Advertisement

Ialah gas dan debu yang terdapat dalam ruang antarbintang. Kerapatannya sangat rendah, bisa satu juta kali lebih rendah dari ruang paling hampa yang dicapai di laboratorium di bumi. Walaupun tipis, karena membentang di daerah yang sangat luas, materi ini mampu menyerap bahkan menghalangi cahaya bintang-bintang di belakangnya. Bintang-bintang terbentuk dari materi antarbintang.

Sebagian besar materi, yaitu sekitar 94 persen, terdiri atas atom dan molekul hidrogen. Unsur berikutnya yang terbanyak adalah helium, yaitu sekitar 5 persen. Sisanya adalah unsur-unsur lainnya.

Advertisement

Bintang-bintang melalui reaksi nuklir di pusatnya membentuk unsur-unsur berat. Unsur-unsur berat ini pada akhirnya dilontarkan ke ruang antarbintang. Maka jumlah unsur berat dalam ruang antarbintang makin lama makin bertambah. Inilah alasannya mengapa bintang generasi baru mengandung unsur berat lebih banyak daripada generasi pendahulunya.

Daerah yang kerapatannya relatif tinggi disebut awan antarbintang karena dengan bantuan teleskop tampak seperti awan. Dalam awan antarbintang, di samping atom hidrogen dan helium terdapat berbagai molekul, misalnya CO dan C02. Bahkan adanya beberapa molekul organik telah dilaporkan. Dalam awan antarbintang proses pembentukan bintang dari materi antarbintang masih berlangsung.

Advertisement