PENGERTIAN MASA DEPAN KELUARGA ADALAH

65 views

PENGERTIAN MASA DEPAN KELUARGA ADALAH – Setiap orang menaruh perhatian dan mempertanyakan apakah keluarga mempunyai masa depan. Dalam hubungan dengan tahun-tahun mendatang Shorter melihatnya sebagai suatu satuan yang terus hidup, tapi yang berubah secara mendalam. Ia mengantisipasi runtuhnya keluarga batih sebagaimana yang kita kenal. Muncul sebagai pengganti ialah “pasangan yang mengambang bebas (free-floating couple), yakni suatu pasangan nikah (marital dyad) yang turiduk kepada pemisahan dan perpaduan, dan tanpa satelit anak-anak remaja yang mengitarinya” (Shorter, 1975:280).

Sementara Shorter melihat pranata keluarga hidup terus meski dalam bentuk yang sangat berbeda, banyak pengamat sosial lainnya telah memper-kirakan sirnanya keluarga pada akhirnya, sekurang-kurangnya pada suatu saat di masa datang. Novel futuristik yang terkenal dari Aldous Huxley yakni Brave New World dan film fiksi-ilmiah Logan’s Run, misalnya, kedua-duanya melukiskan suatu masyarakat masa datang di mana teknologi maju menjadikan keluarga itu hidup berkelebihan. Dalam Logan’sRttn ada beberapa kendala ditempatkan pada kegiatan seksual, tidak ada satuan-satuan perkawinan dan keluarga, dan anak-anak tidak mengetahui siapa orang tua mereka. Pesan lain dari dalil “kematian keluarga” (death of thefamily) pada umumnyamengemukakan suatu pesan yang•.konsisten dengan tetha tidak adanya keluarga dalam Logan’s Run: bahwa teknologi maju akan menghapuskan perh.mya semacam kehidupankeluarga yang terorganisasi dan bahwa keluarga akan menghilang. Keluarga malah tidak diperlukan untuk reproduksi, karena hal ini akan berlangstmg melalui “bayi-bayi tabung”.

Mereka yang memperkirakan kematian jangka panjang keluarga, ataupun mereka yang melihat keluarga sebagai suatu satuan yang sebagian besarnya tanpa anak dalam tahun-tahun mendatang, barangkali salah. Eksistensi ikatan-ikatan penting perkawinan dan kekerabatan yang universal menunjukkan bahvva, sebagaimana yang ditandaskan oieh sosio-biologis, seleksi kerabat terjalin ke dalam struktur biologis kita yang mendasar. Seleksi kerabat meliputi keinginan biologis akan adanya keterpautan yang erat di antara teman hidup, maupun keinginan untuk melahirkan keturunan. Sosiobiologi sedikit saja, jika memang ada, dapat memperkirakan tentang bagaimana perjodohan dan reproduksi akan distrukturkan dalam masyarakat tertentu, tetapi barangkali dapat menjelaskan mengapa perjodohan dan reproduksi itu akan tetap ada dalam semacam bentuk dalam semua masyarakat. Tentu saja, eksistensi suatu pola perilaku yang universal tidak membuktikan bahwa pola ini berakar secara biologis, tapi kenyataan demikian adalah sangat sugestif. Kekerabatan bukan saja ada dalam semua masyarakat, tapi penting dalam semua masyarakat. Suatu bukti akhir-akhir ini menunjukkan dukungan kepada interpretasi di atas. Bukti ini berasal dari penyelidikan atas pola-pola keluarga dalam kibbutz Israel (Tiger dan Shepher, 1975; van den Berghe, 1979). Kelompokkelompok itu didirikan pada bagian awal abad sekarang ini berdasarkan prinsip-prinsip yang diabadikan untuk persamaan hak seksual, ekonomik, dan politik. Kibbutz terdahulu telah berusaha untuk menghapuskan eksistensi keluarga yang terpisah dan membentuk bentuk-bentuk pengasuhan anak komunal.  Tentu saja, setiap orang dalam kibbutz itu benar-benar sadar akan ikatanikatan perkawinan dan kerabat di antara para anggota, dan beberapa dari kibbutzim yang lebih tua yang sekarang ini meinpunyai banyak anggota generasi kedua dan ketiga, terdapat malah keluarga-keluarga luas yang menghubungkan lusinan anggota dan membentuk pola-pola aliansi politik. Makan diambil di suatu ruang makan bersama, teta. pi kelompok-kelompok keluarga Membentuk kembali diri mereka di meja-meja yang terpisah, khususnya untuk makan malam yang lebih santai. Pemilihan kerabatjelas terjadi, dan setiap orang mengakuinya, dan sekarang menerimanya sebagai tak terhindarkan. Sementara temuan-temuan itu tidak dapat dipandang sebagai pasti, temuan-temuan itu memang mentmjukkan adanya kecenderungan biologis yang kuat pada Homo sapiens bukan saja untuk berjodoh, tapijuga untuk mempertahankan ikatan-ikatan yang kuat dengan kerabat dekat. Sebagai kesimpulan, keluarga bukan semata-mata suatu ciptaan kebu-dayaan yang tidak lagi digunakan apabila tingkat teknologi memungkinkan demikian. Pada saat yang sama keluarga merupakan suatu gajala sosiokultural yang berbeda-beda menurut kondisi-kondisi sosial dan budaya yEmg melandasinya, juga merupakan suatu satuan yang mungkin diatasnya bertumpu kecenderungan dan keinginan biologis para anggotanya. Jadi adalall wajar untuk mengharapkan semacam bentuk demikian ditemukan dalam masyarakatmasyarakat masa datang. Sementara mungkin saja tidak harus ada, tapi lebih cenderung keluarga itu akan ada.

