Perspektif evolusi.

Pengertian masyarakat primitif adalah Penemuan berbagai macam masyarakat manusia oleh orang-orang Eropa terutama terjadi pada periode tahun 1500 sam­pai 1900. Bersamaan dengan penemuan ini muncul kebutuhan untuk memahami mengapa dan bagaimana keragaman ini bisa terjadi. Perspektif evolusi (meski tak selalu perspektif Darwinian) yang dipakai selama akhir abad ke-19 telah menjadi basis pertama bagi kajian ini. Oleh ban­yak pemikir yang dipengaruhi Darwin, seperti Herbert Spencer, evolusi dianggap sebagai tangga perubahan progresif, dari organisme primitif menjadi manusia (lihat SOCIAI, DARWINISM). Spesies lain diang- gap mengalami hambatan perkembangan dalam scala naturae. Berdasar pandangan ini, masyarakat manusia dapat ditempat­kan pada anak tangga kemajuan itu, dari yang primitif ke yang maju. Masyarakat Eropa, dan terutama masyarakat industri maju, berada di anak tangga teratas. Ma­syarakat primitif, karenanya, dapat dilihat sebagai tahapan yang telah dilalui oleh ma­nusia dan masyarakatnya, dan merupakan contoh dari masyarakat yang kurang maju dalam menjalani evolusi progresif. Sinte­sis antropologis pertama, seperti yang di­kembangkan oleh E. B. Tylor dan L. H. Morgan, memberikan model semacam itu, dengan mengidentifikasi beragam tahap perkembangan—misalnya tahap gerombol­an manusia purba, barbarisme, peradaban, atau tahap matrilineal dan patrilineal, atau tahap berdasar konsep ekonomi, seperti berburu dan bercocok tanam.

Dasar antropologi modern. Pengertian masyarakat primitif adalah…

Walaupun paradigma evolusi ini meru­pakan dasar antropologi modern, kontri­busi utama dari para antropolog terhadap ide-ide abad ke-20 secara paradoks berasal dari penolakan terhadap paradigma terse­but. Karena sejumlah alasan, mulai dari pencarian eksotika sampai kebutuhan akan kekuasaan, antropologi membuka jalan ke observasi dan interaksi antara pengamat Eropa dengan masyarakat yang diamati. Ini berupa kontak dekat dan langsung, yang melahirkan perkembangan metode observasi partisipan sebagaimana digagas oleh para antropolog seperti B. Malinows­ki, A. R. Radcliffe-Brown dan E. E. Evans­Pritchard, yang berbeda dengan perspektif evolusi dan menimbulkan penolakan terh­adap gagasan tentang kemajuan dalam ma­syarakat manusia. Pengalaman penelitian mendetail terhadap masyarakat non-Eropa menunjukkan bahwa masyarakat itu tidak sederhana dan tidak bisa diklasifikasikan dalam term evolusi. Misalnya, walaupun secara ekonomi bersifat sederhana, suku aborigin Australia memiliki sistem ke­kerabatan dan kosmologi yang kompleks. Lebih jauh, dengan mengganti konsep evolusi dengan konsep fungsional, tampak jelas bahwa struktur sosial dan organisasi ekonomi masyarakat non-Eropa tidaklah bersifat primiti f, tetapi berfungsi sebagai sistem yang terpadu dalam setting sosial dan environmental tertentu. Misalnya, masyarakat acephalous di Nuer, Sudan Selatan, yang diteliti oleh Evans-Pritchard, memiliki sistem yang jauh dari primitif dan anarkis, tetapi memiliki masyarakat yang secara sosial berlapis-lapis di mana institu­si garis kekerabatan, pola perkawinan, dan sist 2m peternakannya tertata dengan rapi.

Pandangan hierarki evolusi. Pengertian masyarakat primitif adalah…

Walau banyak prinsip dari FUNCTION­ALISM banyak yang telah ditinggalkan, gagasan bahwa variasi organsiasi sosial dan ekonomi manusia harus dilihat dalam term situasi ekologis spesifik, tradisi kul­tural, dan respons alternatif terhadap kondisi itu, masih menjadi gagasan yang penting, dan gagasan itu telah menyebab­kan ditinggalkannya pandangan hierarki evolusi dalam masyarakat manusia baik di dalam antropologi maupun di bidang lain. Dari sini muncul pemahaman tentang tra­disi kultural yang independen dan strategi sosial yang berbeda. Hal ini menimbulkan konsekuensi praktis bagi sikap terhadap perkembangan, di mana perubahan tidak lagi dilihat di luar konteksnya, dan juga muncul pemahaman akan bahaya mema­hami perubahan ekonomi tanpa memper­timbangkan konteks kulturalnya. Pema­haman ini juga merevolusionerkan sikap terhadap estetika dan seni, yang tampak dalam pertukaran ikon-ikon antara bentuk seni Barat dan seni lainnya.

Filed under : Bikers Pintar,