Advertisement

Sangat berperan dalam perencanaan dan pelaksanaan pendidikan secara sistematis. Secara luas dapat dikatakan bahwa media adalah orang, benda, atau kejadian yang menciptakan suasana yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan, maupun sikap tertentu. Dalam situasi kelas, yang menjadi media adalah guru, buku pelajaran, dan lingkungan kelas secara keseluruhan. Namun, istilah media pendidikan sering dipakai secara khusus untuk peralatan tampak-dengar, seperti gambar dan alat-alat elektronik lain.

Penggunaan media pendidikan bukan sesuatu yang baru. Pada tahun 1658 Comenius, teolog dan ahli pendidikan Cekoslowakia, menulis buku berjudul Orbs Pictus (Dunia dalam Gambar). Ini merupakan buku teks bergambar pertama bagi anak-anak. Pada abad ke-19, seorang pakar pendidikan, Pestalozzi, mengemukakan gagasan bahwa kesan yang diterima indera merupakan dasar utama pengetahuan manusia. Bersamaan dengan makin berkembangnya teknologi masa tersebut, gagasan Pestalozzi disambut dengan penggunaan media pendidikan yang makin canggih seperti radio, televisi, film, komputer.

Advertisement

Media pendidikan memiliki beberapa sifat yang sangat membantu guru dalam melaksrnakan tugasnya. (1) Media itu “selalu ada”. Gambar, rekaman dan alat-alat tampak-dengar lain boleh dikatakan selalu ada, maka dapat digunakan berulang-ulang dan di mana saja. Kecuali itu, penggunaan gambar atau rekaman dapat mengatasi kendala jarak dan waktu. Peristiwa di tempat jauh dan pada masa lampau dapat dihadirkan dalam kelas melalui media terse-but. (2) Media dapat dimanipulasi menurut kebutuhan, misalnya untuk mendengar bagaimana suatu bunyi seharusnya diucapkan atau bagaimana suatu gerakan dapat diputar dengan kecepatan yang dikehendaki, untuk memungkinkan pengamatan lebih saksama. (3) Media dapat diperbanyak dan disebarkan ke tempat-tempat lain dan dimanfaatkan bersama misalnya untuk belajar jarak jauh atau mengikuti kuliah Universitas Terbuka.

Advertisement