PENGERTIAN MANAJEMEN STRES

40 views

PENGERTIAN MANAJEMEN STRES – Manajemen stres adalah serangkaian teknik untuk membantu orang-orang yang jarang dirujuk sebagai pasien (a.1., karyawan rumah sakit, pekerja pabrik, mahasiswa) untuk menghadapi berbagai tantangan hidup. Semakin diakuinya peran stres dalam berbagai penyakit medis, termasuk penyakit yang dipengaruhi oleh disfungsi sistem kekebalan, memperkuat momentum manajemen stres sebagai strategi untuk mengurangi melemahnya fungsi sistem kekebalan karena stres (Zakowski, Hall, & Baum, 1992). Manajemen stres juga telah digunakan secara berhasil bagi beberapa penyakit lain, termasuk sakit kepala karena tegang, kanker, hipertensi, penyakit arteri dan jantung koroner, dan, yang akan dibahas nanti, rasa sakit kronis (Antoni dkk., 2000; Smith, 2000). Dalam beberapa tahun terakhir manajemen stres juga telah diberikan di SMU, di mana tekanan bagi banyak siswa berprestasi untuk selalu cemerlang dan diterima di berbagai perguruan tinggi ternama mengkhawatirkan para orang tua dan guru (Kelleher, Mathews, & Ritsch, 2002). Manajemen stres mencakup berbagai teknik, dan umumnya lebih dari satu teknik yang digunakan dalam setiap pelaksanaan (Davison & Thompson, 1988; Lehrer & Woolfolk, 1993; Steptoe, 1997).

• Pengurangan ketegangan. Dalam pengurangan ketegangan seseorang diberi latihan relaksasi otot, kadangkala dibantu dengan btofeedback. Meskipun buktibukti tidak jelas tentang perlunya menggunakan alat rumit untuk biofeedback yang benar, namun diperoleh penegasan bahwa mengajarkan orang-orang untuk melakukan relaksasi mendalam dan menerapkan keterampilan tersebut terhadap stresor dalam kehidupan nyata dapat membantu menurunkan tingkat stres mereka. Juga terdapat bukti bahwa fungsi kekebalan dapat ditingkatkan dengan latihan relaksasi (Jasnoski & Kugler, 1987; Kiecolt-Glaser dkk., 1985), meskipun manfaat dalam jangka waktu lama masih diragukan kecuali jika relaksasi dilakukan secara rutin dalam kurun waktu lama (Davison & Thompson, 1988; Goldfried & Davison, 1994; Zakowski dkk., 1992). Karena stres itu sendiri dapat dipandang sebagai reaksi terhadap situasi yang dianggap tidak dapat diduga, tidak dapat dikendalikan_ atau keduanya, latihan relaksasi dapat memberikan manfaat melalui meningkatnva rasa self-efficacy seseorang, keyakinan bahwa seseorang bukan hanya sekadar bidak dari kekuatan yang tidak dapat dikendalikan yang tidak selalu baik (Bandura, 1997).
• Restrukturisasi hognitif. Termasuk dalam restrukturisasi kognitif adalah berbagai pendekatan seperti yang dilakukan Albert Ellis (1962) dan Aaron Beck (1976″ Fokusnya adalah mengubah sistem kepercayaan seseorang dan meningkatkan kejernihan interpretasi logis terhadap pengalaman berdasarkan asumsi bahwa kapasitas intelektual seseorang dapat memengaruhi perasaan dan perilaku mereka. Berbagai temuan yang menjanjikan mengenai berbagai masalah yang disebabkan stres telah dihasilkan, termasuk luka di alat kelamin karena herpes (McLarnon & Kaloupek, 1988) dan pemulihan setelah operasi (Johnston & Voegele, 1993).
• Pelatihan heterampilan behavioral. Karena merupakan suatu hal yang wajar bila seseorang merasa terbebani jika ia kurang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas yang menantang, maka manajemen stres sering kali mencakup instruksi dan latihan keterampilan yang diperlukan dar. juga isu umum seperti manajemen waktu dan penempatan prioritas secara efektif. Juga termasuk dalam rubrik ini adalah pelatihan keterampilan aserst mengekspresikan rasa suka dan tidak suka tanpa melanggar hak orang lain.
• Pendehatan perubahan linghungan. Bila strategi individual bertujuan untuk membantu seseorang menghadapi lingkungan tertentu, seseorang juga dapat berada dalam posisi di mana terkadang masalahnya terletak pada lingkungan dan hal terbaik adalah mengubahnya. Salah satu jenis pendekatan lirigkungan diambil dari penelitian yang disebutkan sebelumnya dalam bab–ini (hlm. 281; mengenai peran positif dukungan sosial pada kesehatan. Jika dukungan sosial membantu orang tetap sehat atau membantu menghadapi penyakit, adalah sesuatu yang beralasan untuk berasumsi bahwa meningkatkan dukungan semacam itu dapat membuat seseorang berfungsi lebih baik. Jenis perubahan lingkungan lain adalah lingkungan kerja. Mengubah praktik-praktik manajeman atau memberikan privasi yang lebih besar dan interupsi yang lebih sedikit dapat mengurangi karakteristik yang menyebabkan stres dari lingkungan di mana orang bekerja dan menghabiskan sebagian besar waktu produktif mereka (Murphy dkk., 1995).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *