PENGERTIAN KOMPOSISI RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT BARAT MASA PRA-INDUSTRI ADALAH – Pada semua masyarakat industri modern keluarga batih adalah yang palirig dominan. Hubungan erat antara cara hidup sosial masa industri dan keluarga batih mendorong para sosiolog untuk mengemukakan bahwa industrialisasilah yang menyebabkan timbulnya keluarga batih. Dikatakan bahwa sebelum industrialisasi masyarakat di Eropa dan Amerika Utara pada dasarnya hidup dalam keluarga-keluarga luas. Akan tetapi, dalam 20 tahun terakhir atau sekitar itu, penelitian baru yang dilakukan oleh para sosiolog dan sejarawan sosial yang menaruh perhatian atas sejarah keluarga Barat menunjukkan bahwa pandangan lama ini tidak tepat, atau sekurang-kurangnya pandangan itu perlu dibatasi secara ketat. Dua di antara sosiolog masa lalu yang menentang pandangan tradisi-onal ialah Sidney Greenfield (1961) dan Frank Furstenburg (1966). Greenfield dan Furstenburg mengemukakan bahwa keluarga batih sudah umum dijum- pai pada masyarakat Amerika masa Kolonial dan Eropa Barat jauh sebelum industrialisasi, dan bahwa dampak indus trialisasi atas struktur keluarga terlalu dibesar-besarkan. Tapi, penelitian yang paling penting atas masalah ini telah dilakukan oleh sosiolog sejarah Inggris yakni Peter Laslett dan rekan-rekan (Laslett, 1977; Laslett dan Wa11,1972). Studi empiris yang rinci telah meyakinkan Laslett bahwa kebanyakan orang di Amerika Kolonial dan di Inggris, Perancis, dan Jerman selama abad xvii dan xviii telah hidup dalam rumah tangga keluarga batih yang rata-rata beranggota lima atau enam orang. Selain itu, Laslett menandaskan bahwa dominansi keluarga batih adalah unik bagi Eropa Barat dan Amerika Utara; di Eropa Timur dan peradaban non-Barat, pola keluarga luaslah yang menjadi ciri dominEm. Menarik bahwa pola-pola keluarga di Eropa pra-industri mempunyai hubungan yang erat dengan tersebarnya kapitalisme (Tabel 16.1). Daerah-daerah di mana kapitalisme merembes paling dalam dicirikan oleh pengaturan-pengaturan keluarga batih. Daerah-daerah Eropa Barat lainnya, seperti Perancis Selatan dan sebagian Jerman dan Aus tria, cenderung mempunyai tipe keluarga luas yang dikenal sebagai keluarga pokok (stein family) sebagai tipe yang dominan (Shorter, 1975). Dalam keluarga pokok, petarii dan istrinya mewariskan tanah pertaniannya kepada salah satu anak Anak laki-laki itu dan istrinya mengambil alih pengolahan tanah itu dan tinggal bersama dengan orang tuanya sampai mereka meninggal. Dengan lahirnya putra si anak, maka dapat saja untuk suatu waktu terdapat tiga generasi yang hidup bersama dalam keluarga luas. Di Eropa Timur norma keluarga luas yang malah lebih penting. Di Yugoslavia, satuan keluarga utama dikenal sebagai zadruga (Shorter, 1975). Zadruga itu adalah sebuah rumah tarigga dari tiga atau empat keluarga batih yang tunduk kepada otoritas suatu patriarkh-dan merupakan suatu satuan ekonomi tunggal. Zadruga berukuran terdiri dari 10 sampai 30 anggota. Di sebagian Rusia terdapat suatu tipe keluarga luas yang serupa yang disebut Gesind. Gesind adalah rumah tangga yang rata-rata beranggotakan 14 orang (Shorter, 1975). Jadi, timbuInya keluarga batih di Barat nampaknya lebih erat kaitannya dengan perkembangan kapitalisme bila dibandingkan dengan industrialisasi. Sesunggul-mya, seperti dengan jelas dikemukakan di atas, dan sebagaimana tercantum dalam Tabel 16.1 secara lebih dramatis, agaknya terdapat suatu hubungan erat antara pola rumah tangga Eropa dan struktur