PENGERTIAN KRISIS KELUARGA YANG SESUNGGUHNYA ADALAH – Meskipun tingkat kohabitasi dan perceraian meningkat, orang masih mau nikah. Sekurang-kurangnya 90 persen orang masih memilih pernikahan, dan tingkat menikah lagi sesudah bercerai- sangat tinggi (Cherlin, 1981). Jadi keluarga tidak pecah sebagai suatu pranata , meskipun sudah sangat berbeda dari apa yang dulu pernah ada.

Barangkali krisis keluarga yang sesungguhnya bukanlah bahwa orang semakin banyak hidup bersama tanpa pernikahan atau lebih banyak yang bercerai. Barangkali krisis yang sesungguhnya ialah meningkatnya ketidak-mampuan keluarga untuk berfungsi, menurut istilah Lasch, sebagai suatu surga atau tempat pelarian, suatu perkembangan yang oleh Shorter dimaksudkan sebagai “pengrusakan sarang” (destruction of the nest). Agaknya keluarga sernakin kehilangan kemampuannya untuk melindungi para remaja terhadap tekanan persaingan yang ekstrim dalam peradaban kapitalis yang maju, dan semakin menghadapkan kaum wanita dengan tekamm-tekanan itu. Memang hal ini mempunyai implikasi yang besar bagi kesejahteraan psikologis pada individu-individu dalam masyarakat modern, maupun keseluruhan warna dan karakter kehidupan sosial.

Filed under : Bikers Pintar,