Advertisement

PENGERTIAN LI PO – Surat kabar pertama di Pulau Jawa yang di­terbitkan oleh kalangan peranakan Cina dalam bahasa Melayu-Cina, di Sukabumi, Jawa Barat. Surat kabar yang dipimpin dua orang redaktur, Tan Ging Tiong dan Yoe Tjai Siang, ini diterbitkan oleh Soekaboerrii. sche Snelpersdrukkerij sejak tanggal 12 Januari 19oi Ukuran lembarannya kecil, 17 x 40 sentimeter.

Li Po mula-mula diterbitkan secara tidak teratur Barulah sejak edisi 11 Mei 1901, setelah memperoleh banyak pelanggan, majalah ini dapat terbit secara ter­atur sebagai koran mingguan yang beredar setiap hari Sabtu. Isi surat kabar ini mengutamakan budi pekerti (//) dan sering memuat tulisan yang berkaitan dengan ajaran falsafah kuno Cina.

Advertisement

Umur surat kabar ini hanya enam tahun, sampai ta­hun 1907, dan tetap terbit sebagai mingguan dengan format yang juga tetap kecil. Setelah Li Po, menyusul surat kabar Melayu-Cina lainnya seperti: Kabar Per­niagaan yang kemudian menjadi Perniagaan dan ber­ubah lagi menjadi Siang Po (1903-1942), Sin P0 (1910-1958) dan Keng Po (1923-1958), semuanya terbit di Jakarta, serta Sin Tit Po di Surabaya (1929- 1942) yang merupakan kelanjutan Sin Jit Po.

Kedudukan ekonomis kalangan peranakan Cina yang lebih baik dibandingkan dengan masyarakat bu­miputra pada masa itu tercermin dalam kehidupan pers berbahasa Cina dan Melayu-Cina yang pada umumnya lebih kuat daripada pers bumiputra. Para pengusaha Cina, misalnya, lebih suka memasang iklan di surat kabar yang diterbitkan oleh golongan mereka.

Sampai saat pemerintahan Hindia Belanda bera­khir pada tahun 1942, di Jawa terdapat sedikitnya 43 surat kabar berbahasa Melayu-Cina. Di Sumatra ada 9 surat kabar jenis ini, di Kalimantan 2, dan di Sula­wesi 4. Pada masa itu, sebagian besar surat k^bar ini berorientasi ke daratan Cina dan hanya sebagian kecil yang berorientasi ke Indonesia. Pada masa penjajahan Jepang, seluruh surat kabar berbahasa Melayu-Cina tidak diizinkan terbit.

Surat kabar jenis ini dapat terbit kembali setelah Indonesia merdeka, dan sebagian besar berorientasi ke Indonesia. Tetapi menjelang masa demokrasi ter­pimpin dalam pemerintahan Presiden Sukarno, tahun 1959-1965, secara bertahap surat kabar itu diharuskan berganti nama. Pada tahun 1958, Keng P o menjadi Pos Indonesia dan Sin Po mula-mula menjadi Pan- tjawarta dan kemudian Warta Bhakti.

Incoming search terms:

  • surat kabar li po

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • surat kabar li po