PENGERTIAN KONIUNIKASI SIMBOLIK DAN BAHASA MANUSIA – Sistem komunikasi non-manusia sangat bervariasi dan menggunakan berbagai organ tubuh. Sebagaimana komunikasi manusia, komunikasi binatang terdiri dari unsur vokal dan non-vokal. Pada tingkat non-vokal, komuni-kasi terjadi melalui penggunaan indera pencium, peraba dan penglihatan. Lebah madu mengkomunikasikan informasi adanya sumber makanan baru dengan melakukan “tarian mengibas-ngibas” yang membentuk angka delapan (E.O. Wilson, 1975). Sejumlah primata dan mamalia lainnya menandai daerah teritorial mereka dengan mengencinginya untuk mengecilkan hati makhluk lain yang bermaksud merambahnya. Simpanse saling bertepuk tangan dan muka serta berciuman dengan penuh perasaan (Jolly,1972). Pada tingkat vokal, beberapa primata dan mamalia lainnya mengeluarkan berbagai suara yang masing-masing mengandung informasi.

Walaupun sangat bervariasi, semua sistem komunikasi non-manusia memiliki satu ciri dasar : Semua didasarkan atas penggunaan tanda (sign) dan isyarat (signal). Ciri terpenting sebuah tanda adalah hubungan antara tanda tersebutdengan makna yang ingin disampaikannya dilekatkan secara genetik. TaTian lebah madu, dengkur dubuk dan teriakan hyena semuanya merupakan tindakan komunikasi yang terprogram secara genetik dengan batas-batasnya yang ketat, hubungan satu-dengan-satu antara tindakan dan maknanya. Dengan demikian, tanda merupakan mekanisme komunikasi yang bersifat tertutup, atau non-produktif: maknanya telah ditentukan secara ketat sebelumnya, dan tidak ada makna baru yang dapat ditambahkan.

Komunikasi manusia berbeda karena ia didasarkan atas simbol-simbol. Simbol berbeda dengan tanda karena maknanya yang bersifat arbitrer. Makna sebuah simbol ditentukan oleh mereka yang menggunakannya dengan cara tertentu, dan dengan demikian simbol tidak terlalu terbatas sebagaimana tanda. Berlawanan dengan tanda, simbol bersifat terbuka dan produktif. Simbolsimbol dapat memiliki makna yang baru atau berbeda (bahkan mempunyai beberapa makna sekaligus) tergantung kepada penggunaan dalam konteks apa pemakainya meletakkannya. Baik tanda maupun simbol keduanya menyampaikan informasi, tetapi karena sifatnya yang terbuka, produktif, maka simbol dapat menyampaikan informasi secara lebih efisien. Simbol bukan hanya membuat komunikasi semakin efisien, ia juga dapat mengkomunikasikan informasi dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih kompleks dibandingkan dengan yang dapat dilakukan oleh tanda.

Simbol-simbol tertentu memberikan unsur pembentuk bagi kepandaian yang khas manusia, kepandaianberbahasa. Bahasa dapat didefinisikan sebagai penataan berbagai simbol yang kompleks.Dengan perkembangan bahasa, manusia melintasi sebuah pintu gerbang evolusioner.

Hockett dan Ascher (1964) mencirikan empat karakteristik utama bahasa yang sebenarnya ( true-language ). Pertama, bahasa mengandung kualitas keterbukaan ( openness). Simbol-simbol yang merupakan unsur pembentuk bahasa dapat mengambil makna yang baru dan bermacam-macam, sebagai lawan dari sistem tanda yang maknanya sudah ditentukan sebelumnya. Di samping itu, pembicara dapat mengutarakan ungkapan-ungkapan baru yang belum pernah diucapkan atau terdengar sebelumnya. Ini membuat bahasa menjadi produktif karena ia mampu melahirkan ungkapan-ungkapan baru, makna-makna baru dan kombinasi baru dari berbagai ungkapan dan makna yang baru. Kedua, bahasa dikarakterisasikan dengan ciri yang disebut displacernent. Displacement merujuk kepada kemampuan membicarakan sesuatu yang tidak ada di depan mata, sesuatu yang ada di masa lalu atau masa depan, atau untuk sesuatu yang tidak pernah ada. Sebaliknya, tanda terikat kepada situasi tertentu yang relevan dengan pengungkapannya. Hockett dan Ascher mencatat, misalnya, bahwa siamang tidak mengeluarkan panggilan untuk makan kecuali bila mereka sudah menemukan makanan. Ketiga, dualitas susunan merupakan karakteristik khusus bahasa. Di satu pihak,Bahasa meru-pakan susunan serangkaian unit suara dasar, masing-masing tak bermakna bila tidak dihubungkan dengan yang lain. Dan di pihak lain, merupakan susunan yang mengkombinasikan unit-unit suara yang terpisah itu ke dalam urutan yang telah disepakati sehingga membuatnya bermakna. Sistem tanda jarang mempunyai dualitas seperti ini, dan setiap pengungkapan mengandung satu makna, yang sudah ditentukan sebelumnya. Terakhir, bahasa ditransmisikan dengan belajar. Transmisi ini jelas bertolak belakang dengan transmisi sistem simbol yang berlangsung secara genetik.

Filed under : Bikers Pintar,