Advertisement

Manusia dalam hidupnya mempunyai keyakinan atas suatu hal. Mengapa demikian, sebab manusia dalam hidupnya selaiu mempunyai pengharapan dan cita-cita sehingga ia selalu berusaha untuk mewujudkan keyakinan dan pengharapannya dalam karya yang kongkret. Keyakinan begitu pentingnya bagi manusia, dapat dikatakan sebagai salah satu syarat dalam kehidupannya. Tanpa keyakinan, kehidupan akan diliputi oleh perasaan bimbang. Keyakinan adalah sesuatu yang seharusnya dibela oleh orang yang memilikinya, tidak peduli apa pun yang bakal terjadi atau menimpa dirinya.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dari unsur keyakinan. Yang kita kenal sebagai ibu kandung kita sesungguhnya diterima atas dasar keyakinan karena, selain teramat sulit untuk membuktikannya, juga kita tidak merasa perlu membuktikannya. Demikian pula pada saat kita makan, kita tidak terlepas dari unsur keyakinan bahwa makanan tersebut berguna, dan kita yakin tidak membahayakan. Dasar apa yang menyebabkan demikian, tentu karena ilmu pengetahuan dan pengaiaman. Jadi, keyakinan itu timbul disebabkan oleh berbagai segi. Manusia dalam mewujudkan keyakinan dan pengharapannya mengikuti aturan-aturan tertentu atau norma, baik yang berhubungan dengan manusia, alam, atau pun yang sifatnya gaib.

Advertisement

Dalam dunia filsafat keyakinan tidak lepas dari akal manusia sebagai titik berangkat atau pangkal pikiran. Rasionalisme yang diletakkan oleh sang penyangsi (landasannya kesangsian) tiada lain adalah keyakinan. Begitu juga idealisme (yang menganggap unsur yang ada adalah idea) dan materialisme (yang menganggap unsur yang ada adalah materi), keduanya merupakan keyakinan. Demikian pula atheisme yang kita kenal sebagai ketidakpercayaan akan adanya Tuhan, pada hakikatnya adalah keyakinan, yaitu yakin akan tidak adanya Tuhan.

Keyakinan akan suatu pengetahuan biasanya melalui suatu proses penerimaan pengetahuan, yaitu dengan pen^esahan (validation) keandalan (reliability), dan pemetaan pengetahuan, (cognitive maping). Ketiganya hanya metode pengujian saja, yang dianggap memadai untuk tumbuhnya keyakinan. Hal ini bergantung pada tradisi pengetahuan, katakanlah mungkin dengan penelitian empiris. Pada masyarakat yang pengetahuan-nya masih terbelakang, keyakinan dapat pula timbul dari dukun atau pawang yang dianggap memiliki kekuatan gaib menurut anggota masyarakatnya. Pokoknya, intensitas orang-orang atas keyakinan, berbeda-beda dan mempunyai cara-cara khusus tersendiri. Keyakinan tetap merupakan alat analisis yang amat penting meskipun terdapat aneka ragam keyakinan.

Manusia memerlukan suatu bentuk keyakinan dalam hidupnya karena keyakinan akan melahirkan tata nilai guna menopang hidup budayanya. Dengan keyakinan yang sempurna, hidup manusia tidak akan ragu. Keyakinan yang dianut harus sekaligus merupakan kebenaran sehingga cara berkeyakinan itu harus benar pula. Menganut suatu keyakinan yang salah atau dengan cara yang salah dapat membahayakan. Apalagi keyakinan itu berbeda satu dengan yang lain sehingga sudah barang tentu salah satu di antaranya adalah keyakinan yang benar. Keyakinan yang benar haruslah bersumber dari nilai yang benar.

Incoming search terms:

  • manusia dan keyakinan
  • manusia dengan keyakinan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • manusia dan keyakinan
  • manusia dengan keyakinan