan arah. Kompas ini sering digunakan di atas kapal atau dipakai prajurit untuk menentukan arah, karena itu disebut juga kompas ma­rinir. Meskipun konstruksi kompas bercairan ini ber­beda-beda menurut pembuatnya, namun instrumen yang digunakan pada dasarnya terdiri atas mangkuk berisi cairan, tempat kartu kompas dari aluminium di­pasang pada poros putar. Satu atau dua pasang batang magnet dipasang di sekeliling kartu kompas dengan arah yang berlawanan.

Cairan di dalam kompas berfungsi sebagai media pengapung kartu kompas, jadi untuk menyeimbang- kan kartu agar kedudukannya horizontal. Cairan ini juga memperlambat gerakan kartu agar kartu itu tidak bergetar dan tidak terpengaruh oleh gerakan kapal, bi­la dipasang di kapal. Air biasa tidak dapat digunakan sebagai cairan kompas karena bisa membeku. Yang lazim digunakan adalah campuran 45 persen etil alko­hol dan 55 persen air suling, atau campuran gliserin dan air suling.

Garis hitam vertikal yang disebut garis lubber, me­rupakan tanda pada mangkuk kaca penutup kompas. Garis ini dipasang pada mangkuk kompas sedemikian sehingga selalu mengarah pada haluan kapal. Jadi, arah kartu kompas bisa menyimpang dari garis lubber yang menunjukkan arah tujuan kapal. Saat kapal membelok, kartu kompas dipertahankan pada tempat­nya dengan magnet yang selalu tetap bertahan pada arah utara-selatan. Saat garis lubber diputar memo­tong kartu kompas, perubahan arah gerakan kapal te­tap dapat dibaca.

Girokompas pada dasarnya adalah sebuah giros­kop. Jenis ini tidak tergolong kompas magnet dan la1 zim digunakan pada kapal laut, pesawat udara, atau peluru kendali.

Kesalahan Kompas ialah perbedaan arah utara kompas dari arah utara sebenarnya. Ada dua penye­bab utama timbulnya kesalahan kompas, yakni devia­si dan deklinasi.

Deviasi ditimbulkan dengan hadirnya medan mag­net lokal, seperti lambung kapal, logam-logam besar yang mengandung magnet, yang mempengaruhi me­dan magnet bumi. Kompas magnetik selalu mengarah pada kutub utara magnet. Bila kompas ini didekatkan pada benda logam, arahnya akan dikacaukan oleh benda tersebut. Sudut yang terbentuk antara kutub utara magnet dan arah utara kompas yang dipengaruhi benda logam disebut deviasi. Medan magnet kapal da­pat permanen, dapat pula tidak. Magnet permanen dihasilkan oleh induksi yang terbentuk selama pembuatan kapal. Getaran yang terjadi saat berlang­sungnya pemukulan dan pemasangan paku keling membuat lambung kapal menjadi magnet permanen.

Deviasi kompas bisa dihilangkan. Kompas maritim atau girokompas yang terdapat pada kapal dipasang nada gimbal yang tiangnya disebut binakulum (binna­cle). Gimbal adalah sistem dua-gelang sedemikian sehingga kompas akan selalu berposisi mendatar, meskipun kapal miring ke arah mana pun. Binakulum- nya mengoreksi kesalahan utama deviasi kompas.

Deklinasi, sudut yang terdapat antara utara sebenarnya dan utara magnet. Perbedaan sudut ini di­hasilkan karena adanya perbedaan tempat antara utara maenet bumi dan utara sebenarnya (kutub utara), ke­duanya berjarak sekitar 2.100 kilometer. Karena bumi bulat, deklinasi magnet berbeda dari titik ke titik pada permukaan bumi, dan pada beberapa titik tertentu ju­ga berbeda dari hari ke hari. Untuk mengoreksi dek­linasi ini, kini telah terdapat peta-peta deklinasi, yang mencantumkan harga deklinasi dan perubahan rata- rata tiap daerah.

Incoming search terms:

  • pengertian kompas
  • pengertian kompas magnet
  • kompas magnet
  • arti kompas
  • definisi kompas
  • penjelasan kompas
  • penjelasan tentang kompas
  • apa arti kompas
  • apa itu kompas
  • pengertian compas

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian kompas
  • pengertian kompas magnet
  • kompas magnet
  • arti kompas
  • definisi kompas
  • penjelasan kompas
  • penjelasan tentang kompas
  • apa arti kompas
  • apa itu kompas
  • pengertian compas