PENGERTIAN LEDAKAN PENDIDIKAN DUNIA ADALAH – Ekspansi Pendidikan Dunia Sejak 1950 – Salah satu ciri yang mencolok tentang pendidikan dalam dekade-dekade terakhir ini ialah ekspansinya yang besar menurut suatu skala dunia. Seperti yang diungkapkan oleh Tabe117.3, semakin banyak anak muda yang mendaftar untuk pendidikan di mana-mana. Keadaan ini terjadi di negara industri yang maju maupun di negara yang sedang berkembang, dan terdapat pada semua tingkat pendidikan (dasar, menengah, dan tinggi). John Meyer, Francisco Ramirez, Richard Rubinson, dan John Boli-Bennett (1977) telah berusaha menjelaskan ekspansi yang menarik perhatian ini. Mereka mempelajari sejtmllah besar variabel yang dihipotesiskan sebagai erat hubungarmya dengan ekspansi demikian. Di antaranya ialah tingkat urbanisasi, modemisasi politik, sentralisasi negara, dan ketergantungan ekonomi. Tak satupun dari variabelvariabel sosial itu yang dijumpai sebagai suatu faktor penduga pertumbuhan pendidikan yang memuaskan.  Agaknya, yang perlu dicatat secara khusus bahwa malah tingkat pembanguna_n ekonomi suatu bangsa, yang telah secara luas dikemukakan oleh banyak teoris sebagai penentu pertumbuhan pendidikan yang utama, ternyata sedikit saja kaitannya.

Meyer dan kawan-kawan kemudian mengembangkan suatu model alternatif tentang ekspansi pendidikan. Model ini memanda_ng bahwa eksp ansi pendidikan yang seluas dunia ini dalam dekade-dekade terakhir telah terjadi terutama sebagai akibat dari aspek-aspek demografi dan organisasi pendidikan tertentu. Yakni, ” pendidikan telah meluas di mana-mana sebagai suatu fungsi populasi yang ada yang harus dididik dan fungsi tingkat pendidikan yang ada dalam tahun1950″ (Meyer dan kawan-kawan, 1977:255). Mereka melaporkan bahwa suatu tes empiris pendahuluan atas model alternatif ini mendukung pernyataan itu. Ada dua cara yang berbeda untuk melihat model Meyer dan kawan-kawan itu. Pertama ialahbahwa model itu sesunggulmya berakar dalam model pendidikan yang lebih umum sebagai pembangunan bangsa. Dari perspektif ini, mereka “menandaskan bahwa kebudayaan tingkat dunia dan petunjuk-petunjuk organisasi untuk pembangunan ekonomi, kewarganegaraan, dan ‘kemajuan’ melalui transformasi mendorong semua negara ke arah perluasan sistem-sistem pendidikan” (Fiala dan Lanford, 1987:315). Meyer dan kawan-kawan memang menandaskan hal ini, dan sampai tingkat tertentu mereka barangkali benar (Fiala dan Lanford, 1987). Di pihak penekanan mereka atas proses ekspansi pendidikan yang meliputi dunia yang “berjalan dengan sendirinya”iself-generating) menunjukkan, apakah mereka sengaja atau tidak, bahwa kesimpulan-kesimpulan mereka sepadan benar dengan konsepsi tentang ekspansi pendidikarl sebagai inflasi surat kepercayaan. Sesunggul-u-iya, dalam buku yang provokatif dari Ronald Dore (1976) dikemukakan bahwa proses ini terjadi di balik pertumbuhan pendidikan yang luas akhir-akhir ini. Dore menyebut proses illi kualifikasionisme, dan dikemukakannya bahwa proses ini merupakan gejala yang signifikan di dalam semua atau sebagian besar masyarakat industri. Lagi pula, bangsa-bangsa yang sedangberkembang ternyata meniru pola-pola pendidikan negara-negara industri, sehingga membentuk suatu elemen kualifikasionisme yang kuat ke dalam sistem pendidikan mereka sendiri. Semua (atau sekurang-kurangnya kebanyakan) bangsa masa kini telah terjangkit apa yang disebut Dore “penyakit diploma”.

Filed under : Bikers Pintar,