1. Para ilmuwan sosial telah merevisi pandangan terdahulu mereka bahwa industrialisasi telah menciptakan keluarga batih modern. Bukti akhir-akhir ini memperlihatkan bahwa keluarga batih mendahului industrialisasi di Eropa Barat dan Amerika Utara. KeluaRga batih timbul pertama kali di daerah-daerah yang paling dalam d irem\besi oleh kapitalisme.

2. Keluarga Eropa tradisional pada dasarnya adalah suatu pranata ekonorm, bukannya pranata sentimental. Kasih sayang bukan merupakan bagian penting daripada ikatan perkawinan, dan kebanyakan ora ng tua sedikit saja menanamkan emosi dalam anak-anak mereka. Dalam banyak cara hubungan-hubungan di antara anggotaanggota bukan keluarga adalah sama eratnya dengan di antara anggota-anggota keluarga yang sama.

3. Dalam abad xvii dan xviii keluarga Eropa mulai berkembang menurut arah sentimentalitas yang lebih besar,-Flubungan antara suami-istri semakin didasarkan pada kasih sayang, dan cinta romantik menjadi suatu landasan bersama untuk perkawinan. Ketidakpedulian orang tua terhadap anak-anak menurun dengan tajam, dan para orang tua mulai lebih banyak memberi perhatian kepada perkembangan kepribadian anak-anak mereka. Keluarga juga mulai semakin menjadi kelompok pribadi yang tertutup terhadap dunia luar.

4. Perubahan-perubahan yang mencolok dalam perilaku keluarga itu terjadi_ paling dini dan paling luas di Inggris dan Perancis. Perubahan itu jelas diassosiasikan dengan timbulnya kapitalisme modern. Indiyidualisme ekonorni yang demikian mendasar bagi kapitalisme rupanya melimpah ke dalam organisasi perkawinan dan kehidupan keluarga, ketika orang makin meningkat perhatiannya terhadap kebutuhan yang berhubungan dengan seks dan cinta. Namun, meningkatnya pemisahan keluarga dari dunia luar, agaknya adalah adaptasi terhadap persaingan- pasar kapitalis yang ekstrim.’Keluarga semakin menjadi tempat pelarian dari persaingan ini.

5. Dalam rnasyarakat-masyarakat industri modern pola-pola keluarga sangat berbeda dalam pengertian perbedaan kelas sosial dan ras.” Kelas peketja lebih bersifat kekeluargaan daripada kelas menerigah, dan pernucla-pemuda kelas peketja kawin

Pemisahan seksual dalam kegiatan-kegiatan sosial juga lebih kuat di kalangan kelas-kelas pekerja. Para orang tua kelas pekerja cenderung untuk kurang demokratis dalam mengasuh anak-anak mereka, dan keluarga-keluarga kelas pekerja lebih cenderung secara kuat didominasi oleh pria.

6. Keluarga kulithitamdi Amerika Serikat mempunyai tingkat ketidakstabilan yang tinggi. Kaum pria sering meninggalkan istri dan anak-anak, membiarkan kaum wanita mengurusi keluarga. Proporsi rumah tangga berkulit hitarn yang dikepalai oleh wanita telah sangat meningkat pada perempat abad yang lalu. Sifat matrifokal keluarga berkulit hitam agaknya jelas timbul dari marginalitas ekonomi kaum pria berkulit hitam, dan bukan clari sesuatu sistem nilai keluarga yang khas di kalangan berkulit hitam. Keluarga-keluarga matrifokal berkulit hitam kebanyakart adalah dari kelas bawah, dan kelas menengah berkulit hitam, seperti rekan-rekan berkulit putih mereka, pacla umumnya mempunyai keluarga-keluarga batih yang stabil.

7. Dalam tiga dekade lampau terdapat suatu revolusi dalam kehiduj_mn keluarga dalam masyarakat-masyarakat industri modem. Tingkat perceraian telah melonjak, dan orang leb ih sering hidupbersama tanpa menikah. Kaumwanita juga cenderung untuk mempunyai lebih sedikit anak dan menunda kehamilan pertama. Perubahanperubahan itu agaknya dengan erat dikaitkan dengan kenaikan yang dramatis dalarn tingkat kaum wanita kawin yang mempunyai anak kecil yang memasuki angkatan kerja. Hubungan-hubungan orang tua-anak juga telah berubah secara mencolok, dan dalam arah berkurangnya pengawasan orang fua atas anak-anak mereka.

8. Keluarga adalah suatu lembaga dasar yang cenderung untuk tetap bertahan hidup melawan serangan-serangan yang sedang berlangsung dan masa datang. Barangkali seleksi kerabat adalah operatif pada manusia seperti pada hewan lainnya. Jika demikian, ikatan-ikatan keluarga terbentuk di atas suatu fundasi biologis yang tak terhapuskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *