Advertisement

PENGERTIAN KROMOSOM – Suatu organ atau struktur sel terpen­ting dalam inti sel. Kromosom terdiri atas jisim-jisim nukleoprotein yang tampak gelap dengan pewarnaan basa selama proses pembelahan sel. Kromosom me­ngemban gen-gen yang tersusun secara linier, dan jumlah serta strukturnya khas untuk setiap jenis makhluk.

Banyak pengetahuan tentang struktur kromosom diperoleh dari organisme prokariota, yaitu organisme yang tidak mempunyai inti, seperti virus dan bakteria. Sebabnya, prokariota merupakan organisme yang tidak terlalu rumit jika dibandingkan dengan eukario- i2. baik secara genetika maupun secara’biokimia. Pro­kariota merupakan organisme monopioid atau mem­punyai satu perangkat kromosom saja, sedangkan eukariota merupakan organisme diploid atau mempu­nyai dua perangkat kromosom. Pada sebagian besar prokariota, informasi genetika disimpan dalam satu kromosom tunggal yang berisikan satu molekul asam nukleat saja, berupa RNA atau DNA. Virus RNA ter­kecil hanya mempunyai 3 gen, sedangkan virus DNA terkecil hanya mempunyai 9-11 gen. Virus DNA yang besar seperti bakteriofag T2 mempunyai 150 gen. Bakteria E. coli mempunyai 3000 — 4000 gen yang semuanya berada pada satu kromosom tunggal.

Advertisement

Eukariota yang paling sederhana mempunyai 2 — 10 kali jumlah gen E. coli. Salah satu masalah yang menarik banyak perhatian para pakar genetika ialah jumlah DNA yang “berlebih” dalam kromosom. DNA eukariota dikemas dalam sejumlah kromosom, dan setiap jenis kromosom ada pasangannya (diploid). Pa­da beberapa jenis tumbuhan, jumlah setiap jenis kro­mosom lebih dari dua (poliploid).

Jika panjang kromosom E. coli hanya 1.100 mikron atau kira-kira 1 milimeter, panjang seluruh kromosom manusia yang berjumlah 46 buah adalah 1.000- 2.000 milimeter untuk sel yang diploid. Kromosom yang paling pendek (kromosom nomor 22) mengan­dung 15 milimeter DNA, sedangkan yang paling pan­jang 85 milimeter (kromosom nomor 1). Selama sta­dium metafase dari proses mitosis, kromosom memendek sehingga panjang kromosom nomor 1 pada manusia menjadi 10 mikron dengan penampang 0,5 milimikron.

Kromosom hanya tampak jelas selama pembelahan sel karena pada waktu itu kromosom memendek dan dilapisi oleh nukleoprotein ekstra. Pada sel yang se­dang istirahat, kromosom tidak tampak bila dilihat de­ngan mikroskop cahaya. Hanya dengan cara pemerik­saan biokimia, dibantu dengan pemeriksaan mikroskop elektron dan difraksi sinar-X, barulah struktur kromosom dapat diungkapkan.

Berdasarkan bentuk kromosom pada stadium meta­fase dari proses mitosis sel, kromosom dapat dibagi dalam bentuk-bentuk metasentrik, submetasentrik, dan telosentrik atau akrosentrik. Pembagian tersebut berdasarkan letak kinetokor atau sentromer. Kromo­som dengan kinetokor di tengah disebut metasentrik. Jika terletak di ujung, kinetokor disebut telosentrik atau akrosentrik, sedangkan jika terletak di antara ke­dua kedudukan itu disebut submetasentrik. Kromo­som metasentrik dan submetasentrik disebut mempu­nyai dua lengan, yaitu sebutan untuk bagian kromosom pada kedua sisi kinetokor. Bagian yang le­bih pendek disebut lengan pendek, dan yang lebih panjang disebut lengan panjang. Dengan cara pewar­naan khusus, akan tampak pita-pita yang terang dan gelap melintang sepanjang kromosom (chromosome banding). Letak pita-pita tersebut khas dan dapat di­pakai untuk mengenali kromosom.

Secara kimia kromosom terdiri atas DNA, sejum­lah kecil RNA dan dua jenis protein, yaitu histon, – suatu protein basa yang bermuatan positif pada pH ne­tral – dan protein non-histon, suatu protein a§am yang bermuatan negatif pada pil netral. Kiston me­mainkan peranan penting d^lam menyusun struktur kromatin (lihat Kromatin). Protein non-histon meru­pakan golongan senyawa yang terdiri atas berbagai je­nis protein yang susunannya berbeda pada berbagai jenis sel dari organisme yang sama.

Klasifikasi kromosom manusia telah dilakukan berdasarkan kesepakatan pada beberapa pertemuan internasional, antara lain di Denver (USA), Paris, dan Chicago. Kesepakatan ini membuahkan peng­golongan berdasarkan ukuran, letak kinetokor, dan pi­ta yang tampak. Penggolongan utama dilakukan ber­dasarkan ukupin dan letak kinetokor sebagai berikut:

Golongan A terdiri atas tiga kromosom yang terbe­sar dengan kinetokor di tengah (kromosom nomor 1 – 3). Golongan B terdiri atas kromosom dengan urutan besar ke-4 dan ke-5, yaitu kromosom besar dengan kinetokor yang submetasentrik (kromosom nomor 4 dan 5). Golongan C terdiri atas kromosom nomor 6-. 12 ditambah dengan kromosom-X, yaitu kromosom berukuran sedang dengan kinetokor di tengah (meta. sentrik). Golongan D merupakan kromosom akrosen- trik yang besar (kromosom nomor 13 – 15). Golongan E merupakan kromosom metasentrik yang kecil (kro- mosom nomor 16 – 18). Golongan F merupakan kro­mosom metasentrik yang paling kecil (kromosom 19 – 20). Golongan G merupakan kromosom akrosentrik terkecil dan terdiri atas kromosom nomor 21 – 22, dan kromosom-Y.

Kromosom dalam tiap-tiap golongan dikenali dari perbedaan pita-pitanya, yang tampak dengan pewar­naan khusus dengan kinakrin atau Giemsa.

 

 

Incoming search terms:

  • pengertian kromosom
  • arti kromosom
  • definisi kromosom
  • protein non histon
  • pengertian non histon
  • pengertian metasentrik
  • non histon
  • pengertian protein non histon
  • golongan kromosom
  • pengertian protein nonhiston

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian kromosom
  • arti kromosom
  • definisi kromosom
  • protein non histon
  • pengertian non histon
  • pengertian metasentrik
  • non histon
  • pengertian protein non histon
  • golongan kromosom
  • pengertian protein nonhiston