PENGERTIAN MASYARAKAT DI NEGARA SOSIALIS ADALAH – Di Uni Soviet kaum wanita sekarang merupakan setengah dari angkatan kerja, dan mereka dapat dijumpai pada semua tingkat angkatan kerja Soviet. Representasi kaum wanita yang tinggi dalam angkatan kerja Soviet itu sebagianbesar disebabkan oleh sangat kurangnya tenaga kerja pria yang disebabkan oleh partisipasi Uni Soviet dalam Perang Dunia II. Sesudah perang, kaum wanita mulai memasuki banyak pekeijaan dalam jumlah yang besar. Sekarang ini kaum wanita Soviet banyak terwakili pada semua tingkat struktur pekerjaan, termasuk pekerjaan ahli. Khusus menarik untuk dicatat partisipasi kaum wanita di dalam bidang-bidang profesional. Seperti dicatat oleh Bernice Rosenthal (1975), kaum wanita merupakan 72 persen dari jumlah total dokter; 35 persen ahli hukum; 47 persen hakim dan pembantu hakim; 90 persen dokter gigi, paramedis dan perawat; 58 persen spesialis pertanian dengan tingkat pendidikan tinggi; 70 persen akuntan, ahl’ statistik, dan perencana; 38 persen dari semua ilmuwan; dan 33 persen nyur. Angka-angka itu menunjukkan adanya perjuangan besar kaum wanita viet ke arah persamaan dalam sektor ekonomi. Akan tetapi, angka-angka itu sangat menyesatkan, seperti yang dijelaskan oleh Rosenthal (1975:444-446): Posisi seorang dokter Soviet tak dapat dibandingkan dengan seorang dokter Amerika. Ilmu kedokteran tak begitu dihargai. Dalam profesi medis, pria mengepalai rumah sakit dan departemen-departemen; mereka adalah ahlibedah, keahlian yang dibayar sangat tinggi, dan kaum wanita adalah praktisi umum, bidan, perawat, dan penjaga ruangan…. Hukum juga bukan suatu profesi yang menguntungkan dan didalaranya para “advokat” (keahlian yang dibayar sangat baik) biasanya pria. Hakim dan pembantu hakim wanita (angka resminya menyatukan kedua-duanya) yerpusat di pengadilan rendah.

Dalam hirarkhi penelitian, hanya 2 persen dari Anggota Penuh Akademi Ilmu Pengetahuan Soviet yang terkemuka adalah wanita dan hanya 2,5 persen dari anggota-anggota inti. Tak pernah ada wanita jadi Presiden, Wakil Presiden, Sekretaris Ilmu Pengetahuan Umum, atau Presidium Akademi Ihnu Pengetahuan Soviet. Dalam masyarakat Soviet, kekuasaan, uang, dan prestise berada cli tangan eksekutif puncak pabrik dan pertanian kolektif. Kaum wanita sangat jarang berada dalam posisi-posisi kekuasaan di mana mereka harus memberii)erintah kepada pria. Di pabrik-pabrik, kaum wanita ada 6 persen direktur, 16 persen insinyur, dan 12 persen kepala del.->arternen…. Eksekutif wanita paling menonjol clalam pekerjaan rutin; mereka tidak menetapkan kebijakan. Posisi-posisi tingkat sekunder seperti pemegang buku, tukang tik, dan teknisi lebih banyak wanita. Bukan saja tingkat puncak masyarakat Soviet yang kurang dapat dimasuki oleh kaum wanita dibandingkan clengan pria, tetapi wanita terwakili lebih banyak pada tingkat spektrumekonomi Soviet yang terendah. Walaupun wanita merupakan setengah dari angkatan kerja, upah total mereka hanya seperempat dari seluruh upah yang diterima…. Lebih dari setengah wanita Soviet menerima kurang dari rata-rata upah Soviet sebesar 103 rubel/bulan. Lagi pula, banyak wanita yang dibayar berdasarkan potongan; upah mereka seringjatuh dibawah upah minimum Soviet yang resmi sebesar 60 rubel/bulan. Dari komentar Rosenthal, jelas bahwa wanita Soviet memegang status yang sangat sekunder di dalam struktur ekonomi Soviet, suatu status yang, dalam kenyataan, hampir serupa dengan status wanita dalam struktur pekerjaan masyarakat kapitalis. Kaum wanita juga sangat sedikit terwakili dalam politik Soviet. Partisipasi politik kaum wanita dalam masyarakat Soviet sangat terbatas pada posisi-posisi bagian bawah pemerintahan; mereka jarang dijumpai di posisi-posisi puncak politik (Rosenthal, 1975). Kendati kaum wanita memainkan peranan yang besar dalam ekonomi Soviet, namun hal ini tidak membuat mereka bebas dari pekerjaan rumah-tangga. Pekerjaan rumah-tangga di Uni Soviet masih dipandang sebagai pekerjaan khusus “wanita”, dan laki-laki sedikit saja atau malah tidak menyumbang dalarn pekerjaan ini. Situasi u1i memberi wanita Soviet suatu beban ganda: tanggung jawab kerja di tempat kerja bersama-sama dengan tanggung jawab penuh dalam tugas-tugas rumah tangga. Sebagaimana dijelaskan oleh Rosenthal (1875:429): “beban ganda rumah dan kerja menampilkan suatu rintangan yang berat ke arah persamaan yang memang belum teratasi”. Agaknya jelas bahwa Uni Soviet jarang membuat kemajuan yang lebih besar ke arah persamaan status kedua jenis kelamin bila dibandingkan dengan yang dilakukan masyarakat kapitalis industri. Dalam masyarakat kapitalis rnaupun sosialis ketidaksamaan berdasar jenis kelamin yang mendasar masih inerupakan bagian kehidupan sosial yang sangat penting. Sampai saat ini dalam sejarah umat manusia, tak satupun dari industrialisasi maupun ideologi politik yang berhasil mengalchiri dominasi laki-laki dan subordinasi wanita. Kenyataan uZi sulit dihindari dalam menjelaskan sebab-sebab yang mendasar tentang ketidaksamaan berdasar jenis.

Filed under : Bikers Pintar,