Advertisement

Sebuah roman Belanda karya Multatuli yang diterbitkan pada tahun 1860. Judul lengkap roman ini adalah Max Havelaar of de Koffieveilingen der Nederlandse Handelsmaatschappij (Max Havelaar atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda). Nama Multatuli adalah nama samaran Eduard Douwes Dekker (1820-1887).

Roman ini diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia dan melambungkan penulisnya sebagai pengattng terhormat dari negeri Belanda. Meskipun karya sastra ini sangat populer di lingkungan kaum intelektoal dan kaum pergerakan di jaman kolonial di Indonesia, munculnya terjemahan Indonesia sangat lamat. H.B. Jassin akhirnya menerjemahkan roman ini, dan terjemahan itu diterbitkan pertama kali pada tahun 1972. Terjemahan ini memperoleh sambutan para sastrawan Indonesia. Bagian-bagian roman ini sebelumnya sangat populer di lingkungan masyarakat Indonesia, terutama bagian cerita Saijah dan Adinda dan Pidato Lebak. Kepopuleran roman ini di lingkungan kaum pergerakan disebabkan karena isi dan semangatnya membela rakyat kecil di jaman penjajahan Belanda. Roman ini dapat dikatakan lahir karena sakit hati dan dendam penulisnya, akibat perlakuan para pejabat tinggi’Hindia Belanda yang dianggap tidak adil terhadap dirinya. E. Douwes Dekker adalah bekas asisten residen yang laporan dan usulnya untuk membebaskan rakyat petani dari penindasan tak semena-mena para pejabat pribumi kurang ditanggapi. Sedikit banyak roman ini bersifat autobiografi.

Advertisement

Subagio Sastrowardojo menamakan karya ini roman berstruktur cerita berbingkai. Jenis pola ini sudah tua usianya. Ada tiga cerita pokok yang tidak saling berhubungan, yaitu cerita pedagang Droogstoppel dan pembawa naskah Sjaalman, cerita kehidupan Max Havelaar, dan cerita Saijah dan Adinda, yang ditutup oleh kata-kata Multatuli. Namun pokok ceritanya adalah Max Havelaar yang datang ke Lebak sebagai asisten residen. Ia mencurigai Adipati Karta Natanegara sebagai penindas rakyat dan pembunuh pejabat yang digantikannya. Kemudian ancaman-ancaman yang datang bagai musibah terhadap dirinya dan keluarganya semakin memperkuat kecurigaannya terhadap karakter buruk pejabat pribumi yang memeras rakyatnya sendiri. Akhirnya Max Havelaar dipecat ketika mencoba melaporkan kecurigaan ini kepada atasannya.

Teknik cerita berbingkai dalam roman ini mungkin dikenal E. Douwes Dekker semasa ia bertugas di Indonesia. Begitu pula cerita Saijah dan Adinda telah ada sebelumnya dalam karya sastra Belanda di Indonesia.

Incoming search terms:

  • arti max havelaar
  • pengertian max havelaar
  • arti kata max haveelar
  • maksud max havelar
  • makalah tentang maxhavelar
  • makalah max havelar
  • makalah max havelaar#spf=1
  • jelaskan pengertian max havelaar
  • arti Max Havelaar?
  • pengertian max havellar

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti max havelaar
  • pengertian max havelaar
  • arti kata max haveelar
  • maksud max havelar
  • makalah tentang maxhavelar
  • makalah max havelar
  • makalah max havelaar#spf=1
  • jelaskan pengertian max havelaar
  • arti Max Havelaar?
  • pengertian max havellar