hirarkhis ekonomi-dunia kapitalis selama tahap-tahap awalnya (Alderson dan Sanderson, 1989). Tidak saja dalam inti kapitalis di mana rumah tangga keluarga batih itu pertama kali terbentuk sebagai norma, ttapi semakin tidak sama secara ekonomis suatu daerah dengan daerah pusat semakin kecil kecenderungan daerah itu mengandung rumah tangga keluarga batih. Jadi, pola-pola rumah tangga lebih cenderung menjadi kompleks di daerah-daerah semiperiferal dibandingkan dengan daerah pusat, tetapi daerah-daerah tepi malah lebih cenderung mempunyai rumah tangga yang kompleks (dan, bila sebelunmya telah berstruktur kompleks, maka ia akan berukuran lebih besar dan luas).Alasan mengassosiasikan struktur rumah tarigga dan tipe produksi kapitalis mempunyai kaitan dengan cara rumah tangga-rumah tangga itu berespons terhadap kebutuhan tenaga kerja (Alderson dan Sanderson, 1989). Di intinya, rumah tangga keluarga batih secara ekonomis adalah adap tif untuk ‘Ipara petani kapitalis yang sema.kin mengkarakteristikkan zone ini. Dengan adanya pasar tenaga kerja kapitalis, para petani lebih efisien menyewa para pekerja di lapangan pertanian dibandingkan bila mereka sendiri harus meng-hasilkannya. Kebutuhan ekonomi antara penyewa tanah semiperiferal dan petani periferal sangat berbeda. Para pekerja demikian mendapat tekanan berat untuk mempertahankan tingka.t produksi ekonomi yang sangat karena mereka memproduksi semacam tipe tuan besar, dan bukan untuk mereka sendiri. Hal u1i menciptakan kebutuhan akan tim tenaga kerja yang ekstensif, dan tim yang demikia’n itu sebagian besar harus diciptakan, bertumpu pada para anggota keluarga. Dalam hal para petani periferal, tidak ada pasar tenaga kerja kapitalis maka tidak ada pilihan dalam hal ini. Para penyewa tanah (sharecropers) sering berhasil membujuk tenaga kerja kapitalis untuk menyewa beberapa tenaga kerja yang mereka perlukan. Akan tetapi, strategi ini biasanya terlalu mahal secara ekonomis sehingga cenderung dihindari (Berkner dan Shaffer, 1978).

Jadi apa yang masib tertinggal mengenai tesis bahwa industrialisasi telah menyebabkan terjadinya keluarga batih? Meskipun tesis inijelas penting, tapi perlu mulai ditinggalkan. Industrialisasi jelas telah mempercepat gerakan ke arah terbentuknya keluarga batih malah di daerah-daerah di mana bentuk keluarga demikian itu mendahului industrialisasi. L,agi pula, meski keluarga batth bukanlah benttik yang dominan di bagian dunia lain sebelum industrialisasi, proses industrialisasi itu telah menghasilkan gerakan kearah dominannya keluarga batih (Goode, 1970). Di Jepang sejak abad xvii sampai pertengahan abad. xix, misalnya, keluarga luas tersebar luas (Laslett, 1977). Namtm di Jepang keluarga batih jelas merupakannorma (Kumagai, 1986). Karena adanya kebutuhan akan rnohilitas geografis yang ditimbulkan oleh ekonomi industri modern, maka keluarga luas akan menjach beban berat dalam kehidupan kebanyakan dari keluarga batihlah satu-satunya tipe yang cocok. Sebagai tambahan, bila keluarga luas tidak lagi adaptif secara ekonomis, maka keluarga batih dapat dirangsang oleh kebutuhan illdividu individu di Barat untuk memperoleh kebebasan yang lebih besar dari kontrol oleh generasi yang lebih tua. Pernyataan ini timbul oleh aclanya perbandingan Barat dengan Jepang. Di Jepang pengutamaan keluarga batih belum sejauh yang terdapat di Barat (Kumagai, 1986), dan Jepang menarik perhatian karena antagonismenya terhadap kebebasan dan individualisme gaya Barat. 

Filed under : Bikers Pintar,