Advertisement

KONSEP DAERAH KEBUDAYAAN
Suatu daerah kebudayaan atau culture area merupakan suatu penggabungan atau penggolongan (yang dilakukan oleh ahli-ahli antropologi) dari suku-suku bangsa yang dalam masing-masing kebudayaannya yang beraneka warna mempunyai beberapa unsur dan ciri mencolok yang serupa. Sistem penggolongan daerah kebudayaan yang sebenarnya merupakan suatu sistem klasifikasi yang mengklaskan beraneka warna suku bangsa yang terbesar di suatu daerah atau benua besar, ke dalam golongan berdasarkan atas beberapa persamaan unsur dalam kebudayaannya. Hal ini untuk memudahkan gambaran menyeluruh dalam hal penelitian analisa atau penelitian komperatif dari suku-suku bangsa di daerah atau benua yang bersangkutan.
Saran-saran pertama untuk perkembangan sistem culture area berasal dari seorang ilmuwan antropologi di Amerika, F. Boas. Walaupun para pengarang dari abad ke-19 tentang kebudayaan dan masyarakat suku bangsa Indian pribumi Benua Amerika telah mempergunakan sistem klasifikasi berdasarkan daerah-daerah geografi di benua Amerika yang menunjukkan banyak persamaan dengan sistem klasifikasi culture area di Amerika Utara yang kita kenal sekarang.
Meskipun benih-benih untuk sistem klasifikasi culture area itu sudah ada pada para pengarang etnografi di Amerika Serikat, tetapi murid Boas bernama C. Wissler adalah yang membuat konsep itu populer, terutama karena bukunya yang berjudul The American Indian (1920), di mana is membicarakan berbagai macam suku bangsa Indian Amerika Utara berdasarkan atas sembilan buah culture area. Suatu daerah kebudayaan dikelompokkan ke dalam satu golongan. Kebudayaan yang satu dengan yang lain berbeda. Perbedaan itu dari segi wujud unsur kebudayaan fisik, misalnya alat-alat berburu/bertani, alat transportasi, senjata, bentuk-bentuk ornamen, bentuk dan gays pakaian, tempat kediaman, dan sebagainya. Selain itu jugs ada perbedaan dari sistem sosial atau sistem budaya, seperti unsur-unsur organisasi kemasyarakatan, perekonomian, upacara keagamaan, cara berpikir, dan adat istiadat. Ciri-ciri mencolok yang sama dalam suatu jumlah kebudayaan menjadi jumlah untuk klasifikasi.
Dipandang dan sudut etnografi, kebudayaan-kebudayaan penduduk Melanesia menunjukkan beberapa ciri mencolok yang khas.
Kelemahan dari metode itu memang telah dirasakan oleh para sarjana, dan suatu verifikasi yang lebih mendalam tidak akan mempertajam batas-batas dari culture area, tetapi akan mengaburkannya.
Penduduk Mikronesia pada umumnya mengucapkan bahasa-bahasa yang sekeluarga, dan menunjukkan suatu pengkhususan mengenai mata sistem pencarian dan kemasyarakatannya.
Sistem culture area mulai dikembangkan oleh C. Wissler untuk mengklasifikasikan aneka warna kebudayaan penduduk Indian pribumi di Amerika Selatan, Oseania, Afrika, dan di Asia, semuanya dengan sedikit keterangan dan contoh.

Advertisement
Advertisement