Kitab sastra yang berisi kisah raja mitologis dari jaman pra-islam di wilayah suku bangsa Bugis-Makasar di Sulawesi Selatan. Menurut R.A. Kern, kitab ini merupakan epos terpanjang di dunia. Buku ini ditulis dalam lembaran lontara (lontar) yang jika disalin kembali dalam bentuk halaman kertas de­ngan menghilangkan bagian pengulangan akan me­makan 6.000 halaman. Sekitar 5.400 halaman terdapat di Leiden dan 600 halaman di Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan dan beberapa lagi tersebar di wilayah Sulawesi Selatan. Semula kitab ini tidak ditulis di lon­tara, tetapi pada daun aka, satu jenis alat tulis yang lebih tua dari lontara dari abad ke-17 dan 18. Buku asli ini dinamaiSure Selleang I La Galigo atau Kitab/ Surat Sastra I La Galigo.Gilbert Hamonic menilai ki­tab ini sebagai “satu hasil terindah dari sastra sejenis­nya”, karena “hubungan para tokohnya sangat ber­belit dan berkat keindahan ceritanya sendiri”. Prof. Dr. Andi Zainal Abidin menyebut kitab ini sebagai I La Galigo epic cycle.

La Galigo bukan sekadar karya sastra, tetapi dapat menjadi sumber sejarah kerajaan di Indonesia Timur tertua, yaitu Kerajaan Luwu, yang menurut sumber telah ada di Sulawesi Selatan sekitar abad ke-8—10. La Galigo mengisahkan asal-usul raja Luwu dan ke­turunannya secara sastra dan mitologis. Dimulai de­ngan penciptaan alekawa (bumi), Raja Botillangi (pun­cak langit), yaitu La Pattigana, mengumpulkan raja- raja berbagai wilayah untuk menetapkan siapa yang akan merajai “tanah kosong” di bumi. Para raja me­netapkan putra sulung La Pattigana, La Togelangi yang bergelar Batara Guru, untuk turun ke Ussu, Luwu. Raja dewa ini kemudian digantikan anak sulungnya La Tiuleng yang bergelar To Manurung. Tokoh inilah yang menurunkan raja-raja Luwu yang berkuasa mutlak. Hal ini berbeda dengan raja-raja yang kemudian ditulis dalam lontara sebagai raja konstitusi. Juga diceritakan kisah putra To Manu­rung yang gemar mengembara, Sawerigading (yang lahir dari bambu kuning) yang semula disebut La Ma’dukelling.

Cerita yang juga menarik adalah penyebaran orang- orang Bugis, Makasar dan Mandar, dari wilayahnya semula di Luwu ke wilayah sekarang dengan akibat orang-orang “Oro” atau “Bolongtiu” yang cirinya se­rumpun dengan Aborigin Australia.

“Masa La Galigo” boleh dikatakan untuk menama­kan suatu jaman sebelum kedatangan dan penyebar­an Islam di Sulawesi Selatan. Watak yang menonjol dari orang-orang Luwu adalah kegemaran mereka mengembara.

Incoming search terms:

  • pengertian i la galigo
  • isi kitab la galigo
  • i la galigo
  • terjemahan kitab la galigo
  • arti kata la galigo
  • la galigo adalah
  • sejarah la galigo

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian i la galigo
  • isi kitab la galigo
  • i la galigo
  • terjemahan kitab la galigo
  • arti kata la galigo
  • la galigo adalah
  • sejarah la galigo