PENGERTIAN MASALAH DAN HASIL PEMBANGUNAN

90 views

Pembangunan bukanlah merupakan suatu hal yang sederhana dan utuh; dan betapa baikpun direncanakannya suatu perubahan masyarakat, perubahan kelembagaan tertentu akan mendahului perubahan lainnya. Jadi, apabila suatu negara yang sedang berkembang dapat dilukiskan secara grafis, maka gambaran yang diperoleh akan merupakan seekor binatang yang besar dan canggung yang maju terhuyung- huyung dengan menggerakkan setiap bagian badannya, kadang-kadang teratur sebagiannya dan kadang- kadang berlawanan satu sama lainnya, demikian gambaran umum tentang suatu perubahan menurut Neil

  1. Smelser dalam Modernisasi Hubungan-hubungan Sosial. Generalisasi tentang perubahan tersebut nyata banyak persoalan harus diatasi. Peter L. Berger, dalam Piramida Pengorbanan Manusia, menyatakan bahwa setiap orang sependapat bahwa pembangunan pada dasarnya suatu persoalan (problem), bahkan ada yang mengatakan justeru pembangunan adalah per-soalan yang dihadapi umat manusia sekarang ini. Persoalan bagi mereka yang bertugas mengambil kebi-jaksanaan yang menyangkut kepentingan rakyat banyak dalam suatu negara. Mengenai macam atau jenis persoalan yang dihadapi, jelas tergantung dari kea-daan negara yang bersangkutan dan kualitas pembuat kebijaksanaan itu. Disebuah negara miskin, persoalan yang dihadapi lebih bersifat “pressure” (tekanan- tekanan) yang tidak saja mendesak dan perlu segera ditangani tetapi kerapkali mencapai titik yang sangat rawan dan gawat. Kualitas atau macam pengambil kebijaksanaan itu memegang peranan penting. Pem-bangunan juga’ menyodorkan persoalan-persoalan pelik bagi para pemikir (teoritikus), yang pekerjaan utama mereka hanyalah berfikir dan bukan bertindak. Antara pengambil atau pembuat kebijaksanaan dengan para teoritikus tidak selamanya terjalin hu-bungan yang baik, karena di antara orang-orang yang memegang tampuk kekuasaan dan bertugas sebagai pengambil kebijaksanaan selalu terdapat mereka yang meremehkan para teoritikus dan hasil pemikiran mereka. Di lain fihak, kita sering menjumpai teoritikus- teoritikus yang seolah-olah hidup dalam “menara ga-ding”, artinya, melakukan tugas mereka dalam pengasingan sempurna yang terpisah dari perbuatan nyata golongan masyarakat. Sejauh menyangkut pengambilan keputusan, keadaan yang demikian ini dapat menimbulkan kesulitan-kesulitan karena bagaimanapun juga haruslah terdapat hubungan antara kedua golong-an ini. Terlepas dari konteks di atas, para pengambil kebijaksanaan dan para teoritikus sama-sama membentuk suatu kelompok elit berhadapan dengan ba-gian terbesar masyarakat.

Di atas telah dideskripsikan sepintas tentang persoalan pembangunan dari segi pengelola. Tetapi, persoalan pembangunan bukan saja meliput persoalan pengelola. Pembangunan bukanlah sekedar suatu tin-jauan tindakan rasional manusia dalam bidang ekono-mi, politik dan sosial, tetapi pembangunan adalah juga tumpuan semua harapan-harapan bagi perbaikan nasib, baik secara materi ataupun secara rohani, yang di dalamnya terkandung slogan yang menyuarakan suatu aspirasi pertumbuhan dan perbaikan, dan aspirasi inilah yang memberikan kekuatan untuk menguasai dan mempengaruhi atau juga untuk memberikan inspirasi, dan menggerakan massa (masyarakat). Ditinjau dari segi lain, slogan pertumbuhan dan perbaikan menggerakkan masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap keputusan pembangunan. Implikasi dari pernyataan ini, adalah apabila slogan-slogan itu dalam kenyataannya tidak dapat diwujudkan dengan sebaik-baiknya. Hal ini mungkin akan menimbulkan masalah pembangunan yang cukup serius. Slogan yang tidak dapat dipenuhi dengan sebaik- baiknya, mungkin akan menumbuhkan semacam depresi – yang akhirnya akan menghancurkan usaha pembangunan itu sendiri, oleh karena kegoncangan-kegoncangan dalam masyarakat akan muncul dan yang lebih rumit lagi apabila ketidak-puasan itu tidak muncul dalam permukaan seolah-olah terdapat kesadaran akan pembangunan tetapi kesadaran yang palsu.

