PENGERTIAN MASYARAKAT PASTORALIS

32 views

PENGERTIAN MASYARAKAT PASTORALIS – Pastoralisme (atau nomadisme pastoralis) mulai muncul kira-kira 3000 sampai 3500 tahun yang lalu sebagai adaptasi subsistensi yang sangat terspesialisasi terhadap lingkungan kering atau semi kering. Walau muncul lthihbelakangan dari pertanian murni, teknologi subsistensi ini secara evolusioner tidak lebih tinggi, atau lebih maju dari teknologi subsistensi pertanian, tetapi hanya merupakan adaptasi khas di beberapa wilayah di mana pertanian tidak mungkin atau sangat sulit dilakukan. Masyarakat pastoralis menggantungkan kehidupannya kepada sekumpulan binatang gembalaan. Mereka menggembalakan sekumpulan binatang sepanjang tahun , dan berpindah secara musiman bersama kumpulan gembala /ternak mereka untuk mencari padang rumput (pasture). (Karena itulah mereka dinamakan nomadisme pastoralis). Binatang yang paling umum dipelihara adalah biri-biri, kambing, onta, sapi dan, kadang-kadang rusa kutub. Sebagian kelompok pastoralis menggantungkan hidup mereka hanya pada satu species binatang, sementara yang lain memelihara beberapa species. Sebagian masyarakat pastoralis, yang kadang-kadang disebut masyarakat pastoralis “sejati”, tidak melaksanakan aktivitas pertanian sama sekali. Kelompok-kelompok ini memperoleh produk pertanian melalui imbungan dagang dengan tetangga mereka yang menjalankan pertanian. Namun, bukan jarang terjadi kelompok pastoralis juga menjalankan pertanian uttuk melengkapi makanan yang diperoleh dari peternakan binatang mereka, tetapi ini selalu sangat bersifat sekunder di samping kegiatan menggembala.

Kebanyakan masyarakat pastoralis terdapat di wilayah-wilayah kering du Asia dan Afrika: di Asia Barat Daya, Afrika Utara dan padang rumput Afrika Timur. Biri-biri, kambing dan onta adalah binatang yang paling umum diter-zrakkan di Asia dan Afrika Utara, sementara Afrika Timur terkenal dengan pitternakan sapi. Pastoralisme juga terdapat di wilayah-wilayah hutan di Eurasia Utara, dan di sini peternak rusa kutub mendominasi (Sahlins, 1968).

Masyarakat pastoralis hidup dan melakukan perpindahan dalam kerxnpok-kelompok yang relatif kecil, biasanya tidak lebih dari 100 sampai 200 artggota. Kepadatan penduduk sangat rendah, biasanya kurang dari lima crang per-mil persegi.

Kebanyakan makanan masyarakat pastoralis, tentu saja, berasal dari peternakan hewan mereka, terutama dengan susu, daging, dan darah. Di Afrika Timur misalnya, banyak kelompok pastoral memiliki campuran darah dan susu sebagai makanan pokok. Walaupun produk-produk pertanian mencukupi makanan mereka, tapi bagi sebagian kelompok lain hanya melakukan itu pada tingkat yang sangat kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *