risk society (masyarakat berisiko)

Istilah masyarakat berisiko melekat pada sosiolog Jerman, Ulrich Beck. Dalam masyarakat berisiko, masa depan menjadi tak pasti. Berbagai kemungkinan peristiwa di mana kecelakaan teknologi tidak bisa diasuransikan karena adanya implikasi-implikasi yang tak terbayangkan (misalnya ledakan reaktor nuklir Chernobyl tahun 1986). Contohnya, dalam hal tenaga nuklir Beck mengidentifikasi landasan dari ‘prinsip asuransi tak hanya dalam hal ekonomi, tapi juga medis, psikologi, kebudayaan, dan religi. “Masyarakat berisiko residual telah menjadi masyarakat yang tidak bisa dijamin asuransi” (The Residual Risk Society has become an uninsured society. (Beck 1992 b:101) Jadi masyarakat berisiko tidak mempercayai kemajuan dan masa depan, tapi berpengalaman dalam kalkulasi jangka pendek atas bahaya: “Dalam hal ini, bisa dikatakan bahwa matematika kalkulus atas risiko menunjukkan model etika tanpa moralitas, etika matematis dalam era teknologi” (Beck 1992b:99)

Eksplorasi Beck terhadap peran, status dan implikasi teknologi menimbulkan perdebatan hangat. Pertama, karyanya berhubungan dengan tema-tema pasca-modernitas, dan pasca-modern. Argumen Beck bahwa masyarakat berisiko yang telah membelah kontrak asuransi antara masa kini dan masa depan bisa diperbandingkan dengan keraguan pasca modern atas metanaratif kemajuan. Namun Beck bukanlah seorang penganut pasca modern, la percaya pada potensi swakritik dari usaha teknologi untuk menyelesaikan masalah risiko. Kedua, Beck menekankan signifikansi sosiologi lingkungan dan ekologi. Di Jerman, Beck berpengaruh besar pada pemikiran dan politik lingkungan hidup, namun di negara-negara berbahasa Inggris pengaruhnya telah berkurang karena perbedaan bahasa antara publikasi asli dan terjemahan (buku Beck dipublikasikan di Jerman tahun 1986, terjemahan bahasa Inggrisnya keluar tahun 1992).

Risiko juga merupakan tema karya Anthony Giddens. Ia membedakan risiko lingkungan pramodern (tradisional) dan modern: “Risiko

lingkungan kebudayaan tradisional didominasi oleh bahaya dunia fisik’ sementara risiko lingkung¬an modem ‘distrukturisasi terutama oleh risiko yang ditimbulkan manusia’ (Giddens 1990 : 106; 111). Giddens menekankan pentingnya lingkungan, perang dan hubungan personal dalam pengalaman modern dan konstruksi risiko. Maka dari itu, Giddens berpendapat bahwa “risiko bukan semata-mata tindakan individu. Ada ‘risiko lingkungan yang secara kolektif mempengaruhi massa individu yang besar” (Giddens 1990:35).

Perdebatan tentang masyarakat berisiko adalah usaha besar untuk memahami berbagai gerakan sosial baru dan problem sosial yang timbul. Tapi, kepercayaan terhadap kemampuan teknologi untuk menjamin masyarakat dari risiko fatal yang diakibatkan teknologi membuat perdebatan tersebut tak dapat memutuskan lingkaran di mana teknologi yang diterima dengan begitu saja mengarah ke risiko yang hanya dapat dipecahkan oleh teknologi kritis.

Incoming search terms:

  • masyarakat beresiko

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • masyarakat beresiko