Pembangunan secara pasti akan menuju kepada perubahan, dan karena itu akan menimbulkan masa transisi. Neil J. Smelser menyatakan bahwa, setidak-tidaknya ada empat proses yang berbeda tetapi saling berhubungan yang terdapat dalam fikiran kita yang berhubungan dengan pembangunan ekonomi. Keem-pat proses tersebut adalah; (1) Dalam bidang teknolo-gi, suatu masyarakat yang sedang berkembang sedang mengalami perubahan dari penggunaan teknik-teknik yang sederhana dan tradisional ke arah penggunaan pengetahuan ilmiah. (2) Dalam bidang pertanian, ma-syarakat yang berkembang itu sedang beralih dari- pertanian sederhana ke arah produksi hasil pertanian untuk pasaran. Ini berarti pengkhususan dalam jenis tanaman yang akan dijual hasilnya, pembelian ba-rang-barang non-pertanian di pasaran, dan sering juga kerja upahan dalam bidang pertanian. (3) Dalam bi-dang industri, masyarakat yang sedang berkembang sedang mengalami suatu peralihan dari penggunaan tenaga manusia dan binatang ke industrialisasi yang sebenarnya atau orang-orang yang bekerja untuk upah pada mesin-mesin yang digerakkan oleh sumber te-naga, yang menghasilkan barang dagangan yang dijual di luar kalangan yang menghasilkannya. (4) Dalam susunan ekologi perkembangan masyarakat bergerak dari sawah/ladang dan desa ke pemusatan-pemusatan di kota.

Dikatakan selanjutnya bahwa dalam suatu nega-ra yang baru timbul tentu ada perubahan-perubahan yang besar (1) dalam bidang politik sewaktu sistem- sistem kewibawaan suku dan desa yang sederhana itu digantikan dengan sistem-sistem pemilihan umum, kepartaian, perwakilan dan birokrasi pegawai negeri; (2) dalam bidang pendidikan, sewaktu masyarakat berusaha mengurangkan kebutuhan dan mening-katkan ketrampilan-ketrampilan yang membawa hasil- hasil ekonomi, (3) dalam bidang religi, sewaktu sis-tem-sistem kepercayaan sekuler mulai menggantikan agama-agama tradisionalistis; (4) dalam lingkungan keluarga, ketika unit-unit hubungan kekeluargaan yang meluas menghilang; (5) dalam lingkungan stratifikasi, ketika mobolitas geografis dan sosial cenderung untuk merenggangkan sistem-sistem hirarki yang sudah pasti dan turun temurun.

Jabaran dari Neil J. Smelser tersebut di atas memberikan suatu konklusi bahwa pembangunan itu memberikan banyak hal-hal baru. Selo Soemardjan dalam “Ketimpangan-ketimpangan dalam Pembangunan” menulis bahwa bagi negara-negara sedang ber-kembang, termasuk Indonesia, pembangunan merupakan proses penyesuaian secara bertahap beberapa faktor sosial budaya yang disusul dengan usaha-usaha pelik dalam menyesuaikan diri terhadap situasi-situasi baru, teknologi-teknologi baru, dan cara-cara organisasi dan cara kerja yang baru.

Dari pernyataan Selo Soemardjan tersebut, jelas melukiskan bahwa dalam proses pembangunan selain masalah-masalah seperti perencanaan, pengelola dan pengelolaan, masih terdapat masalah lain yaitu masalah penyesuaian terhadap hal-hal baru. Dengan demikian di dalam masa transisi – seperti telah diutarakan pada halaman lain dalam buku ini – merupakan masa di mana banyak persoalan harus dipecahkan, dan persoalan yang timbul itu seringkah merupakan dampak yang tidak diharapkan atau menyimpang dari tujuan pembangunan yang hendak dicapai itu.

Incoming search terms:

  • problem pembangunan
  • pengertian problem pembangunan
  • pengertian masalah pembangunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *