Advertisement

Civilisations, hingga 1946, dan dengan demikian memperluas cakupannya hingga sejarah berbagai mentalitas yang dipraktekkan Febre dalam karyanya tentang Reformasi. Ia dibantu oleh Fernand Braudel, yang terkenal berkat tesis doktornya tentang The Mediterranean and Mediterranean World in Age of Philip II (1949). Braudel mendominasi generasi kedua gerakan ini, yang sesungguhnya merupakan semacam ‘mahzab’ dengan konsep-konsep dan metode-metode yang lain sama sekali. Sejumlah anggota kelompok Annates, khususnya Le Roy Ladurie dan Georges Duby, seorang ahli abad-pertengahan, seperti Ladurie suka bergerak dari sejarah pedesaan menuju ‘sejarah berbagai mentalitas dewasa ini berkutat untuk mengintegrasikan politik maupun peristiwa-peristiwanya ke dalam pendekatan mereka, dan untuk menyajikan narasi, disamping juga analisis. Pada tahun 1929, setelah sekian lama dirancang, jurnal Annates d’historie economique et sociale diterbitkan untuk pertama kalinya oleh dua sejarawan di Universitas Strasbourg, yakni Lucien Febre dan Marc Bloch Jurnal itu mereka buat karena mereka tidak suka pada cara mempelajari sejarah di Perancis dan di tempat lainnya dan ingin memberi semacam alternatif. Mereka memandang bahwa para sejarawan kolot terlalu menekankan pada peristiwa-peristiwa, terlalu bersifat politik dan terlalu terpisah dari disiplin-disiplin ilmu lain yang sebenarnya punya hubungan dekat dengan sejarah. Dalam ikhtiar mereka membangun ilmu sejarah yang ‘total’ (total dalam pengertian memperhatikan segenap sisi kehidupan manusia, bukan daiam arti ingin mencakup segenap rinciannya), julukan yang kemudian melekat pada mahzab ini. Febre dan Bloch berkutat menyusun daftar kolaborasi para pekerja ilmu sosial. Mereka berdua mengagumi karya Paul Vidal de la Biache dalam geografi manusia, dan tertarik pada gagasan-gagasan Lucien Levy-Bruhl tentang mentalitas primitif. Bloch juga terilhami oleh perhatian Durkheim terhadap masyarakat dan pada metode perbandingannya. Terbitan pertama AnnaJes memuat ulasan mengenai ahli geografi Albert Demageon, ahli sosiologi Maurice HaJbwachs dan politik Andre Siegfried. Gerakan pembaruan yang dikaitkan dengan jurnal ini bisa dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama (kira-kira sampai tahun 1945. skala gerakannya kecil, radikal dan subversif. Namun setelah Perang Dunia Kedua, para pemberontak ini mengambil-alih posisi mapan dalam ilmu sejarah. Febre menjadi presiden Eccis Pravcue des Hautes Etudes baru yang bersifat interdisipliner. la tetap menjadi editor Annales, Sooeres. Braudel sendiri menekankan pentingnya geografi sejarah jangka-panjang (la launge duree) dan budaya material (civilization materielie). Pierre Chaunu menekankan metode kuantitatif (I’histoire serielle). khususnya dalam studinya yang luas tentang perdagangan antara Spanyol dan Dunia Baru, Seville et I’Atlantique. Pierre Goubert, bekas mahasiswa Bloch, menyatukan demografi sejarah baru, yang dikembangkan Louis Henry, menjadi sebuah studi komunitas sejarah tentang wilayah Beauvais. Robert Mandrou tetap dekat dengan Febre dan ‘sejarah berbagai mentalitasnya’.

Fase ketiga dalam gerakan ini dimulai pada tahun 1968 (tahun terjadinya peristiwa-peristiwa politis yang menandai balas dendam mereka kepada para sejarawan yang menentang mereka). Terhadap krisis politik itu, Braduel mengambil sikap untuk mundur dan mempercayakan jurnalnya kepada orang yang lebih muda, yakni Emmanuel Le Roy Ladurie. Le Roy Ladurie memreroleh reputasi melalui karyanya The Peasants of Languedoc (1966), sebuah sejarah total yang dibangun dengan konsep-konsep Braudel, yang sedapat mungkin menggunakan metode-metode dan bergerak ‘dari gudang ke loteng (para-para)’. berdasarkan pendekatan ‘sejarah berbagai mentalitas’ dan antropologi sejarah, sebagaimana karyanya yang paling laris tentang perkampungan abad empat-belas, Mon- tailhi: ‘19751 Pada tahun 1980-an terjadi perpecahan pada mazhab sebelumnya, yang dalam segaia hal begitu berpengaruh di Perancis seningga kehilangan kekhasannya. Ia sekarang bersifat mazhab’ hanya bagi para pengagum luar dan kritikus dalam negeri, yang terus menghantam sikapnya yang meremehkan pentingnya peristiwa-peristiwa politik. Tokoh lain, khususnya Jaques Le Goff, Roger Charti dan Jean Claude Schmitt, telah mengembangkan pendekatan baru terhadap sejarah budaya, dalam pengertian yang luas, termasuk sejarah ritual-ritual, sikap tubuh dan cara membaca. Karena Braudel memiliki semacam hubungan quasi-filial dengan Febre dan hubungan quasi-paternal dengan Laudri, pengembangan gerakan Annales menjadi sebuah mahzab dan perpecahannya menjadi kelompok-kelompok yang lebih terorganisir agaknya bisa ditafsirkan sebagai suksesi dari generasi ketiga. Ini juga menggambarkan proses siklus di mana para pemberontak menjadi orang-orang mapan dan selanjutnya menjadi pemberontak lagi. Namun jurnal ini dan orang-orang yang dikaitkan dengannya masih menawarkan contoh paling awet dari interaksi yang penuh manfaat antara sejarah dan ilmu sosial.

Advertisement

Incoming search terms:

  • pengertian mentalitas menurut para ahli
  • sejarah mentalitas
  • pengertian sejarah mentalitas
  • pengertian mentalitas
  • sejarah mentalitas adalah
  • pengertian mentalitas menurut koentjaraningrat
  • pengertian mentalitas kelompok
  • pengertian le roy ladurie
  • makalah sejarah mentalutas
  • definisinya mentalitas menurut para ahli

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian mentalitas menurut para ahli
  • sejarah mentalitas
  • pengertian sejarah mentalitas
  • pengertian mentalitas
  • sejarah mentalitas adalah
  • pengertian mentalitas menurut koentjaraningrat
  • pengertian mentalitas kelompok
  • pengertian le roy ladurie
  • makalah sejarah mentalutas
  • definisinya mentalitas menurut para ahli