Advertisement

Didirikan oleh beberapa perusahaan penerbitan terbesar di Kairo, lima bulan sebelum meletus krisis Terusan Suez akibat nasionalisasi terusan tersebut oleh pemerintah Presiden Gamal Abdel Nasser dari perusahaan yang sebagian besar sahamnya dikuasai Inggris dan Perancis. Tetapi kantor berita ini diambil-alih oleh pemerintah pada tahun 1962, ketika Dewan Komando Revolusi menguasai pemilikan dan mengendalikan seluruh media pers di Mesir. Sejak tahun 1974-1975, Presiden Anwar Sadat agak melonggarkan kontrol terhadap pers. Media pers kembali menjadi lembaga independen, kecuali beberapa surat kabar penting tetap dimiliki pemerintah.

 

Advertisement

 

PENGERTIAN MENA

Telah tumbuh menjadi semacam kantor berita internasional yang mempunyai perwakilan di banyak negara. Pada akhir tahun 1970-an, wartawannya berjumlah sekitar 300 orang dan kantorkantor perwakilannya dapat dijumpai di semua negara Arab. Tetapi beberapa kantor perwakilan itu terpaksa ditutup ketika Presiden Sadat melakukan usaha perdamaian dengan Israel pada tahun 1977-1978 yang ditentang oleh banyak negara Arab.

Advertisement